MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 14 Juli 2019 10:29
Normanto, Kades Karya Maju dan Mimpi Agrowisata Anggurnya

Pilih Jenis Anggur Ukraina, Mulai dengan Modal Pribadi

TEROBOSAN DESA: Normanto menunjukan budidaya Anggur Ninel yang sedang dibudidayakannya. (kanan) Anggur ninel kala berbuah. | Foto: Ahmad Mubarak/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Hidup sebagai warga transmigrasi di desa, membuat Kades Normanto harus mengembangkan berbagai macam terobosan guna mengangkat perekonomian warganya. Salah satu terobosannya adalah budidaya anggur Nineel asal Ukraina.

-- Oleh: MARABAHAN, Ahmad Mubarak --

Desa Karya Maju merupakan salah satu desa transmigrasi. Letaknya sekitar 13 KM dari Kota Marabahan. Mayoritas warganya bekerja sebagai petani. Menuju ke sana dari Marabahan, kita akan melihat banyak kembang dan tanaman pohon palem ekor tupai. Usut punya usut, keasrian desa tidak lepas dari tangan apik Normanto, kades desa setempat.

Lingkungan kantor desa juga dihijaukan dengan berbagai tanaman buah. Kebanyakan dari berbagai varietas jeruk. Serta yang mencuri perhatian; tanaman anggur yang sedang dibudidayakan.

Anggur? Ya, tanaman yang berasal dari daerah dataran Timur Tengah ini merupakan salah satu buah paling digemari masyarakat Indonesia. Sayangnya anggur tidak bisa tumbuh dengan subur di daerah yang memiliki curah hujan rendah dan relatif kering seperti di daerah tropis.

Kades Karya Maju, Normanto bermaksud melawan anggapan itu. Langkah pertama, dia memilih varietas anggur yang lebih ramah kawasan tropis: Anggura Ninel. Anggur jenis ini dikenal memiliki tingkat adaptasi yang tinggi. "Ini tanaman budidaya asal Ukraina," ujar Normanto.

Meski demikian, lelaki kelahiran Bantul, 19 April 1971 ini belum berani menganggarkan dana desa untuk budidaya ini. Meski memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang itu, dia masih takut proyeknya ini gagal. Mengingat, di Kalsel anggur sulit dibudidayakan. Dia kemudian merogoh kocek pribadi dulu sebagai pilot project. "Pembibitan ini modal pribadi. Kira-kira sekitar Rp6 juta," ujarnya.

Untuk budidaya anggur ini, Normanto hanya menggunakan potongan ranting anggur. Direndam di larutan perangsang akar. Sedangkan untuk bibit anggur didapatkan dari tanaman pribadi yang sudah berbuah. "Semua bibit didapatkan dari tanaman anggur milik anak saya yang berada di Banjarbaru," ceritanya.

Normanto menceritakan, pembibitan secara pribadi dengan tanaman yang ada lebih murah ketimbang membeli. Andaikan membeli, satu bibit sekitar Rp 120 ribu, belum termasuk ongkos kirim dari Jawa. "Nanti bila ini berhasil, bibit yang dikembangkan desa akan dijual dengan harga sekitar Rp 100 saja," ujarnya yang mendapatkan keterampilan budidaya tanaman dari hasil pelatihan di tahun 2006.

Saat ini, menurut cerita Normanto, anggur budidayanya sudah berumur 1,5 bulan. Jumlahnya sangat banyak mencapai ratusan. Walaupun masih kecil, tanaman anggur ini sudah mengeluarkan buah. Dengan persentasi keberhasilan tanam mencapai 80 persen.

Dia sudah berencana akan membagikan tanaman ini saat berumur 3 bulan. Jika anggur bisa tumbuh dengan sempurna dengan buah yang lebat, ia akan menganggarkan dana desa untuk membuat agrowisata anggur. "Bila budidaya ini sukses, akan kami buat taman anggur seluas 1 hektare dengan dana desa," harapnya.

Selain sebagai percobaan, anggur yang dibagikan kepada warga diharapkan bisa memberikan manfaat bagi warga. "Daun anggur bisa disayur dan berfungsi menyerap polusi udara. Serta buahnya yang kaya vitamin bagi anak-anak," ujarnya.

Keahlian Normanto, melakukan stek, okulasi, dan cangkok sudah diakui Dinas Pertanian di Batola. Hasil stek dan okulasi buah jeruk dan karetnya sering di beli dinas terkait untuk dibagikan kepada para petani. "Budidaya tanaman bagi saya adalah sebuah seni yang mengasyikkan," ujarnya.(bar/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 22 Agustus 2019 10:47

74 Tahun Indonesia Merdeka, Desa Sakadoyan Belum Menikmati Listrik

74 tahun Indonesia merdeka, namun Desa Sakadoyan di Kotabaru masih…

Kamis, 22 Agustus 2019 10:44

Publik Helsinki dan Tallin Antusias Simak Kisah Bekantan

Sekali lagi Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) berkesempatan mengenalkan Bekantan ke…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:13

Perlu Gila dalam Dosis yang Cukup

Ruang Kreatif menggelar road show. Kemarin (20/8) sore di Gedung…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:01

Semua Gembira dapat Buku Kalsel Cerdas

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor kembali turun ke desa-desa…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:26

Bendera Negara Lain di HUT RI, Begitu Didatangi Ternyata Cuma Kakek Pasang Umbul-Umbul

Gara-gara pasang bendera yang ada warna biru-nya, sebuah rumah di…

Senin, 19 Agustus 2019 12:27

Berbincang dengan PSK di Bawah Umur di Banjarmasin

Prostitusi anak adalah kenyataan yang tidak bisa diabaikan di Kota…

Senin, 19 Agustus 2019 10:25

Melihat Kemeriahan Pegunungan Meratus di Hari Kemerdekaan

Jauh dari kota, nun di pegunungan Meratus, warga Dayak memperingati…

Minggu, 18 Agustus 2019 10:05

Melihat Aksi Ibu-Ibu Meriahkan HUT Kemerdekaan: Setahun Sekali, Buat Apa Malu

Memperingati HUT Kemerdekaan RI, berbagai lomba digelar di kompleks-kompleks perumahan.Peserta…

Jumat, 16 Agustus 2019 14:09

Persiapan Upacara Bendera di Bawah Laut di Pulau Kerayaan Kotabaru

Memang di level nasional. Upacara pengibaran bendera merah putih di…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:30

Peneliti Banjarbaru Uji Kandungan Akar Bajakah yang Viral Sebagai Anti Kanker

Doktor Eko sempat kaget. Tumbuhan yang pernah ia uji di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*