MANAGED BY:
JUMAT
23 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 15 Juli 2019 10:45
Di Kotabaru, BPK Temukan Banyak Potensi Kerugian Negara, Sekda: Hanya Salah Hitung
BARU BIKIN, SUDAH RUSAK: Jalan Sungai Durian di Kabupaten Kotabaru. Beberapa ruasnya sudah amblas dan rusak. Proyek ini dinyatakan selesai di akhir tahun 2018. | FOTO: ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, KOTABARU - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan potensi kerugian negara pada proyek-proyek infrastruktur yang dikerjakan Pemkab Kotabaru tahun 2018 tadi. Termasuk proyek yang dianggarkan oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai belasan miliar rupiah.

Dari kabar yang diterima Radar Banjarmasin, hampir semua proyek di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kotabaru ditemukan kelebihan hitung nilai pekerjaan. Temuan nominal yang besar ada di proyek-proyek yang berada di daratan Pulau Kalimantan, mencapai ratusan juta.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA), Jhoni Anwar membenarkan hal ini. Namun dia mengaku lupa detail berapa nominal selisih hitungnya. "Sama inspektorat kalau itu," ujarnya.

Bagaimana kondisi di lapangan proyek-proyek Bina Marga? Sekadar diketahui, tahun 2018 tadi, BMSDA melaksanakan banyak proyek perbaikan jalan. Terbagi dalam tiga wilayah: Pulau Laut, Pulau Sebuku dan Pulau Kalimantan.

Di Pulau Kalimantan, Radar Banjarmasin di awal Juli tadi berkesempatan melihat dari dekat kondisi hasil pekerjaan-pekerjaan tersebut. Paling dekat ada pengaspalan jalan ke Terminal Kelumpang Hilir.

Proyek pengaspalan jalan 0,3 kilometer tersebut sekilas terlihat baik. Namun ketika didekati, kualitas aspalnya rendah. Di beberapa ruas, wartawan bisa mengupas bagian aspal dengan jari. Proyek ini dinyatakan selesai seratus persen.

Tidak jauh dari sana, masih di Kelumpang Hilir, juga ada pengaspalan jalan Ratu Intan Serongga. Nilainya Rp2,6 M. Dinyatakan selesai seratus persen. Namun fakta lapangan, banyak sekali lubang-lubang bekas cutting yang belum diaspal.

Naik ke atas di Kecamatan Hampang. Juga ada pengaspalan jalan Hampang ke Gadang. Nilainya Rp3,5 M. Dinyatakan selesai seratus persen. Di lapangan, beberapa ruas sudah rusak.

"Kalau bisa yang rusak-rusak diperbaiki cepat. Tambah rusak kalau dibiarkan nanti," kata Rahadiansyah warga Hampang. Dia mengaku kecewa melihat kualitas pekerjaan, walau dia juga mengaku itu sudah jauh lebih baik dibanding tahun-tahun lalu, saat jalan masih tanah dan hamparan kerikil.

Di Kecamatan Sungai Durian, pekerjaan jalan sepanjang 7,5 kilometer juga sudah rusak. Di daerah kilometer satu sampai kilometer dua. Beberapa ruas jalan amblas, aspalnya pun retak.

Proyek ini sama dengan di Hampang. Juga dinyatakan selesai seratus persen. Anggaran Sungai Durian berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Nilai proyeknya Rp19,6 M.

Menariknya, perbaikan ruas jalan Magalau sepanjang 5,5 kilometer dengan nilai Rp9,6 M, kualitasnya lebih baik daripada Sungai Durian. Padahal dua proyek ini dikerjakan oleh pekerja yang sama, material dan alat juga sama. Hanya catatan, lokasi pengolahan aspal memang lebih dekat ke Magalau.

Apa tanggapan Jhoni terkait fakta-fakta lapangan itu? Untuk jalan yang belum selesai pengaspalannya, kontraktor katanya telah diminta segera memperbaiki. Seperti ruas jalan Ratu Intan Serongga.

Sudah hampir setengah tahun, tapi di awal Juli ruas jalan yang rusak di Ratu Intan belum diaspal. Baru proses cutting: aspal rusak dipotong persegi. Jhoni pun meminta jawaban ke bawahannya yang menangani wilayah tersebut, Sony.

Dari bawahannya itu disampaikan, jika kontraktor rata-rata menunggu proyek pengaspalan tahun ini berjalan. Mereka akan membeli aspal dari proyek baru untuk memperbaiki yang rusak tadi. Alasannya, jika membuat aspal sendiri biayanya akan jauh lebih mahal.

Untuk Sungai Durian, Jhoni mengatakan, kontraktor sudah diminta memperbaikinya. Walau masa pemeliharaan telah lewat. Sementara di Pulau Laut, pengaspalan jalan ke pelabuhan Fery Stagen dengan nilai Rp3,3 M belum terlihat rusak. Begitu juga ruas jalan di Hilir dengan nilai Rp2,1 M.

Sekda Kotabaru Said Akhmad, juga membenarkan ada laporan dari BPK RI mengenai kelebihan hitung proyek-proyek jalan. Artinya dihargai oleh panitia seratus persen, namun setelah diperiksa BPK nilai kualitas pekerjaan tidak sampai seratus.

"Tapi gini, Kalau dari BPK bilang itu hanya salah hitung. Tidak ada unsur kesengajaan. Ini yang penting dicatat," ujarnya. Sekda menambahkan, semua pemborong wajib mengembalikan kelebihan pembayaran ke kas daerah.

Akan Bayar Jika Pemerintah Bayar Utang

Ditemui di ruangannya, baru-baru tadi, Kepala Inspektorat Murdianto mengaku tidak berwenang membuka data hasil audit BPK RI. "Kontraktor masih kooperatif semua. Ya untuk ekspose data itu ranahnya BPK," ujarnya.

Murdianto mengaku, Inspektorat sudah berhasil menjalin komunikasi dengan semua pemborong. Sempat ada kesulitan teknis melakukan komunikasi, akunya, utamanya pemborong yang beralamat di luar daerah. "Intinya mereka akan bayar katanya. Jika pemerintah juga sudah membayar pekerjaan mereka," beber Murdianto.

Lanjutnya, banyak proyek jalan yang belum sepenuhnya dibayar pemerintah daerah. Karena di akhir tahun tadi, Pemkab Kotabaru mengalami defisit anggaran. Sementara untuk proyek Sungai Durian sudah dibayar seratus persen. Karena anggarannya berasal dari DAK.

Terpisah, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kotabaru, Agung Nugroho juga menekankan, para pemborong harus mengembalikan kelebihan bayar. Sesuai hasil audit BPK. Kejaksaan sendiri merupakan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Pusat dan Daerah (TP4D), yang mengawal dan memantau beberapa proyek jalan tahun 2018 tadi.

Agung memaparkan, mereka memantau dan mengawal proses proyek tersebut untuk memastikan tidak ada kerugian negara yang disengaja oleh pemborong atau pemerintah.

Terkait proyek-proyek tahun 2018 tadi, Agung mengungkapkan, mereka memantau langsung ke lapangan. Termasuk melihat pemeriksaan oleh pemerintah terhadap kualitas aspal. Saat itu, hasil pemeriksaan di lapangan memang terlihat baik untuk proyek-proyek yang dinyatakan selesai.

Ia juga mengungkapkan, dari informasi di lapangan, utamanya di pelosok, terkadang kendaraan yang melintas bobotnya melebihi kapasitas jalan. Sehingga membuat jalan cepat rusak. Dari pantauan wartawan, truk kelapa sawit bermuatan penuh memang terlihat ada sesekali melintas.

Sayangnya hingga Minggu (14/7) kemarin, Radar Banjarmasin belum bisa mendapatkan keterangan dari BPK terkait detail hasil audit mereka. (zal/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 23 Agustus 2019 10:54

Teroris Berpotensi Masuk ke Kalsel, TNI-Polri dan Pemda Gelar Apel Kesiapsiagaan

Suara ledakan berulang kali terdengar di Lapangan Mako Satuan Brimob…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:50

SDM Jadi Fokus Pembangunan Kalsel 2020

BANJARMASIN – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RPBD) Pemprov…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:46

LOWONGAN CPNS: Kalsel Siapkan 1.900 Kursi

BANJARMASIN – Pemerintah menyediakan 100 ribu kursi untuk calon pegawai…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:40

Kaltim Kandidat Ibukota Indonesia, Jokowi: Masih Tunggu Kajian Lagi

BANJARMASIN – Meski Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:37

Tunggu Usulan Ketua DPRD Sementara

BANJARMASIN - Pemenang pileg April tadi bakal dilantik 9 September…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:28

Jabatan Berakhir, Mobil Dinas Anggota Dewan Ditarik

BANJARMASIN - Masa jabatan anggota DPRD Kalsel akan berakhir. Semua…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:15

Banjarmasin Segera Punya Bus Trans, Target Beroperasi: Tahun 2020

BANJARMASIN – Bus Trans Banjarmasin mulai diwujudkan. Namun, bertahap. Dinas…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:49
SMK PP Negeri Banjarbaru

PWMP 2019, SMKPP N Banjarbaru Bentuk 15 Kelompok Baru

Banjarbaru - Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) SMK-PP Negeri…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:29

Demo Mahasiswa UIN: Ini Universitas, Bukan Pasar!

BANJARMASIN – Demo dilakukan puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN)…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:27

Putar Balik Makin Jauh, U-Turn VDP dan PJR Bakal Ditutup

BANJARBARU - Arus lalu lintas (lalin) di Kota Banjarbaru kian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*