MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 17 Juli 2019 10:04
SMA PGRI 7 Cuma Kebagian 11 Siswa, Kepala Sekolah: Sejak Saya Mengajar, Ini Tahun Terburuk
SMA PGRI 7 Banjarmasin. | Foto: Facebook/SMU PGRI 7 BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Imbas kebijakan aturan pusat tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK di Kalsel berdampak terhadap sekolah swasta. Di Banjarmasin, sejumlah SMA swasta masih kekurangan siswa. Misalnya SMA PGRI 7 Banjarmasin yang hanya mendapatkan 11 orang siswa.

“Sampai hari ini baru 11 orang siswa yang mendaftar,” tutur Kepala Sekolah SMA PGRI 7 Banjarmasin, Syahrani, Selasa (16/7) siang.

Tahun ini menurutnya, animo siswa yang mendaftar semakin parah. Tahun 2017 lalu ada masih ada 40 orang sedangkan tahun 2018 naik menjadi 46 orang. “Semenjak saya mengajar tahun 2006, tahun 2019 ini yang paling terpuruk,” ucapnya lirih.

Menurutnya, penurunan ini disebabkan banyak hal, diantaranya sistem zonasi serta kebijakan pusat mengenai "kartu sakti" atau Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang bisa disertakan untuk mendaftar bagi siswa yang kurang mampu. Mereka bisa mendaftar di sekolah-sekolah negeri. “Kabar yang didapat, sekolah negeri membuka kelas baru,” tengaranya.

Lalu apakah aktivitas belajar-mengajar akan terus berjalan? Dia mengamini. "Tapi kami akan membicarakan hal ini dengan pihak yayasan," ucapnya.

Sementara itu, nasib yang lebih baik dimiliki SMA PGRI 1 Banjarmasin. Kepala Sekolah Edy Kisworo mengatakan jumlah siswa yang mendaftar masih bisa memenuhi satu kelas. “Tahun ini 23 orang yang mendaftar,” ucapnya.

Memang jumlah ini menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2017 jumlah pendaftar di sekolah yang berada di Jalan Sultan Adam Banjarmasin ini bahkan sempat sebanyak 80 siswa. Penurunan kemudian mulai terjadi di 2018, SMA PGRI 1 hanya mendapatkan 54 siswa.

Menurunnya jumlah siswa secara signifikan membuat pihaknya gamang dengan metode Penerapan kurikulum 2013 yang mengharuskan penerapan jurusan. Untuk menyiasati ini, sekolah akan merundingkan dengan seluruh siswa.

“Kita menyebarkan angket kepada siswa, jurusan apa yang diminati itu yang akan kita buat,” pungkasnya.

Berbeda nasibnya dengan SMA PGRI 2. Sekolah ini lebih beruntung dibandingkan sekolah swasta lainnya. Meski animo pendaftar mengalami penurunan, tapi tidak terlalu signifikan. “Jumlah siswa yang kita terima tahun ini 103 orang,” kata Kepsek H Husaini.

Masa kejayaan SMA PGRI 2 sebagaimana sekolah PGRI lainnya, memang sudah berlalu. Di masa jayanya tahun 1990, jumlah pendaftar bahkan sampai 1.000 orang. Semenjak diangkat oleh yayasan menjadi kepsek di sekolah tersebut tahun 2014 silam, Husaini mengatakan dia tetap berupaya agar sekolah tersebut tetap diminati masyarakat.

Apalagi lokasi bangunan SMA PGRI 2 berada di lingkungan yang strategis di Banjarmasin Barat. Lahan bangunan juga luas. “Lingkungan dan kondisi sekolah yang bagus lebih menarik minat para orangtua untuk mendaftarkan anaknya,” pungkasnya.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Provinsi Kalsel, Hj Mardiana, mengatakan ada beberapa faktor kenapa orang lebih memilih sekolah negeri ketimbang swasta. Pertama faktor biaya sekolah. "Masyarakat tentu memilih yang gratis," ucapnya.

Kemudian faktor zonasi. Mski nilainya tinggi tapi siswa tetap harus mencari sekolah yang paling dekat dengan tempat tinggalnya.

Kemudian faktor fasilitas pembiayaan, semacam Kartu Indonesia Pintar (KIP). "Ini memberikan kemudahan bagi warga kurang mampu untuk bersekolah di negeri," ujarnya.

Dia mengatakan sekolah sebaiknya tidak usah menggunakan sistem zonasi karena bisa membuat sekolah swasta kehilangan pendaftar."Kembali saja menggunakan sistem penerimaan sebelumnya jadi anak yang punya kemampuan dan nilai tinggi bisa memilih sekolah yang diinginkannya,” ujarnya. (gmp/ran/ema)


BACA JUGA

Minggu, 25 Agustus 2019 15:21

Semangati Petani, Paman Birin Bagikan Sepeda dan Alat Pestisida

BANJAR - Sebagai bentuk syukur atas melimpahnya hasil panen padi,…

Minggu, 25 Agustus 2019 14:51

Simpang LIK LA Darurat Traffic Light

BANJARBARU - Angka kecelakaan lalu lintas di Banjarbaru cenderung tinggi.…

Minggu, 25 Agustus 2019 11:38

Pungut Sampah Plastik di CFD, Alfamart Dukung Gerakan Bebas Kantong Plastik

BANJARBARU - Puluhan orang berbaju merah terlihat memungut sampah plastik…

Sabtu, 24 Agustus 2019 08:38

Dibantu Yusril Ihza Mahendra, Silo Group Gagalkan Upaya Pemprov Cabut Izin Tambangnya di Kotabaru

BANJARMASIN - Pemprov Kalsel harus menelan pil pahit. Karena, upaya…

Sabtu, 24 Agustus 2019 08:31

Tarik Menarik Posisi Bupati: Wacana Koalisi PDIP-Nasdem di Kotabaru

KOTABARU – Politik di Saijaan makin dinamis. Para tokoh politik…

Sabtu, 24 Agustus 2019 08:29

Berangkat Haji Sendiri, Nini Kayuh Meninggal di Pesawat

RANTAU - Duka mendalam diterima keluarga Noorjannah dan keluarga Kayuh…

Sabtu, 24 Agustus 2019 08:25

Pengesahan Raperda Retribusi Minuman Beralkohol Ditunda, Ibnu Hindari Polemik

BANJARMASIN - DPRD Banjarmasin menggelar rapat paripurna, kemarin (23/8) sore.…

Sabtu, 24 Agustus 2019 08:21

Belum Dilantik, Anggota DPRD Sudah Minta Laptop

BANJARMASIN - Anggota DPRD Banjarmasin periode 2019-2024 baru akan dilantik…

Sabtu, 24 Agustus 2019 08:16

Pedagang Pasar Beras Belum Tahu Akan Dipindah ke Mana, Penyiringan Muara Kelayan Terancam Molor

BANJARMASIN – Rencana pembangunan Siring Muara Kelayan sepanjang 400 meter…

Sabtu, 24 Agustus 2019 07:59

Dana Cadangan Pilkada Kalsel, Siap

BANJARMASIN - Dana cadangan pelaksanaan Pilkada 2020 di Kalsel sebesar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*