MANAGED BY:
JUMAT
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 19 Juli 2019 11:31
Mendesak..! Kalsel Kekurangan Tenaga Arsiparis, Idealnya Punya 55 Orang, Kita Hanya Punya 5
Ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARBARU - Kebutuhan Kalsel akan tenaga fungsional arsiparis sepertinya semakin mendesak. Pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan kearsipan pada instansi pemerintahan ini semakin berkurang setiap tahunnya.

Saat ini, Kalsel hanya punya 5 orang arsiparis. Padahal idealnya, untuk mengamankan dan melindungi dokumen dan arsip-arsip berharga, Kalsel harusnya punya 55 arsiparis.

Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispersip) Kalsel Nurliani Dardie Hj Nunung mengatakan persoalan ini terlihat sepele, tetapi sebenarnya sangat serius. "Kalau yang lima orang arsiparis itu pensiun lalu bagaimana?" ucapnya yang mengatakan hal ini harus segera diperhatikan oleh para pemangku kepentingan di Kalsel.

Apalagi Kalsel punya pengalaman pahit dengan arsip. Gara-gara tidak tertib melindungi dokumen, Pulau Lari-Larian yang sejatinya berada di wilayah teritorial Kalsel, akhirnya menjadi sumber ketegangan dengan provinsi tetangga, Sulawesi Barat.

Kepala Sub Direktorat Daerah I Arsip Nasional Abdul Haris M Ali, sempat menyinggung kasus ini dalam acara konsultasi dan bimbingan arsip, Rabu (17/7). Andai saja dokumen dan arsip tentang pulau itu lengkap, tentu tidak akan menjadi sengketa.

Karena itu, untuk menindaklanjuti kritik dari pusat ini, Nurliani mengatakan dia segera mengusulkan adanya perekrutan tenaga arsiparis untuk menjaga hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi.

"Saya akan melaporkan persoalan ini kepada pimpinan, sekaligus berkoordinasi dengan SKPD maupun Biro terkait untuk mencari solusi dengan mengadakan rekrutment CPNS tenaga arsiparis," ucapnya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Apalagi jika depo arsip akan segera selesai di tahun 2020. Tentunya urgensi arsiparis sangat mendesak sebagai penunjang. "Prasarana Insya Allah akan diadakan secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir ini," ucapnya.

Dia mengatakan sejauh ini, Pemprov melalui Dispersip sangat serius melakukan pembenahan terhadap arsip daerah. Namun sekeras apapun upaya Dispersip membangun literasi dan menjaga arsip, tetap perlu dukungan SDM yang memadai baik dari kuantitas dan kualitas. "Tentunya kami berharap dukungan penuh Gubernur Kalimantan Selatan ," ucapnya.

Sementara itu, penguatan fungsi perpustakaan juga sedang ditingkatkan. Peran dan fungsi perpustakaan saat ini harus digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Yakni, dengan cara mewujudkan perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Guna melihat perkembangannya di Kalsel, Kamis (18/7) kemarin digelar Forum Pemantauan dan Evaluasi Kebijakan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Hotel Novotel Banjarbaru.

Dalam kesempatan itu, Direktur Pendidikan Tinggi Iptek dan Kebudayaan Bappenas Hadiyat menyebut, pemerintah telah memasukkan perpustakaan sebagai program prioritas nasional sebagai upaya mensejahterakan masyarakat melalui layanannya yang berbasis inklusi sosial.

"Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial bertujuan untuk memperkuat peran dan fungsi perpustakaan, agar tidak hanya sekadar tempat penyimpan dan peminjam buku. Tapi menjadi wahana pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat," jelasnya.

Dia menambahkan, melalui forum yang digelar di Novotel tersebut, pihaknya ingin masyarakat bersama pemerintah menyadarkan semua orang akan pentingnya literasi untuk kesejahteraan. "Hal itu harus didukung dengan upaya kita bersama dalam meningkatkan gemar membaca. Ya ujung-ujungnya untuk meningkatkan kualitas hidup masing-masing," tambahnya.

Menurutnya, saat ini tingkat kegemaran membaca masyarakat masih rendah. Belum lagi dengan era digital sekarang, semakin membuat orang malas ke perpustakaan lantaran lebih suka membaca lewat ponsel.

"Membaca lewat ponsel sebenarnya tidak ada salahnya. Tapi, membaca buku koleksi di perpustakaan juga penting. Dan pendalamannya pun akan berbeda," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Nurliani Dardie menyampaikan, sesuai kebijakan pemerintah tersebut, kini perpustakaan Pemprov Kalsel atau biasa disebut Perpustakaan Palnam sudah melaksanakan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

"Sebagaimana program pemerintah, perpustakaan tidak hanya sebagai tempat orang membaca dan meminjam buku. Tapi, bertransformasi juga menjadi tempat berkegiatan masyarakat. Sehingga, perpustakaan diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan," ucapnya.

Bertransformasi berbasis inklusi sosial, berbagai inovasi layanan dan perlengkapan pun sudah ditambah Perpustakaan Palnam. Salah satunya, perpustakaan anak (Kids Library) yang bisa menarik anak-anak untuk datang. Karena dilengkapi dengan berbagai permainan edukasi yang sangat modern.

Selain itu, perpustakaan yang ada di Jalan A Yani Km 6 Banjarmasin itu juga dilengkapi fasilitas penunjang lainnya. Seperti gazebo dan ruangan untuk berbagi pengalaman, belajar dan diskusi dengan bahan bacaan terapan. Baik tercetak maupun digital. Sehingga membawa nuansa perpustakaan yang ramah dan menarik. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 20 September 2019 12:11

Sekolah Diminta Transparan Gunakan Dana BOS

BANJARMASIN - Tahun depan, Pemerintan Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan…

Jumat, 20 September 2019 11:05

Ananda Ada Hati ke PDIP, Lagi Tunggu 'Hilal' Golkar Kalsel

BANJARMASIN - Bursa kandidat pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali…

Jumat, 20 September 2019 10:31

Cuma 4000 Pelanggan Taat bayar Tagihan PDAM

BANJARMASIN - Meriahkan harjad kota ke-493, PDAM Bandarmasih mengundi hadiah…

Jumat, 20 September 2019 10:20

Kabut Asap Terus Terulang, Wakil Rakyat ikut Prihatin

BANJARMASIN - Kabut asap yang belakangan melanda Kalsel sudah sangat…

Jumat, 20 September 2019 10:18

Anggota Dewan Asal Kotabaru Ingin Tuntaskan Jembatan Pulau Laut

BANJARMASIN - Pembangunan jembatan Pulau Laut masih tersendat-sendat. Ini menjadi…

Jumat, 20 September 2019 09:44
Pemprov Kalimantan Selatan

Menteri PAN-RB Apresiasi Implementasi Lapor Paman

BANJARBARU - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB)…

Jumat, 20 September 2019 09:40
Pemko Banjarbaru

Gerai Pelayanan Publik Terpadu Diresmikan

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani Kamis (19/9) tadi…

Jumat, 20 September 2019 09:32
Pemkab Tanah Bumbu

Bangun Komunikasi yang Harmonis

BATULICIN - Ketua TP-PKK Tanbu Hj Sadariah melantik Ketua TP-PKK…

Jumat, 20 September 2019 09:30
Pemkab Tanah Bumbu

Tanbu Pilot Project Kementerian Keuangan

BATULICIN - Pemkab Tanbu menjadi satu dari 16 kabupaten/kota di…

Jumat, 20 September 2019 09:29
Pemkab Tanah Bumbu

Jajaran Pemkab Salat Istisqo

BATULICIN - Musim kemarau yang panjang mengakibatkan kekeringan melanda beberapa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*