MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Sabtu, 20 Juli 2019 09:04
Kalsel Minim Pengawas Ketenagakerjaan
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnaker) Provinsi Kalsel, Sugian Noorbah

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Kalsel masih minim pengawas ketenagakerjaan. Jumlah petugas pengawas yang tersedia saat ini baru 38 orang. Sementara jumlah perusahaan yang harus diawasi sebanyak 4.225.

“Masih jauh sekali. Idealnya dengan jumlah perusahaan sebanyak itu seharusnya 84 pengawas, atau satu orang petugas mengawasi 50 perusahaan,” kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Provinsi Kalsel, Sugian Noorbah yang ditemui usai rapat dengan Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, Jumat (19/7) sore.

Harapannya, pemerintah daerah bisa menambah petugas pengawas. Meskipun pekerjaan ini merupakan jabatan fungsional, tidak semua ASN berminat. “Kurang diminati, entah kenapa,” ucap mantan Kepala Dinas Perkebunan Kalsel ini.

Jika nanti ada penambahan petugas pengawas ketenagakerjaan, mereka akan disebar ke seluruh balai yang ada di Kalsel. Kalsel mempunyai empat balai.

Balai I yang ada di Banjarmasin memiliki wilayah kerja Barito Kuala (Batola) dan Banjarmasin. Balai II di Banjarbaru, wilayah kerjanya Banjarbaru, Tapin, Banjar, dan Tanah Laut (Tala). Balai III yang berkantor di Balangan, wilayah kerjanya meliputi Balangan, HSS, HST, HSU dan Tabalong.

Sedangkan Balai IV yang berkantor di Tanah Bumbu (Tanbu), wilayah kerjanya Kotabaru dan Tanbu. “Setelah mereka menjabat sebagai petugas pengawas, mereka akan dilatih,” terangnya.

Ketua Komisi IV, Yazidi Fauzi menegaskan bahwa pihaknya selaku mitra kerja Disnakertrans berupaya mengusulkan penambahan petugas pengawas ketenagakerjaan. “Kendalanya satu, pengawas itu harus PNS. Kendala lainnya gaji atau insentif pengawas tidak seimbang dibandingkan dengan tugas yang dikerjakan,“ ujarnya.

Yazidi berjanji akan membicarakan hal ini dengan Bekauda dan BKD supaya meningkatkan insentif. Supaya ASN berminat untuk menjadi pengawas ketenagakerjaan. “Kita memahami saat orang bekerja ekstra keras, tapi reward-nya tidak sesuai,” ucapnya.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kalsel, Yoeyoen Indharto menyambut baik rencana pemerintah daerah menambah petugas pengawas ketenagakerjaan. “Sangat bagus. Pastinya mereka bisa menjalankan tugas sebagaimana fungsinya,” katanya.

Dia berharap para pengawas ketenagakerjaan menjunjung tinggi kredibilitas saat menjalankan tugas pengawasan ketenagakerjaan. “Supaya bisa dirasakan para pekerja kehadiran nyata dari pengawas ketenagakerjaan,” tuntasnya.(gmp//dye/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*