MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Sabtu, 20 Juli 2019 09:20
Kondisi Rumah Pemotongan Unggas Basirih Memprihatinkan, Hanya Tersisa 3 Pengusaha
MASALAH KLASIK: Dari tahun ke tahun, tak pernah terdengar kabar baik dari RPU Basirih. Dari limbah yang dikeluhkan masyarakat, hingga pengusaha unggas yang kapok memotong ayam di sana. | Foto: Noorhidayat/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Minim fasilitas, Rumah Pemotongan Unggas (RPU) Basirih di Jalan Tembus Mantuil enggan ditempati pengusaha unggas. Kondisinya terkini juga memprihatinkan, timbunan kotoran dan darah unggas menguarkan bau busuk.

Maka wajar upaya pemko untuk merelokasi aktivitas pemotongan ayam dari permukiman ke RPU tidak membuahkan hasil. Dalam dua tahun terakhir, banyak pengusaha unggas yang kapok berusaha di sana.

"Sekarang tertinggal tiga pengusaha saja yang masih bertahan di RPU rusak ini. Sejak tahun 2016 sudah banyak yang keluar. Kami sudah coba menyurati mereka untuk kembali," kata Kepala UPTD RPH Basirih Sulasno, kemarin (19/7).

Sulasno mengaku sering mendapat keluhan dari para pengusaha yang masih bertahan. Mereka menuntut UPTD supaya berbenah. Bangunan diperbaiki, fasilitas juga ditambah, setidaknya agar RPU itu layak ditempati.

"Apalah daya, usulan kami setiap tahun meminta anggaran untuk memperbaiki RPU tak pernah disetujui pemko," imbuhnya.

Alasannya, tak ada anggaran di bidang peternakan. Tapi Sulasno berjanji takkan menyerah memperjuangkan hal itu. "Tahun depan kami usulkan lagi. Kami takkan berhenti sampai pemko menyetujui," tegasnya.

Dia juga menyesalkan sikap para wakil rakyat. Fasilitas ini tak pernah diperhatikan DPRD. "Tak pernah ada peninjauan lapangan kemari oleh anggota dewan," tukasnya.

Sampai berita ini ditulis, belum ada jawaban dari Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina. Ibnu diketahui sedang berada di Surabaya.

Sementara Ketua DPRD Banjarmasin Ananda berjanji akan meneruskan masalah ini ke komisi terkait. Dalam hal ini Komisi II. "Akan saya sampaikan langsung dengan Ketua Komisi II. Kebetulan dulu saya juga di komisi itu. Dulu kami sangat gencar membahas RPU ini," ujarnya.

Ananda mengaku khawatir jika pengusaha memaksakan pemotongan di luar RPU. Dampak negatifnya bisa mengenai lingkungan dan kesehatan warga sekitar.

"Kami akan membahas APBD Perubahan dan rancangan APBD 2020. Biar komisi II cek dulu ke lokasi. Jika memang mendesak untuk dibenahi, bisa dibantu dianggarkan," pungkas politikus Golkar itu. (mr-154/fud/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*