MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 20 Juli 2019 10:25
Bikin Egrang Untuk Bocah, Imbau Orang Tua Tak Berikan Gadget

Ketika Tentara Masuk Desa di Pelosok Kotabaru

PERMAINAN TRADISIONAL: Para tentara membuat egrang untuk anak-anak di Desa Subur Makmur, Kotabaru, Jumat (19/7) kemarin. | FOTO: ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Tentara masuk desa biasanya punya cerita sendiri. Seperti di ujung Banua, memori masa kecil membuat Kapten Inf Tata Ramdan meminta pasukan membuat egrang.

-- Oleh: Zalyan Shodiqin Abdi, Pulau Laut --

TMMD, biasa dikenal dengan sebutan tentara masuk desa. Di Kotabaru tahun ini diadakan di pelosok Pulau Laut. Tepatnya di Subur Makmur. Sekitar 100 kilometer dari pusat kota.

Danramil Pulau Laut Barat, Kapten Inf Tata M Ramdan bersama 113 prajurit ditugaskan di sana. Sejak 11 Juli 2019 tadi.

Sudah biasa dalam TMMD, meski program kerja ada, namun pelaksanaannya tidak sesederhana di atas kertas. Misalnya, bedah rumah penduduk. Awalnya memakai kalsiboard, namun perintah atasan tiba-tiba minta ubah batako. Tidak ada pilihan bagi pasukan, mereka harus melaksanakannya.

Masalahnya, anggaran biasanya turun belakangan dari pusat. Sederhananya, TNI harus melaksanakan kerja sebagus-bagusnya dengan dana terbatas.

"Jangan tanya apa yang sudah negara berikan padamu. Tapi tanya apa yang sudah kamu berikan buat negara" kata Kapten Syaiful Bahri disambut tawa rekan-rekannya.

Tiap program tentara masuk desa, warga tidak jarang heran. Melihat pasukan itu seperti bisa apa saja. Aduk semen. Nyadap karet. Giling padi.

Di lain pihak para tentara sendiri dituntut kreatif. Mengerjakan apa yang tidak tertuang dalam rencana. Asal hasilnya positif.

Atasan menagih laporan hampir tiap saat. Atasan atasannya lagi menagih serupa. Sampai tingkat pusat. Disertai foto dan video.

Zaman berubah. Jika dulu para tentara cukup bekerja membangun desa saja. Di era digital mereka pun wajib foto dan video. Dua kali lipat lelahnya.

Beberapa data-data kegiatan itu biasa dibagi humas Kodim 1004 kepada para jurnalis lokal.

Jumat (19/7) pagi kemarin, pekerjaan tidak sepadat hari biasa. Waktu terbatas. Tata Ramdan terlihat belum puas dengan giat hari itu.

Dia mencari alternatif. Kebetulan tentara kurus tinggi itu melihat anak-anak remaja SD pulang sekolah. Di desa, anak SD yang usia muda jarang punya hape. Mereka terkadang menonton anak SD tingkat akhir atau pelajar SMP bermain gadget.

Ekonomi penduduk Subur Makmur rata-rata menengah. Mayoritas kerja di ladang atau kebun. Khas penduduk eks transmigrasi.

"Tiba-tiba timbul saja idenya itu. Lihat anak-anak gak ada mainan," ujar Tata dengan logat khas Jawa Barat.

Tata sudah lama tugas di Kabupaten Kotabaru. Anak lelakinya satu orang jadi polisi. Tugas di Polres Kotabaru.

Tata meminta pasukan menebang pohon bambu. Panjang-panjang bambu di Subur Makmur. "Bikinkan egrang anak-anak. Kasih tahu mereka," ujarnya saat itu.

Ramailah para pelajar. Ada yang sudah lepas baju seragam. Ada masih paka pramuka. Merubung tentara. Bambu digergaji. Dipotong-potong. Sebentar saja. Jadilah egrang.

Seorang tentara menaiki egrang. Berjalan-jalan. Kakinya seolah jadi panjang. "Sambil nendang bisa Ndan?," kata seorang remaja. Tentara pun menendang, tidak jatuh. Bocah-bocah tertawa geli.

"Ternyata anak-anak itu gak ada bisa naik egrang," kata Tata. Dia seperti tidak percaya. Faktanya begitu.

Digilirlah bocah-bocah itu naik egrang. "Lurus kakinya," kata tentara mengajarkan.

Ketika aksi itu sampai ke Makodim, Dandim Letkol Inf Rony Fitriyanto melontarkan pujian. "Mantap, kreatif," ujarnya.

DI Pulau Laut, seperti daerah lain yang digerus kemajuan teknologi, permainan tradisional memang semakin memudar. Era digital mampu menggerus banyak permainan fisik anak-anak dulu.

Tak terkecuali di desa-desa. Walau tidak seperti di kota karena sinyal dan sarana terbatas. Namun malam-malam, di jembatan, atau di bawah pohon ramai anak remaja main game online.

Di desa pelosok Kabupaten Kotabaru, jika ada anak bergerombol memegang hape main game, artinya itulah titik sinyal internet terkuat di lingkungan mereka.

Kepada penulis, Tata mengaku haru melihat anak-anak belum biasa main egrang. "Ternyata permainan tradisional memang lama-lama akan tenggelam sama hape," ujarnya.

Padahal menurut Tata, permainan tradisional jauh lebih baik daripada game online. "Kan di lapangan. Anak-anak gerak badannya, juga sosialisasi sama kawan-kawan. Hape kan enggak."

Ia mengimbau para orang tua tidak memberikan gadget sepenuhnya pada anak-anak. "Jangan hape terus. Makan di rumah, semua sibuk main hape."(ran/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Agustus 2019 08:51

Mengenal Malik, Pedagang Sayur Keliling yang Tampil Nyentrik

Sayur cil, sayur cil, itulah kata-kata yang digunakan Malik (23)…

Kamis, 22 Agustus 2019 10:47

74 Tahun Indonesia Merdeka, Desa Sakadoyan Belum Menikmati Listrik

74 tahun Indonesia merdeka, namun Desa Sakadoyan di Kotabaru masih…

Kamis, 22 Agustus 2019 10:44

Publik Helsinki dan Tallin Antusias Simak Kisah Bekantan

Sekali lagi Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) berkesempatan mengenalkan Bekantan ke…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:13

Perlu Gila dalam Dosis yang Cukup

Ruang Kreatif menggelar road show. Kemarin (20/8) sore di Gedung…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:01

Semua Gembira dapat Buku Kalsel Cerdas

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor kembali turun ke desa-desa…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:26

Bendera Negara Lain di HUT RI, Begitu Didatangi Ternyata Cuma Kakek Pasang Umbul-Umbul

Gara-gara pasang bendera yang ada warna biru-nya, sebuah rumah di…

Senin, 19 Agustus 2019 12:27

Berbincang dengan PSK di Bawah Umur di Banjarmasin

Prostitusi anak adalah kenyataan yang tidak bisa diabaikan di Kota…

Senin, 19 Agustus 2019 10:25

Melihat Kemeriahan Pegunungan Meratus di Hari Kemerdekaan

Jauh dari kota, nun di pegunungan Meratus, warga Dayak memperingati…

Minggu, 18 Agustus 2019 10:05

Melihat Aksi Ibu-Ibu Meriahkan HUT Kemerdekaan: Setahun Sekali, Buat Apa Malu

Memperingati HUT Kemerdekaan RI, berbagai lomba digelar di kompleks-kompleks perumahan.Peserta…

Jumat, 16 Agustus 2019 14:09

Persiapan Upacara Bendera di Bawah Laut di Pulau Kerayaan Kotabaru

Memang di level nasional. Upacara pengibaran bendera merah putih di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*