MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Minggu, 21 Juli 2019 16:59
Uang Nasabah Tetiba Raib

Gangguan sistem IT Bank Mandiri

GANGGUAN: kantor Cabang Bank Mandiri Pangeran Samudera Banjarmasin ramai didatangi nasabah menyusul gangguan sistem IT di bank tersebut.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Gangguan sistem IT Bank Mandiri yang dirasakan nasabah Sabtu (20/7) kemarin, membuat kantor Cabang Bank Mandiri Pangeran Samudera Banjarmasin ramai didatangi pengguna jasa bank umum Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini. Karena uang di rekening mereka tetiba berkurang hingga ratusan juta, bahkan ada tak tersisa satu rupiah pun.

Seperti dirasakan Zainal Ilmi. Pedagang kain di Pasar Ujung Murung ini mengaku uang tabungan di rekeningnya lenyap hampir Rp100 juta. “Tabungan saya tersisa sekitar Rp50 juta. Padahal hari ini (kemarin) mau transaksi,” ungkapnya saat ditemui Radar Banjarmasin, kemarin.

Nasabah Baihaki, lebih besar lagi. Uangnya di tabungan yang mencapai Rp1 miliar, hanya tersisa Rp600 juta. “Saya dapat kabar banyak nasabah kehilangan uang tabungan. Setelah saya cek, tabungan saya juga raib, nilainya mencapai Rp400 juta,” tuturnya.

Sedangkan Hilmi, nasabah yang mengaku sudah 5 tahun menggunakan Bank Mandiri, kemarin mengaku saldo di tabungannya malah nol Rupiah. “Saya sempat shock. Saya kira tabungan saya ada yang menjebol,” tuturnya.

Dikatakannya, saldo tabungan semula Rp230 juta. Itu pun separuhnya uang titipan mertua. “Kemarin baru di transfer rekanan sebanyak Rp12 juta. Tahu-tahu paginya raib semua,” terang Hilmi.

Bank Mandiri Cabang Pangeran Samudera sendiri belum bisa memastikan jumlah nasabah yang terdampak karena gangguan IT ini. Jika melihat nasabah yang datang ke kantor cabang ini kemarin, jumlahnya mencapai seratusan. Keluhan nasabah sama, tabungan mereka tiba-tiba raib. “Saya jadi takut bertransaksi dengan Bank Mandiri. Mana nyaman hati ketika melihat saldo tabungan tiba-tiba kosong,” ucapnya.

Gangguan ini juga berdampak terhadap pelaku usaha. Salah satunya sektor ekspedisi. Dimana transaksi pembayaran kontainer harus menggunakan rekening Bank Mandiri.

Salah satu karyawan di bagian keuangan perusahaan ekspedisi di Banjarmasin, Mahrita mengaku bingung jika gangguan ini hingga waktu lama. “Setiap transaksi kami menggunakan rekening Bank Mandiri. Padahal hari ini (kemarin) jatuh tempo pembayaran kontainer,” keluhnya kemarin.

Menurutnya, aplikasi pembayaran yang sudah jalan selama ini di Pelindo, baik pembayaran sandar tongkang maupun biaya kontainer, sudah enam tahun memakai bank ini. “Ada rekening bank lain. Namun, aplikasi pembayaran harus memakai Bank Mandiri,” keluhnya.

Dia berharap, gangguan ini tak berlangsung lama. Pasalnya, bagi pelaku usaha transaksi tak mengenal hari libur. “Rata-rata dalam sehari saya mengeluarkan dana untuk pembayaran mencapai Rp45 juta. Gimana mau transaksi ketika gangguan seperti ini,” ujarnya.

Rita sendiri sengaja datang ke Bank Mandiri Cabang Pangeran Samudera kemarin pagi. Pasalnya, transaksi pembayaran selalu tertolak. Alih-alih ingin melakukan transaksi, saldo tabungan berkurang. Padahal, sepengetahuan dirinya tak pernah dilakukan penarikan. “Nilainya tak usah saya sebut, berkurang jutaan Rupiah,” bebernya.

Selain didatangi nasabah yang kehilangan uang di rekening. Nasabah lain pun ramai mendatangi ATM. Mereka mengambil uang di tabungan lantaran takut uangnya turut raib. “Takut saja seperti nasabah lain. Meski uang saya hanya jutaan Rupiah. Mending saya kosongkan dulu,” tutur Hendri.

Hal serupa dikatakan Widia, ibu dua anak ini mengaku takut uangnya raib seperti saudaranya yang kehilangan uang sekitar Rp11 juta. “Selain mengurusnya repot. Saya juga tak punya waktu. Mending saya tarik di ATM,” ujarnya.

Vice Presiden Bank Mandiri Cabang Banjarmasin Adi Mulya mengungkapkan, kejadian ini sangat tak diduga dan di luar kehendak apalagi kesengajaan. Dia memastikan uang nasabah yang berkurang tersebut akan kembali sediakala.

Pihaknya sendiri belum mendapat penjelasan dari Bank Mandiri pusat soal gangguan kemarin. “Memang ada masalah terhadap sistem IT kami. Saat ini sedang dalam proses perbaikan. Nasabah kami himbau tetap tenang dan jangan panik,” ujar Adi kemarin.

Dia mengatakan, gangguan kemarin tak semua nasabah Bank Mandiri yang terkena imbas. Menurutnya, mayoritas nasabah yang terpapar, adalah mereka yang transaksi di tanggal 18 dan 19 Juli. “Tak semua kena dampak. Ini semacam upgrade sistem,” ujarnya. 

Tenang, Rekening Nasabah Aman

 

Sementara itu, Radar Banjarmasin kemarin juga menerima rilis dari Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas. Bank Mandiri pun menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening.

 

“Saat ini kami informasikan dan tegaskan bahwa perubahan tersebut terjadi pada saat perpindahan proses dari core system ke back up system yang rutin dilaksanakan di akhir hari. Namun pada kali ini, terjadi error pada data saldo 10% nasabah Bank Mandiri,” ujar Rohan.

 

Bank Mandiri lanjutnya, menjamin saldo nasabah akan segera pulih dalam waktu 2-3 jam, karena sebelum perpindahan selalu dilakukan backup data saldo nasabah.

 

Ia juga mempersilahkan Nasabah yang ingin melakukan pengecekan rekening tabungannya ke kantor cabang Bank Mandiri. Rohan meminta nasabah untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. "Sekali lagi kami memohon maaf dan kami pastikan rekening nasabah, aman," tegas Rohan.

 

Pasca proses normalisasi saldo rekening nasabah, Bank Mandiri memastikan seluruh layanan kembali beroperasi normal. Layanan tersebut meliputi mandiri online, internet banking, sms banking, ATM dan EDC. “Saat ini layanan sudah pulih dan kami senantiasa memastikan keamanan rekening nasabah,” ujarnya kemarin sore.

 

Bank Mandiri ujarnya selalu mengutamakan kenyamanan dan keamanan bertransaksi. “Terima kasih kepada nasabah yang telah memberikan kepercayaan dalam menggunakan layanan Bank Mandiri,” tandas Rohan. (mof/bin)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*