MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 23 Juli 2019 08:26
KONI Banjarbaru Tersandung Dana Hibah, Nilainya Capai 6,7 Miliar Rupiah, Begini Penjelasan Pihak Terkait
UMUMKAN INDIKASI KORUPSI: Kepala Kejaksaan Negeri Banjarbaru, Silvi Desty Rosalina (tengah) menaikkan status kasus dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Pemko Banjarbaru, pada Senin (22/7). | Foto: Muhammad Rifani/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Kejaksaan Negeri Banjarbaru memilih waktu yang spesial untuk mengumumkan dugaan kasus korupsi besar di Banjarbaru. Di tengah perayaan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke 59 Senin (22/7) kemarin, Korps Adhyaksa ini menelisik ada dugaan tindak pidana korupsi di tubuh Komisi Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banjarbaru.

Kajari Banjarbaru, Silvia Desty Rosalina yang mengumumkan temuan ini mengungkapkan dugaan tindakan rasuah tercium dari dana hibah pemerintah kota Banjarbaru untuk KONI Banjarbaru. "Tindak korupsi dana hibah ini di tahun anggaran 2018," ucapnya.

Kejaksaan sepertinya telah melihat indikasi korupsi yang jelas pada kasus ini, mengingat begitu cepatnya tahapan penyelidikan dinaikkan ke penyidikan. Hanya butuh waktu dua pekan. Silvi menyebut tindak pidana korupsi ini total dananya mencapai 6,7 Miliar Rupiah. "Tepatnya Rp 6.651.750.000."

Meski telah masuk tahapan penyidikan. Penetapan tersangka masih belum dilakukan. Kejaksaan saat ini masih memeriksa saksi-saksi yang terkait kasus ini. "Kami masih dalam proses penyidikan, selanjutnya kita akan melakukan pemanggilan para saksi-saksi. Untuk waktunya secepatnya pasca momentum HBA ini," katanya.

Dia mengatakan dari penyidikan kasus ini pihaknya telah memintai keterangan hampir 20 orang. "Untuk siapa yang dimintai keterangan, kita umumkan ke depannya," ujarnya yang menyimpan rapat-rapat nama saksi.

Silvi sendiri enggan merincikan detil kasusnya. Dia hanya menjawab penyelidikan berawal dari laporan masyarakat tentang adanya anggaran hibah KONI yang tidak sesuai peruntukkannya.

Apa yang dimaksud dengan ketidaksesuaian peruntukkan ini? Silvi mengatakan semisal berbagai macam kegiatan yang tidak sesuai dengan yang diajukan. Namun sekali lagi, Silvi tak mau lebih banyak membeberkan soal contoh kegiatan yang dimaksud.

Beredar kabar dugaan penyalahgunaan dana hibah ini terkait pembagian bonus Atlet Kota Banjarbaru yang berlaga di Porprov Tabalong 2017 lalu. Silvi enggan mengonfirmasi.

--

Menyeruaknya kasus ini mengagetkan banyak pihak. Khususnya Pemerintah Kota Banjarbaru. Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani sendiri mengaku cukup kaget cepatnya kasus ini naik ke tahapan penyidikan.

Yang diketahuinya memang ada pemeriksaan saksi -saksi oleh Kejaksaan. Saksi-saksi ini adalah para pengurus cabang olahraga (cabor) di Banjarbaru. Nadjmi mengatakan dia akan berkonsultasi dengan bagian hukum Banjarbaru terlebih dahulu untuk melihat opini hukum tentang ini.

"Untuk saat ini kami belum bisa menanggapi," ucapnya seusai menggelar Rapat Paripurna di Gedung DPRD Banjarbaru, Senin (22/7) siang.

--

Kepala BPKAD (Badan Pengelola Keuangan & Aset Daerah) Kota Banjarbaru Jainudin, mengatakan memang ada anggaran dana hibah mencapai 6,7 Miliar rupiah untuk KONI Banjarbaru di tahun 2018. "Di antaranya kalau tidak keliru, 4,3 miliar dalam rangka bonus pada Atlet Banjarbaru berpestasi (Porprov Tabalong 2017) dan sisanya uang pembinaan KONI Banjarbaru," ujarnya yang mengatakan uang pembinaan KONI diberikan setiap tahun.

Jainudin tidak melihat adanya indikasi pelanggaran dalam mekanisme penyaluran dana hibah ini. KONI selaku penerima Hibah telah menyampaikan usulan pencairan dana setelah melengkapi persyaratan melalui SKPD Teknis, Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya & Pariwisata (Disporabudpar) Banjarbaru.

"Sebagaimana dalam aturan, kita selaku dari BUD (Bendahara Umum Daerah) wajib menyalurkan dana hibah tersebut kepada penerima. Pencairan itu usai melewati tahapan verifikasi dan dievaluasi oleh Dinas Teknis (Disporabudpar)," tambahnya.

Dalam proses pengajuan dana hibah, pemohon wajib melengkapi beberapa berkas yang dipersyaratkan. "Kalau sudah lengkap, ya kita akan menyalurkannya."

Lalu bagaimana dengab pengawasan dari penggunaan atau pengalokasian dana hibah ini? Jainudin sekali lagi menjawab pihaknya hanya penyalur maka wewenang itu ada di ranah Dinas Teknis.

"Tugas kami hanya menyalurkan. Yang jelas apabila tahun anggaran telah berakhir, penerima wajib menyampaikan laporan penggunaan dana kepada Pemko. Kalaupun ada sisa dana, maka itu wajib dikembalikan setelah melewati tahapan pemeriksaan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan)," paparnya.

--

Ketua KONI Banjarbaru, Daniel Itta menyebut jika Dana hibah KONI itu sebenarnya untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Tabalong tahun 2017. Termasuk bonus bagi atlet berprestasi yang dibagikan.

"Dan bonus atlet tidak satu sen pun dipotong oleh KONI. Lalu bonus juga sampai ke semua atlet yang mendapat medali di Porprov," tegas Daniel. Dari data Radar Banjarmasin pembagian bonus atlet berprestasi Banjarbaru terjadi pada Maret 2018 silam.

Mengapa baru dibagikan di tahun 2018?

Daniel mengatakan pembagian bonus itu seharusnya disalurkan pada tahun 2017 sesuai rencana. Namun lantaran jumlah bonus bertambah, maka di anggaran tahun 2018 diusulkan lagi tambahan untuk mengakomodir para atlet yang berprestasi.

Pada Porprov Kalsel 2017 di Tabalong, kontingen Banjarbaru memang meraih 83 medali emas, 67 medali perak dan 97 perunggu. Hasil ini melebihi target yang telah ditetapkan KONI sebesar 71 emas. Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani menjanjikan bonus Rp15 juta bagi atlet yang meraih medali emas.

Serta, Rp7,5 juta untuk peraih perak dan Rp5 juta bagi medali perunggu. Saat Porprov selesai pada 8 Oktober 2017, atlet pulang dan menagih bonus mereka. Sayangnya, karena anggaran tak mencukupi, bonus dianggarkan pada tahun 2018.

Saat itu, Ketua KONI masih dijabat Kamsun. Daniel Itta baru terpilih pada menjadi Ketua KONI Banjarbaru pada Februari 2018, menggantikan Kamsun yang meninggal pada 14 Desember 2017.

Soal adanya temuan kejaksaan yang berindikasi korupsi, Daniel mengaku tidak mengetahui temuan yang dituduhkan karena semua sudah dilakukan sesuai prosedur. Dia sendiri mengaku semua sudah dilakukan sesuai prosedur. "Kita menghormati proses Kejaksaan (Kejari Banjarbaru," pungkasnya yang mengaku sedang mendampingi tim Baseball Kalsel di ajang Pra PON Jakarta. (rvn/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*