MANAGED BY:
RABU
18 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 24 Juli 2019 11:18
Arroyhani Asfah, Kembangkan Selada di Dataran Berawa

Untuk Buktikan Selada Tak Hanya Subur di Bromo

SUBUR: Arroyhani dengan sayuran seladanya yang dikembangkan di daerah terendah di Kalimantan Selatan. | FOTO: MUHAMMAD AKBAR/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Arroyhani Asfah baru 21 tahun. Namun berkat keuletannya, selada khas dataran tinggi mampu dikembangkan di Kota Amuntai. Dia akhirnya menjadi pemasok sayuran untuk gerai burger dan kebab.

-- Oleh: MUHAMMAD AKBAR, Amuntai --

Tinggal di daerah dengan lahan rawa seperti Hulu Sungai Selatan membuat Arroyhani harus memutar otak untuk menanam sayuran semacam selada. Sayuran yang biasa dijadikan salad itu memang tidak akrab dengan dataran rendah.

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Amuntai akhirnya menyulap lahan pekarangannya menjadi kebun kekinian dengan metode Hidroponik dan rakit apung untuk jenis sayur selada, pakcoy sampai bayam merah.

Ketiga jenis sayur yang dikembangkan Roy tersebut, merupakan bahan utama kebutuhan gerai burger dan kebab yang ada di HSU, Tanjung Kabupaten Tabalong, Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah, hingga ke daerah Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah.

"Saya tidak distribusi langsung. Namun pihak gerai burger dan kebab khas makanan Turki lah yang membagi sayuran ke lokasi gerai rekanan mereka," kata Roy dijumpai wartawan koran ini di rumahnya di sekitar Objek Wisata Purbakala Candi Agung di Kelurahan Sungai Malang.

Roy memilih mengembang sayur yang sulit dijumpai di lahan pertanian yang geografisnya rendah seperti di Amuntai, bukan tanpa alasan. Pertama, ia ingin membuktikan bahwa selada, pakcoy dan bayam merah yang tumbuh subur di daerah dataran tinggi bersuhu dingin seperti di perkebunan Bromo Jawa Timur, bisa dikembangkan melalui teknologi sederhana di HSU.

Alasannya selanjutnya, saat ini selada masih mengandalkan pasokan luar. Sayur-sayuran yang diminati didatangkan dari Jawa. “Ini menjadi peluang bisnis,” ucapnya.

Ketiga, dia sekaligus memotivasi masyarakat untuk gemar bercocok tanam. Tak perlu harus memiliki kebun dengan tanah yang luas. Dengan metode tertentu, lahan atau pekarangan yang minim juga bias menghasilkan.

Uniknya Roy mengambil jurusan Agribisnis Pertanian di bangku kuliah, bukan teknik pertanian. Dia belajar teknik pertanian dari buku-buku dan internet. Sistem hidroponik dengan metode DFT (Deep Flow Technique) juga diaksesnya melalui channel YouTube. Tak disangka dari iseng tersebut, tanaman rintisan berupa Selada bisa berhasil.

Roy mengatakan modal yang dikeluarkan pertama kali kurang lebih Rp 3 juta. Orang tuanya turut mendukung dengan memberi tambahan dana. Saat ini, dengan modal lebih dari 25 juta, pengetahuan Roy tentang teknik pertanian semakin kaya.

Dia menguasai metode rakit apung sampai Nutrient Flow Technique, yang semuanya mempunyai usia panen yang lebih cepat. Untuk pembibitan sampai berdaun membutuhkan waktu 13 hari. Lalu dipindahkan ke instalasi peremajaan yang membutuhkan waktu enam belas hari. Fase tiga, dilanjutkan pembesaran sekitar 16 hari. “Mulai proses pembibitan sampai panen memakan waktu 45 hari untuk rakit Apung,” jawabnya.

Sementara metode lainnya memakan waktu yang lebih lama. Semua sayur-sayuran ini tidak menggunakan pupuk kimia melainkan organik.

Roy mengatakan sayur selada miliknya sudah ada yang memesan meski belum dipanen. “Ini berkah. Dari keuntungan itu dikukuhkan untuk memperluas lokasi tanam," ungkapnya.

Terakhirnya Roy memberi kiat mudah dalam bercocok tanam dengan modal seminim mungkin bahkan bisa menggunakan limbah styrofoam atau gabus buah.

“Beri air pada gabus lalu gabus penutup diberi ruang tanam antara selada satu sama lainnya,” ucapnya. Ini lebih murah. Modalnya tak sampai Rp 10 ribu selama menggunakan limbah bekas. Untuk metode ini dari proses bibit sampai dengan masa panen membutuhkan waktu mencapai 60 hari.

Roy bersyukur. Berkat referensi baik buku maupun informasi website pertanian sistem, dirinya bisa mewujudkan mimpi menjadi petani."Kata Bob Sadino, Almarhum pengusaha sukses, banyak orang memiliki ide, namun banyak keraguan untuk memulai. Padahal usaha memang harus dirintis dari bawah,," sebut Roy yang mengagumi sosok pendiri bisnis toko swalayan Kem Chicks itu.(mar/ran/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 14 September 2019 09:38

Angkat Perjuangan Guru Terpencil Mempelajari IT

Kantor Pusat Radar Banjarmasin, kemarin kedatangan tamu salah seorang finalis…

Kamis, 12 September 2019 11:44

Posko Bantuan Alalak Selatan: Bantuan Datang dari Segala Penjuru

Dua hari setelah kebakaran hebat di Alalak Selatan, bantuan datang…

Senin, 09 September 2019 12:24

Ayo Gowes sampai Ban Bocor!

Kota Banjarmasin sedang jadi perhatian insan olahraga nasional. Sebagai tuan…

Sabtu, 07 September 2019 12:26

Ersya Purnama Sari, Peserta The Voice asal Banjarmasin

Satu lagi perempuan asli Banjarmasin yang membawa nama baik bagi…

Sabtu, 07 September 2019 12:16

Puluhan Tahun Hanya Diberi Janji, Begini Harapan Warga di Perbatasan HST-HSU

Janji tinggal janji. Itulah yang dirasakan Tatah Cagat Balimau, Desa…

Jumat, 06 September 2019 12:22

Penayangan Pedana Film Suami yang Menangis

"Kalau tidak mampu, lebih baik bersabar. Cukup dengan satu istri”.…

Kamis, 05 September 2019 13:19

Tergantung Leding, Tak Takut Lagi Surutnya Sungai Pas Kemarau

Tinggal di kota seribu sungai tak membuat Banjarmasin berlimpah air…

Rabu, 04 September 2019 11:34

Tarif Ojek Online Naik, Sayangnya Insentif Malah Turun

Tarif baru ojek online (ojol) dimulai serentak seluruh Indonesia sejak…

Selasa, 03 September 2019 11:49

Ibnu Sina Tantang Siswa Menulis tentang Banjarmasin

10 detik awal yang dilakukan 79 persen generasi milenial saat…

Minggu, 01 September 2019 09:59

Begini Sensasi Naik Helikopter Pengebom Air

Setiap hari di musim kemarau helikopter pengebom air berpatroli di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*