MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Kamis, 25 Juli 2019 10:40
Sudah Harga Promo, Penumpang Masih Saja Lesu

Tiket Mahal 'Membunuh' Festival?

MASIH LESU: Pesawat Lion Air landing di Bandara Syamsudin Noor. Meski telah menjual tiket promo dengan harga maksimal 50 persen di bawah tarif batas atas (TBA) pada hari-hari tertentu, namun belum mampu mendongkrak jumlah penumpang. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Lebih dari sepekan sudah, pesawat low cost carrier (LCC) domestik telah menjual tiket promo dengan harga maksimal 50 persen di bawah tarif batas atas (TBA) pada hari-hari tertentu. Yakni, Selasa, Kamis dan Sabtu.

Namun, hal itu ternyata belum mampu mendongkrak jumlah penumpang di Bandara Syamsudin Noor. Padahal dengan kebijakan tersebut harga tiket ada yang turun hingga Rp400 ribu dari harga normal.

Masih lesunya penumpang, disampaikan DM Citilink Banjarmasin Redemtus Pramono. "Iya Mas, program tersebut tidak terlalu signifikan mengangkat jumlah penumpang," katanya, kepada Radar Banjarmasin.

Dia mengungkapkan, selama kebijakan tiket promo dijalankan sejumlah penerbangan Citilink masih diisi 50 hingga 70 persen penumpang. "Mungkin hanya penerbangan pertama yang terisi penumpang 90 sampai 100 persen," ungkapnya.

Redemtus Pramono menduga, masih lesunya penumpang lantaran saat ini memasuki periode low season. Di mana permintaan untuk berpergian ke suatu tempat rendah.

Belum signifikannya kenaikan jumlah penumpang juga disampaikan AM Lion Air Banjarmasin, Agung Purnama. "Iya memang belum signifikan, tapi pergerakan jumlah penumpang mulai naik," ucapnya.

Dia menuturkan, masyarakat sebenarnya antusias dengan adanya tiket promo. Hal itu dapat dilihat dari cepat habisnya kuota tiket murah pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu. "Kalau malam kita buka ketersediaan tiket promo,besoknya langsung habis," tuturnya.

Ketika tiket murah kuotanya habis, maka penumpang yang lain terpaksa membeli tiket dengan harga normal. Meski di penerbangan yang sama. "Tiket promo dalam satu penerbangan terbatas. Tergantung dari kebutuhan pasar," ucap Agung.

Karena tergantung dari kebutuhan pasar, maka dia menyebut jumlah tiket murah yang disediakan pun tidak bisa dihitung. "Tidak bisa dihitung, sebab tentatif dan fluktuatif. Kita jual harga mulai di harga promo, ketika harga promo tersebut habis maka harga tiket akan terus naik harganya," jelasnya.

Ditanya, selama promo berlaku berapa kisaran harga tiket yang dijual murah. Dia mengungkapkan, tiket akan lebih murah Rp300 ribu hingga Rp400 ribu dari harga normal. "Misal jurusan Banjarmasin-Surabaya, harga tiket normal Rp900 ribuan, turun jadi Rp500 ribuan," ungkapnya.

Lanjutnya, sedangkan untuk jurusan Banjarmasin-Jakarta harga normalnya sekarang Rp1 juta lebih, ketika promo harganya turun menjadi Rp700 ribuan.

Sementara itu mengenai jumlah penumpang yang datang dan pergi di Bandara Syamsudin Noor, Communication dan Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor, Aditya Putra menyampaikan bahwa hingga kini masih stabil di angka 8 ribuan. "Relatif stabil Mas, walaupun ada pemberlakuan diskon harga tiket," paparnya.

--

Sementara itu, harga tiket yang mahal membuat panitia event di banua mengeluh. Banjarbaru Rainy Day, sebuah festival berskala internasional di Banjarbaru terancam bakal sepi peserta karena tiket pesawat yang terlalu tinggi.

"harga tiket yang sangat tinggi bisa jadi pembunuh segala macam festival," ucap Ketua Panitia Banjarbaru's Rainy Day Festival, Radius Ardanias Hadariah.

Festival yang digelar di Banjarbaru ini memang setiap tahunnya mengundang banyak peserta dari dalam dan luar negeri. Mereka adalah sastrawan, penulis, aktivis literasi, seniman dan kritikus. Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Banjarbaru itu mengatakan biasanya panitia menanggung tiket para undangan dan pembicara untuk datang ke Banjarbaru.

Dengan kondisi tiket yang mahal, pihaknya akan berhitung lagi atau menerima donasi dan sponsor dari berbagai pihak untuk kelangsungan acara.

Banjarbaru's Rainy Day Festival sendiri digagas sebagai event literasi terbesar di Banjarbaru yang digelar di akhir tahun. Sejak tahun 2017 lalu, festival ini telah mencuri perhatian para penggiat literasi nasional. "Sekarang saja pengirim puisi sudah 600 lebih," ucap Radius. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*