MANAGED BY:
JUMAT
23 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 26 Juli 2019 11:53
WASPADA..! Mewabah di Pacitan, Kini Hepatitis A Sudah Ada di Kalsel
Ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Hepatitis A sedang mewabah di Kabupaten Pacitan, Jawa Barat. Bahkan, pemerintah setempat menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) atas kasus ini. Lalu bagaimana dengan di Kalsel?

Dinas Kesehatan Kalsel tetap mewaspadai mewabahnya Hepatitis A di Banua. Bukan tanpa alasan, Hepatitis A adalah penyakit yang mudah menular.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kalsel, Sukamto meyakini hepatitis A sudah ada di Kalsel. Akan tetapi tak banyak seperti di Cilacap. “Sebenarnya ada. Tapi tak sampai ratusan. Kami (Dinkes) saja sampai saat ini belum mendapat laporan dari rumah sakit di daerah-daerah,” terangnya kemarin.

Dia mengatakan, meski penyakit Hepatitis A ini tak mematikan langsung. Akan tetapi patut diwaspadai. Biasanya penyakit ini muncul dari pola hidup yang tidak bersih. Penularan yang paling cepat adalah melalui mulut. “Faktor yang paling rentan adalah orang yang tak memperdulikan lingkungan sekitar. Khususnya makanan,” ujar Sukamto.

Pihaknya mengingatkan agar warga selalu mencuci tangan dengan sabun baik ketika sebelum maupun sesudah makan. “Itu belum cukup. Dalam memasak pun warga harus memperhatikan airnya. Virus ini paling cepat menular melalui makanan dan minuman,” sebutnya.

Kendati begitu, dia mengatakan Hepatitis A tidak seperti Hepatitis C yang mematikan. “Hepatitis A ini bukan penyakit mematikan dan tidak dalam kategori penyakit berbahaya. Hanya saja cepat sekali menularnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Ulin Suciati menyebut, pasien yang berobat karena keluhan Hepatitis A masih sangat rendah. Bahkan dapat dikatakan hanya hitungan jari. “Kalau ada paling 1-2 orang. Tak seperti mewabah di Pacitan,” terangnya kemarin.

Di RSUD Ansari Saleh pun kasus ini tak booming seperit di Pacitan. Diungkapkan Direktur RSUD Ansari Saleh Izaak Zoelkarnaen kasus ini memang ada. Tapi dalam tataran normal. dalam sebulan hanya sekitar lima pasien. “Tak bisa dipungkiri, kasus memang ada. Tapi sangat kecil,” ujar Izaak. (mof/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 23 Agustus 2019 10:54

Teroris Berpotensi Masuk ke Kalsel, TNI-Polri dan Pemda Gelar Apel Kesiapsiagaan

Suara ledakan berulang kali terdengar di Lapangan Mako Satuan Brimob…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:50

SDM Jadi Fokus Pembangunan Kalsel 2020

BANJARMASIN – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RPBD) Pemprov…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:46

LOWONGAN CPNS: Kalsel Siapkan 1.900 Kursi

BANJARMASIN – Pemerintah menyediakan 100 ribu kursi untuk calon pegawai…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:40

Kaltim Kandidat Ibukota Indonesia, Jokowi: Masih Tunggu Kajian Lagi

BANJARMASIN – Meski Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:37

Tunggu Usulan Ketua DPRD Sementara

BANJARMASIN - Pemenang pileg April tadi bakal dilantik 9 September…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:28

Jabatan Berakhir, Mobil Dinas Anggota Dewan Ditarik

BANJARMASIN - Masa jabatan anggota DPRD Kalsel akan berakhir. Semua…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:15

Banjarmasin Segera Punya Bus Trans, Target Beroperasi: Tahun 2020

BANJARMASIN – Bus Trans Banjarmasin mulai diwujudkan. Namun, bertahap. Dinas…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:49
SMK PP Negeri Banjarbaru

PWMP 2019, SMKPP N Banjarbaru Bentuk 15 Kelompok Baru

Banjarbaru - Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) SMK-PP Negeri…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:29

Demo Mahasiswa UIN: Ini Universitas, Bukan Pasar!

BANJARMASIN – Demo dilakukan puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN)…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:27

Putar Balik Makin Jauh, U-Turn VDP dan PJR Bakal Ditutup

BANJARBARU - Arus lalu lintas (lalin) di Kota Banjarbaru kian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*