MANAGED BY:
MINGGU
20 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Minggu, 28 Juli 2019 06:33
Pulang dengan Wajah Memar, Kalapas: Bukan Dipukuli, Tapi Jatuh
MENCURIGAKAN: Jenazah mantan warga binaan pemasyarakatan di Lapas Karang Intan saat diabadikan oleh pihak keluarga. Pihak keluarga sempat menaruh curiga lantaran kondisi jenazah datang dalam keadaan bonyok.

PROKAL.CO, MARTAPURA - Dalam beberapa hari terakhir, beredar foto jenazah napi Lembaga Pemasyarakatan Narkoba Kelas IIA, Karang Intan yang dipulangkan ke keluarga dengan wajah memar hingga mengeluarkan darah di hidung.

Berdasarkan informasi yang didapat Radar Banjarmasin, napi itu bernama Andi Rizal Bakri (25) yang sebelumnya menyandang perkara narkotika pasal 112 (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009.

Melihat kondisi jenazah dengan wajah memar, keluarga yang menerimanya pun curiga jika kematian yang bersangkutan tidak wajar alias ada dugaan penganiayaan.

Jenazah Andi sendiri diantar ke kampung halamannya di Desa Rampa Lama, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, 25 Juli tadi tanpa pengawalan. Termasuk biaya ongkos ambulans dibebankan ke keluarga almarhum.

Saat dikonfirmasi, Kalapas Pemasyarakatan Narkoba Klas IIA Karang Intan, Supari membenarkan jika foto tersebut mantan warga binaannya yang bernama Andi Rizal Bakri.

Namun, dia membantah jika Andi meninggal dunia karena dipukuli. “Almarhum itu bukan bonyok dipukuli, akan tetapi jatuh ketika sesak nafasnya kambuh,” akunya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, selama ditahan di Lapas Karang Intan Almarhum Andi memang sering mengeluhkan sesak nafas karena asma. "Dokter dari Puskesmas Karang Intan sudah rutin melakukan pengobatan. Tapi tetap saja kumat," ungkapnya.

Nah, saat sesak nafasnya kambuh Andi ditemukan jatuh tersungkur. Setelah itu, dibawa ke RSUD Ratu Zalecha Martapura. "Nyawanya tak tertolong dan meninggal dunia," jelas Supari.

Saat napi meninggal dunia, dia menyampaikan seharusnya pihak keluarga menjemputnya untuk dibawa pulang. Akan tetapi dia menyebut keluarga Andi di Kotabaru justru tidak mau. "Karena tidak dijemput, maka kami memutuskan untuk mengirimnya pulang menggunakan ambulans," pungkasnya. (ris/ram/ema)


BACA JUGA

Minggu, 20 Oktober 2019 06:15

Sudah Pernah Direhab, Eh Remaja ini Terciduk Lagi

BANJARBARU - Masalah remaja minum minuman keras (miras) oplosan seperti…

Sabtu, 19 Oktober 2019 14:02
BREAKING NEWS

Begini Ternyata Pecabulan Bocah oleh Pedagang Sayur di Tapin Terungkap

RANTAU - Pengungkapan kasus pencabulan yang dilakukan oleh ayah tiri…

Sabtu, 19 Oktober 2019 14:01

Kasihan..! Bocah yang Dicabuli Pedagang Sayur itu Sudah Melahirkan

RANTAU - Ternyata korban pencabulan yang dilakukan ayah tiri di…

Sabtu, 19 Oktober 2019 13:24

Raja Tega, Pedagang Sayur Cabuli Anaknya Sejak Usia 13 Tahun

RANTAU - Sungguh tega apa yang dilakukan pria berumur 52…

Sabtu, 19 Oktober 2019 10:17

Begundal Sabu HSU Dibongkar

AMUNTAI - Anggota Polsek Amuntai Selatan menggulung tiga pemakai sabu,…

Sabtu, 19 Oktober 2019 08:56

Diganti Jika SIM Sudah Mati

BANJARBARU - Secara nasional, Surat Izin Mengemudi (SIM) dengan model…

Jumat, 18 Oktober 2019 17:21

Bangunan di Komplek Perumahan Istana Elza Disegel Pol PP

TANJUNG - Sebuah bangunan bertingkat di Komplek Perumahan Istana Elza…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:52

Sidang Junaidi Ditunda Lagi

BARABAI – Gara-gara Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak dapat menghadirkan…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:18

Isap Sabu, Rumah Pasutri Digerebek

BANJARMASIN - Sehari melakukan penyelidikan, bisnis pasangan suami istri Erwan…

Jumat, 18 Oktober 2019 10:46

Jambret Diteriaki Maling di Sungai Andai

BANJARMASIN - Nasib sial dialami seorang pelaku jambret yang beraksi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*