MANAGED BY:
JUMAT
23 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 31 Juli 2019 09:16
Hadapi Karhutla, Ribuan Personel Pusat Telah Tiba di Kalsel. Begini Prediksi BMKG...
UJICOBA: Gubernur Kalsel Sahbirin Noor beserta jajaran saat menguji coba alat pemadam terbaru BPBD Kalsel yang mengeluarkan busa, usai Apel Siaga Darurat Pencegahan dan Pemadaman Karhutla di Lapangan Setdaprov Kalsel, Selasa (30/7) kemarin.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Saat musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi momok di Kalsel. Dari data BPBD Kalsel, sudah 10 titik api terdeteksi hingga kemarin. Empat daerah menjadi penyumbang terbanyak. Meliputi, Kabupaten Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Banjar dan Kota Banjarbaru.

Bahkan, kebakaran hutan dan lahan sebut Kepala BPBD Kalsel, Wahyudin terjadi tiap hari. “Secara akumulasi dari awal bulan Juli, hotspot mencapai 40 titik,” bebernya usai Apel Siaga Darurat Pemadaman Karhutla tahun 2019 di halaman Setdaprov Kalsel kemarin.

Dari sejumlah titik api yang ada tersebut, rupanya sudah membakar 19 hektare lahan. Angka ini masih jauh jika dibandingkan dengan Karhutla tahun lalu. Dari data mereka, lahan yang terbakar mencapai 3,9 ribu hektare. “Kami berharap, tahun ini angka tersebut bisa ditekan,” harapnya.

Berbicara pemicu, Karhutla yang terjadi di Kalsel disinyalir karena kelalaian manusia. Dia memberi contoh, seperti dilatari kebakaran sampah, puntung rokok hingga bekas camping. “Persentasenya 99 persen karena kelalaian manusia. Sisanya ada unsur kesengajaan,” sebut pria yang akrab disapa Ujud itu.

Unsur kesengajaan ini terangnya, masih ada terjadi. Pelakunya adalah korporasi. Modusnya adalah melibatkan oknum masyarakat dengan mengupah mereka. “Saat ini kami akui sudah kecil persentasenya lahan dibakar langsung untuk membuka lahan,” sebutnya.

Diungkapkan Ujud, dari sejumlah titik lahan yang terbakar, ada beberapa lahan yang sulit dijangkau oleh Satgas darat. Untungnya ada heli water bombing yang dikirimkan oleh BNPB. “Untuk diketahui, setiap hari selalu ada titik api,” tukasnya.

Sementara itu, apel siaga kemarin diikuti 4000 personel gabungan dari unsur TNI-POLRI dan para relawan. Dimana, 1.512 diantaranya merupakan personel TNI-Polri bantuan dari pemerintah pusat yang sengaja dikerahkan ke daerah-daerah rawan karhutla.

Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Komaruddin Simanjuntak menerangkan, ribuan personel gabungan tersebut akan ditempatkan di 100 titik untuk membantu pencegahan dan penanganan Karhutla. “Mereka akan melakukan pembasahan di area lahan maupun hutan yang rawan terbakar,” ujarnya.

Selama bertugas, ribuan personel ini akan mendapat insentif sebesar Rp145 ribu rupiah per hari untuk konsumsi dan keperluan lain. “Tahun ini lebih digiatkan pencegahan,” tandasnya.

Ribuan personel yang didatangkan oleh pemerintah pusat, diapresiasi Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor. Menurutnya, sinergisitas antara pemerintah daerah dan pusat dalam penanganan Karhutla dapat menekan terjadinya Karhutla.

"Bantuan yang diberikan kali ini tidak hanya berupa peralatan, namun juga ribuan personel gabungan," ucapnya.

Untuk itu, dia mengajak seluruh lapisan masyarakat agar turut membantu pencegahan dan penanganan karhutla. Sehingga luasan area yang terbakar dapat diminimalisasi.

Usai pelaksanaan apel siaga karhutla, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor beserta jajaran berkesempatan menguji coba alat pemadam terbaru milik BPBD Kalsel yang mengeluarkan busa, dalam simulasi pemadaman api.

Alat tersebut juga bantuan dari pemerintah pusat yang berjumlah lima unit, untuk memadamkan api di lokasi kebakaran hutan dan lahan yang sulit didatangi menggunakan kendaraan.

Sementara, PDAM Bandarmasih sudah mulai mempersiapkan pasokan air bersih jika terpapar intrusi air laut imbas terjadinya kemarau panjang. “Sampai saat ini masih aman.  Kadar garam masih sekitar 12 miligram per liter,” terang Direktur Operasional PDAM Bandarmasih, Supian kemarin.

Dia menjelaskan, kadar garam minimal adalah 250 miligram per liter. Lebih dari itu, otomatis akan dilakukan campuran agar menurunkan kadar garam. “Kalau kadar garam lebih 500 miligram per liter, produksi pun akan diturunkan 10-20 persen. Semoga saja kemarau tak panjang,” harapnya.

Sementara, BMKG Kalsel memprediksi, kemarau tahun ini akan panjang. Puncaknya hingga bulan September mendatang. “Puncak musim kemarau dari Agustus ini,” ujar petugas BMKG Kalsel, Wiji Cahyadi kemarin. (mof/ris/bin/ema)


BACA JUGA

Jumat, 23 Agustus 2019 10:54

Teroris Berpotensi Masuk ke Kalsel, TNI-Polri dan Pemda Gelar Apel Kesiapsiagaan

Suara ledakan berulang kali terdengar di Lapangan Mako Satuan Brimob…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:50

SDM Jadi Fokus Pembangunan Kalsel 2020

BANJARMASIN – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RPBD) Pemprov…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:46

LOWONGAN CPNS: Kalsel Siapkan 1.900 Kursi

BANJARMASIN – Pemerintah menyediakan 100 ribu kursi untuk calon pegawai…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:40

Kaltim Kandidat Ibukota Indonesia, Jokowi: Masih Tunggu Kajian Lagi

BANJARMASIN – Meski Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:37

Tunggu Usulan Ketua DPRD Sementara

BANJARMASIN - Pemenang pileg April tadi bakal dilantik 9 September…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:28

Jabatan Berakhir, Mobil Dinas Anggota Dewan Ditarik

BANJARMASIN - Masa jabatan anggota DPRD Kalsel akan berakhir. Semua…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:15

Banjarmasin Segera Punya Bus Trans, Target Beroperasi: Tahun 2020

BANJARMASIN – Bus Trans Banjarmasin mulai diwujudkan. Namun, bertahap. Dinas…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:49
SMK PP Negeri Banjarbaru

PWMP 2019, SMKPP N Banjarbaru Bentuk 15 Kelompok Baru

Banjarbaru - Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) SMK-PP Negeri…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:29

Demo Mahasiswa UIN: Ini Universitas, Bukan Pasar!

BANJARMASIN – Demo dilakukan puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN)…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:27

Putar Balik Makin Jauh, U-Turn VDP dan PJR Bakal Ditutup

BANJARBARU - Arus lalu lintas (lalin) di Kota Banjarbaru kian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*