MANAGED BY:
SENIN
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 03 Agustus 2019 11:09
Mahalnya Cegah Karhutla: 1 Jam Terbang, Bakar Puluhan Juta
SIAGA: Heli water bombing saat terparkir di Lanud Syamsudin Noor. Biaya operasionalnya disebut mencapai puluhan juta untuk satu jam terbang. | FOTO: BPBD KALSEL FOR RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalsel akhir-akhir ini mulai sering terjadi, akibat panasnya cuaca. Hal itu, memaksa pemerintah jor-joran mengeluarkan biaya besar guna menanggulanginya. Seberapa mahal kah untuk mencegah karhutla?

--------------

Dalam Apel Siaga Darurat Pencegahan dan Pemadaman Karhutla di Lapangan Setdaprov Kalsel, Selasa (30/7) tadi. Ribuan personel gabungan hadir dengan membawa sejumlah peralatan untuk memadamkan api.

Ada satu alat yang menjadi perhatian, karena saat apel berakhir Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mencoba alat pemadam terbaru milik BPBD Kalsel yang mengeluarkan busa, jenis AFF Foam tersebut.

Selain karena dicoba langsung orang nomor satu di Kalsel, alat itu juga menjadi perhatian lantaran harganya ditaksir lebih dari Rp100 juta per unitnya. Sementara BPBD Kalsel memiliki 10 unit.

Saat dikonfirmasi, Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Wahyuddin tak menampik jika harga alat bantuan dari BNPB itu lebih dari Rp100 juta. "Iya, kalau 10 unit jadi miliaran rupiah. Dan cuma kita yang punya alat itu," katanya, kemarin.

Hanya untuk satu jenis alat, pemerintah sudah harus mengucurkan anggaran hingga miliaran rupiah. Hal itu membuktikan bahwa modal untuk menanggulangi karhutla sangat lah mahal. "Iya, mahal-mahal alatnya. Untuk anggaran operasional juga besar," ucap pria yang akrab disapa Ujud ini.

Lanjutnya, untuk BPBD Kalsel sendiri tahun ini mereka menganggarkan pencegahan dan pemadaman karhutla Rp700 juta. Di mana, Rp300 jutanya khusus untuk keperluan bahan bakar minyak (BBM). "Setiap tahun, anggaran untuk BBM yang besar. Karena untuk alat pemadam dan armada," ujarnya.

Sedangkan, Rp400 jutanya mereka anggarkan untuk uang insentif para personel yang masuk dalam pemadam gabungan. Di mana di dalamnya terdapat 200 orang, terdiri dari anggota BPBD, TNI/Polri, Damkar kabupaten/kota, BPK swasta dan lain-lain. "Dalam satu orang mendapatkan uang makan Rp55 ribu dan uang lelah Rp100 ribu per harinya," ungkap Ujud.

Akan tetapi, dia menuturkan pemadam gabungan itu diberi insentif hanya ketika dikerahkan untuk memadamkan kebakaran lahan yang meluas dan sulit ditangani. "Kalau titik api kecil, hanya BPBD kabupaten/kota yang memadamkan," tuturnya.

Lalu bagaimana dengan heli water bombing? Dia mengungkapkan, bahwa biaya sepenuhnya ditanggung oleh BNPB. "Heli bukan dari kita. Semua pusat yang menanggung," ungkapnya.

Disinggung berapa biaya operasional untuk satu unit, Ujud menyampaikan sesuai dengan informasi yang dia dapatkan untuk satu jam terbang helikopter dikontrak Rp30 juta. "Sementara dalam satu heli telah dikontrak selama 100 jam oleh BNPB," jelasnya.

Dengan begitu, jika dikalkulasi maka biaya operasional satu heli yang beroperasi di Kalsel sebesar Rp3 miliar. Sedangkan, saat ini Ujud menuturkan sudah ada tiga helikopter yang beroperasi. Sehingga, modal BNPB untuk mengerahkan helikopter ke Banua mencapai Rp9 miliar.

Selain helikopter, anggaran besar juga dikucurkan BNPB untuk mengerahkan 1.512 personel gabungan TNI/Polri yang disebar ke 100 desa rawan kebakaran lahan di Kalsel.

Ujud menyampaikan, untuk satu personel, BNPB memberikan insentif Rp145 ribu sehari menggunakan dana siap pakai yang sudah diserahkan dalam Apel Siaga Darurat Pencegahan dan Pemadaman Karhutla di Lapangan Setdaprov Kalsel, Selasa (30/7) tadi. "Dana siap pakai digunakan untuk insentif 1.512 personel selama bertugas mencegah karhutla di Kalsel," paparnya.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, saat apel ada tiga pasukan yang diberi dana siap pakai. Yakni, TNI (Rp1,205 miliar), Polri (Rp205 juta) dan BPBD (Rp102 juta). "TNI dapat dana paling besar, karena personelnya juga paling banyak," beber Ujud.

Ditambahkannya, pengiriman ribuan personel dari pusat sendiri sebenarnya baru uji coba. Mereka ditugasi berbaur dengan masyarakat untuk mencegah karhutla, dengan cara mengimbau warga akan bahaya aktivitas membakar lahan. "Ujicoba untuk satu bulan ke depan. Kalau karhutla masih saja terjadi, berarti program ini dianggap tidak efektif dan personel akan ditarik," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Penanganan BNPB Johny Sumbung menyampaikan bahwa Kalsel dan provinsi lain di Kalimantan menjadi prioritas BNPB dalam penanganan karhutla. Sehingga, sejumlah bantuan dikirim dari pusat. "Di Kalimantan ini kondisi geografisnya banyak ditemukan lahan rawan terbakar, untuk itu jadi prioritas," ujarnya.

Dia membenarkan, sudah ada tiga helikopter yang mereka kirim ke Kalsel. Guna, mengantisipasi karhutla. "Sambil kita lihat kebutuhannya. Kalau kurang akan ditambah, sesuai usulan Pemprov," bebernya.

Mengenai ribuan personel gabungan yang dikirim ke Kalsel, Johny menyampaikan jika saat ini semuanya telah disebar ke 100 desa rawan karhutla. "Tugas mereka mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan dan memberikan pengertian akan bahaya membakar lahan," pungkasnya. (ris/bin/ema)


BACA JUGA

Senin, 16 Desember 2019 13:26
BREAKING NEWS

Rutan Kelas II B Kandangan Diobok-obok Petugas

KANDANGAN – Kamar hunian narapidana di rumah tahanan (Rutan) Kelas…

Senin, 16 Desember 2019 12:00

PARAH..!! Sudah Bau Tanah, Masih Ngoplos Miras

BANJARMASIN - Tiga lelaki berumur kedapatan menggelar pesta minuman keras…

Senin, 16 Desember 2019 11:17

Warga Labuan Aman HST Geger, Perempuan Tewas Dibunuh Karena Bisikan Gaib

BARABAI - Warga Desa Binjai Pirua RT 5 Kecamatan Labuan…

Senin, 16 Desember 2019 11:11

Transaksi di Gubuk Penambang Pasir Cempaka, Pelaku Bisnis Hitam Diringkus

BANJARBARU - Transaksi sabu Cempaka Banjarbaru tergolong unik. Memilih sebuah…

Senin, 16 Desember 2019 10:36

HEBOH..! Mobil Terbakar di SPBU Hikun Tabalong

TANJUNG - Sebuah mobil terbakar di SPBU Hikun, Kecamatan Tanjung,…

Minggu, 15 Desember 2019 16:49

Ramai Isu Penculikan Hoax di Tabalong

TANJUNG – Tabalong diserang adanya isu penculikan anak yang tersebar…

Minggu, 15 Desember 2019 11:59

Pertambangan Tanpa Izin di Tabalong, Dishut Janji Segera Tertibkan

BANJARBARU - Informasi semakin merajalelanya pertambangan tanpa izin (Peti) di…

Minggu, 15 Desember 2019 11:48

Dari Pembatuan, 500 Miras Diangkut

BANJARBARU - Indikasi adanya peredaran miras terlarang di kawasan eks…

Minggu, 15 Desember 2019 11:35

Penjual Ikan Hias Dibacok

BANJARMASIN - Kegegeran terjadi di Jalan Kuin Selatan Gang Kenanga…

Minggu, 15 Desember 2019 11:27

Penghuni Rutan Pelaihari di Razia

PELAIHARI - Rumah Tahanan Negara Klas IIB Pelaihari melakukan razia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.