MANAGED BY:
MINGGU
15 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Sabtu, 03 Agustus 2019 11:14
Akhirnya Lega, Travellindo Jamin Jemaah Pasti Diberangkatkan

Kemenag: Cabang Travellindo di Kalsel Belum Izin

MENUNGGU KEPASTIAN: Jemaah haji plus Travellindo saat berkumpul di kantor biro perjalanan yang beralamat di Jln Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin, Kamis (1/8). | FOTO: NOORHIDAYAT/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Semula cemas, ke-53 calon haji itu mulai tenang. Setelah penanggungjawab Travellindo Tours & Travel Group, Supriadi menjamin mereka bakal berangkat ke Makkah. Jaminan itu diberikan kemarin (2/8) dini hari.

Menurut Supriadi, kekisruhan selama dua hari itu akibat salah paham antara pegawai dan jemaah. Sehingga menimbulkan kekhawatiran dan kehebohan yang tidak perlu.

"Maklum lah orang baru-baru. Karena ada staf-staf yang resign. Kadang komunikasinya kurang pas. Jemaah jadi merasa ada masalah. Akhirnya terjadi miskomunikasi," ujarnya.

Dia membantah jika calhaj yang menggunakan jasa Travellindo disebut gagal berangkat. Pasalnya, merujuk jadwal, jemaah paling cepat berangkat pada 4 Agustus. "Jadi kenapa dibilang gagal? Ini baru tanggal 2 Agustus," tegasnya.

Diakuinya, rombongan mereka selalu berangkat terakhir. Sehingga langsung memasuki Makkah, tidak singgah ke Madinah dulu. Itu sudah tradisi Travellindo. Tapi dia mengakui ada sejumlah kendala dalam penerbitan visa.

"Karena pengurusan haji berbeda dengan pengurusan umrah. Harus mengisi komponen-komponen di aplikasi e-Hajj. Satu saja tak sinkron, otomatis tidak bisa diproses visanya," jelasnya.

Supriadi berjanji akan mengawal masalah ini hingga semua jemaah berangkat. Kemungkinan keberangkatan CJH dimundurkan ke tanggal 6 atau 7 Agustus, karena waktunya sudah tak terkejar.

"Karena Sabtu dan Minggu di Arab Saudi libur. Jadi baru bisa diurus Senin. Semoga hari Selasa atau Rabu sudah berangkat," harapnya.

Ia pun memastikan, keberangkatan ini tanpa tambahan biaya. Mengenai calhaj yang diminta menyetorkan uang tambahan sebesar Rp60 juta, Supriadi mengaku tidak mengetahui. "Saya justru mengetahuinya setelah membaca berita media. Jadi itu hoax," tampiknya.

Sebelumnya, informasi soal tambahan sebesar Rp60 juta ini sendiri didapat dari keterangan jemaah yang berkomunikasi dengan pihak Amphuri (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia) pada Kamis (1/8) melalui telepon. Amphuri sebagai asosiasi bisa membantu keberangkatan jemaah, dengan tambahan biaya Rp60 juta per orang.

Namun setelah ditelusuri, ternyata komunikasi antara jemaah dengan Amphuri ini memang tidak diketahui pihak Travellindo dan dilakukan sebelum ada keterangan resmi dari penanggungjawab Travellindo Tours & Travel Group, Supriadi. Meskipun dilakukan saat jemaah berkumpul di kantor travel yang beralamat di Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin ini.

--

Sementara itu, Direktur Travellindo Tours & Travel Group, Agus mengatakan, insiden ini akibat kurangnya pengalaman karyawan baru tentang penguasaan di lapangan.

"Dijamin paling lambat tanggal 7 semua sudah berangkat. Mengenai biaya, tidak ada tambahan. Sesuai kesepakatan awal," jaminnya.

Salah satu calhaj asal Hulu Sungai Selatan, Armaniah tampak riang ketika menuruni anak tangga kantor di Jalan Pangeran Hidayatullah itu.

"Alhamdulillah, kami bisa sedikit tenang setelah mendengar bakal berangkat. Saya tak bisa berkata apa-apa lagi. Saya sangat senang," ceritanya haru.

Sementara itu, kehebohan ini terus dipantau polisi. Kasubdit 1 Ditreskrimsus Polda Kalsel AKBP Suritno Hadi berjanji akan mengawal masalah ini hingga tuntas. "Saya akan pantau hingga seluruh jemaah benar-benar berangkat. Masih dalam pengawasan saya," tegasnya kemarin.

---

Kanwil Kementerian Agama Kalsel juga menyoroti soal cabang Travellindo di Kalsel yang belum berizin. Fakta itu dibeberkan Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Noor Fahmi.

Dijelaskannya, izin yang dikantongi Travellindo baru diterbitkan untuk tingkat pusat. Sementara biro cabang di daerah wajib mengantongi izin dan rekomendasi dari Kanwil Kemenag setempat.

"Dari data kami, tidak ada cabang di Banjarmasin. Dulu pernah buka, tapi tidak memenuhi syarat. Seharusnya izin cabangnya memang belum ada. Tidak jelas itu," pungkas Fahmi.

Seperti diberitakan kemarin, puluhan Calon Jemaah Haji (CJH) Plus yang ikut dalam Travellindo Tours & Travel sedang cemas, pasalnya sejak hari Rabu (31/7) mereka mempertanyakan nasib keberangkatannya ke tanah suci.

Hingga Kamis (1/8) sore, CJH pun berkumpul di kantor agen travel ini di Banjarmasin, untuk menunggu kepastian. Padahal, untuk rencana keberangkatan ini mereka sudah mengeluarkan biaya hingga Rp150 juta untuk setiap jemaah. (mr-154/bin/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.