MANAGED BY:
SENIN
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 05 Agustus 2019 10:25
SIGI
Apakah Bakalan Laku? Mengkaji Potensi Pasar Bandara Syamsuddin Noor Baru

Jangan Sampai Jadi Kertajati Baru

BAKAL MEGAH: Foto udara terminal di proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor, 21 Juli tadi. Bandara Syamsudin Noor ditarget selesai Oktober dan mulai dioperasikan pada November 2019. | FOTO: HUMAS SATKER PROYEK BANDARA FOR RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Tinggal menghitung bulan, proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor ditargetkan rampung. Kalsel segera memiliki bandara dengan daya tampung hingga 7 juta penumpang per tahun.

Namun optimisme itu dihantui dengan lesunya dunia penerbangan sejak awal tahun tadi karena imbas kenaikan harga tiket. Akankah tingkat okupansi bandara baru seimbang dengan kapasitasnya?

-- Baca juga: Bakal Punya Bandara Internasional, Bagaimana Kesiapan Objek Wisata Kalsel Songsong Wisatawan Mancanegara? --

Pengelola patut merasa cemas. Sudah ada contoh bagaimana optimisme berlebihan di awal pembangunan ternyata tidak menolong okupansi. Sebut saja kasus Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Tingkat okupansi bandara yang diresmikan pertengahan 2018 itu dikabarkan masih di bawah 30 persen. Padahal proses pembangunannya memakan biaya hingga Rp 2,6 triliun. Disinyalir pembangunan bandara tidak disertai dengan kajian kelaikan mengenai potensi pasar maupun aspek ekonomi.

Hal yang sama dengan faktor berbeda bisa mengancam bandara baru Syamsuddin Noor. Harga tiket yang mahal dan lesunya industri pariwisata membuat pengguna moda pesawat berkurang cukup drastis. Sehingga, besarnya bandara ditakutkan tak sebanding dengan jumlah penumpang.

Apalagi, Communication dan Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor, Aditya Putra menyebut bahwa pertumbuhan penumpang di Bandara Syamsudin Noor dalam beberapa tahun sangat kecil. Yaitu, hanya sekitar 7,28 persen. "Pada 2017 jumlah penumpang 3,6 juta, sedangkan 2018 3,7 juta," katanya.

Jumlah tersebut masih kurang setengah, dibandingkan kapasitas bandara baru nantinya yang mencapai 7 juta penumpang per tahun. Namun, pria yang akrab disapa Adit ini optimis tingkat okupansi bandara yang baru akan mampu mencapai 100 persen.

Hanya saja, menurutnya hal itu perlu waktu hingga belasan tahun. "Memperhatikan kapasitas bandara baru nantinya 7 juta penumpang per tahun dan rata-rata pertumbuhan penumpang 7 persen, maka diperkirakan akan full capacity dalam 10-15 tahun ke depan," jelasnya.

Apalagi, dia mengungkapkan, dalam dua bulan terakhir pertumbuhan penumpang di Bandara Syamsudin Noor sedang menuju tren positif. "Dua bulan terakhir jumlah penumpang berada di angka 8000-an setiap harinya, sebelumnya hanya 7000-an," ungkapnya.

Adit berharap, penumpang bisa terus tumbuh hingga beroperasinya bandara yang baru. "Ketika status internasional kita dapatkan, kami harap langsung disambut oleh airlines untuk membuka rute baru.

Sehingga, pertumbuhan penumpang semakin positif. Sebab, kalau tidak ada yang menambah rute baru maka status itu tidak berpengaruh untuk jumlah penumpang," ujarnya.

Lalu kapan status internasional akan didapatkan? Dia menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu terbitnya keputusan dari Menteri Perhubungan. "Tinggal menunggu keputusan itu saja, tapi belum tahu kapan keluarnya," bebernya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Polana Banguningsih Pramesti, mengatakan status bandara internasional Syamsuddin Noor tengah di proses. Dia menerangkan, untuk level internasional, Bandara Syamsudin Noor sudah memenuhi.

Parameternya misalnya sudah ada penerbangan langsung ke luar negeri ketika penerbangan umrah. Sementara untuk keimigrasian, ketika sudah ada penetapan dari Kementerian Hukum dan HAM, otomatis ada pihak imigrasi yang berada di bandara.

Polana mengungkapkan, proses menjadikan Bandara Syamsudin Noor menjadi bandara internasional sedikit terganjal. Lantaran, proses penetapan dari Kemenkumham tak satu per satu tiap bandara. Namun, menjadi satu kesatuan seluruh Indonesia.

“Tinggal stempel Kemenkumham. Sabar saja, semoga ketika bandara selesai, status bandara internasional keluar,” tandasnya. 

Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Rusdiansyah juga mengakui ini. Dia mengatakan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menaikkan status menjadi bandara internasional sudah dipenuhi. Termasuk rekomendasi dari kementerian pertahanan.

“Sudah dijanjikan, begitu diresmikan statusnya otomatis akan naik menjadi bandara internasional,” ujar Rusdi.

Maskapai Belum Yakin Peningkatan Penumpang

Sementara itu, meski tinggal beberapa bulan lagi proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor yang baru rampung. Namun sejumlah maskapai masih belum punya rencana membuka rute baru. Padahal, daya tampung penumpang nantinya bertambah hingga tiga kali lipat.

Salah satunya, maskapai Garuda Indonesia. Hingga kini mereka belum merencanakan bakal membuka rute baru, ketika bandara yang baru beroperasi.

"Kami masih mempelajari aspek bisnisnya. Serta, ketersediaan pesawat, operasional dan SDM," kata GM Garuda Indonesia Banjarmasin, Tomy Chrisbiantoko.

Hal senada diutarakan, DM Citilink Banjarmasin Redemtus Pramono. Dia mengaku, maskapainya juga belum punya rencana membuka rute baru. "Iya belum ada (rencana). Karena, ada beberapa aspek yang harus dilihat dulu," tuturnya.

Dia merincikan, salah satu aspek yang perlu dilihat yakni market share atau banyaknya permintaan ketika bandara baru beroperasi. "Kita juga perlu melihat, musimnya. Serta, regulasi terkait penambahan rute," rincinya.

Sementara itu, meski beberapa maskapai masih pikir-pikir membuka rute baru. Lion Air justru sudah mengajukan rute baru, untuk bandara baru nanti. "Iya ada. Untuk penerbangan domestik, maupun internasional,"ucap AM Lion Air Banjarmasin, Agung Purnama.

Untuk rute internasional, dia mengungkapkan, Lion Air bakal membuka penerbangan langsung dari Bandara Syamsudin Noor ke Singapura, Kuala Lumpur, Jeddah dan Madinah. "Rencananya, rute ke Jeddah dan Madinah terbang perdana pada akhir September ini. Karena kita utamakan untuk penerbangan umrah dulu," ungkapnya.

-- Baca Part Selanjutnya: Kejar Target Tepat Waktu Pembangunan Bandara Baru Syamsudin Noor --

Sedangkan untuk penerbangan domestik, Agung menyampaikan bahwa mereka berencana membuka rute ke Bali, Yogyakarta dan Malang. (ris/mof/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 22 Mei 2020 11:32

Kasus Covid-19 Bisa Naik Usai Lebaran, Kemenag Kalsel Imbau Tidak gelar Takbiran

BANJARMASIN - Pawai takbiran malam Lebaran dipastikan akan sepi. Tradisi…

Jumat, 22 Mei 2020 11:26

Profesi Penggali Kubur Semakin Dicari

BANJARBARU - Penggali kubur adalah profesi yang paling dicari akhir-akhir…

Jumat, 22 Mei 2020 11:16

Terindikasi Covid-19, Penumpang Dikarantina

BANJARBARU - Beberapa hari menjelang Lebaran, kondisi Bandara Syamsudin Noor,…

Jumat, 22 Mei 2020 10:56

PSBB Banjarmasin Masuki Jilid 3, Pakar Epidemiologi: Lanjutkan, tapi Harus Lebih Tegas

BANJARMASIN - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II di…

Jumat, 22 Mei 2020 10:44

Kalsel Kewalahan Memusnahkan Arsip

BANJARMASIN - Sudah sebulan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel memulai…

Jumat, 22 Mei 2020 10:34

Kapolda Sowan ke Guru Danau

AMUNTAI - Sudah hampir menjadi agenda rutin bagi pejabat instansi…

Jumat, 22 Mei 2020 10:21

MUI Banjarbaru Bolehkan Salat Id, Dengan Syarat

BANJARBARU - Meski sudah sangat mendekati hari H lebaran Idulfitri.…

Jumat, 22 Mei 2020 09:52
Pemko Banjarbaru

Wali Kota Terima Bantuan dari Notaris

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, Senin (18/5)…

Jumat, 22 Mei 2020 09:45
Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Imbau Masyarakat Salat Idulfitri di Rumah

BATULICIN - Pemkab Tanbu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan…

Jumat, 22 Mei 2020 09:42
Pemkab Tanah Bumbu

Tetap Peduli Atasi Percepatan Penanganan Stunting

BATULICIN - Meskipun ditengah wabah corona, Pemkab Tanbu tetap peduli…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers