MANAGED BY:
JUMAT
13 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 06 Agustus 2019 11:00
Mengenal Pengajar Termuda di SDN Basirih 10

Kelotok Pernah Mogok di Tengah Sungai

PANGGIL IBU LALA: Lahir di Basirih Dalam, Lala tahu betul kisah guru dan pelajar di Simpang Jelai. Mahasiswi UNU itu membulatkan tekad untuk mengabdi di sini. | Foto: FAHRIADI NUR/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, SDN Basirih 10 berdiri di daerah pelosok. Sekolah di tepian Sungai Jelai itu dikawal guru-guru berdedikasi tinggi. Salah satunya adalah Nor Latifah.

-- Oleh: FAHRIADI NUR, Banjarmasin --

Panggil saja dia Ibu Lala. Usianya baru 20 tahun. Mulai mengajar sejak tahun 2018 lalu. Perempuan cantik itu mengisi mata pelajaran agama.

Medan yang dilalui siswa-siswi SDN Basirih 10 juga ditempuh Lala. Menaiki kelotok atau jukung (sampan). Di sana tak ada jalan darat. Kalau pun ada, bentuknya cuma galangan sawah dan tetap harus menyeberangi sungai.

Lala kuliah di Universitas Nahdlatul Ulama di Jalan Ahmad Yani kilometer 12,5. Dia bisa saja memilih fokus dengan kuliahnya. Tak perlu merepotkan diri mengajar di sekolah terisolir itu.

Tapi hati Lala berkata lain. Dia merasa harus berbagi ilmu. Meski medan yang ditempuhnya tak nyaman. "Saya ingin membantu anak-anak agar bisa membaca dan menulis," ucapnya merendah.

Kebetulan Lala besar di sekitar Simpang Jelai, masih satu kecamatan di Banjarmasin Selatan. Dia lahir pada 2 September 1998 di Basirih Dalam. Anak ketiga dari pasangan Supiani dan Hartati.

Kenapa memilih mata pelajaran agama? Lala punya kemampuan itu. Kebetulan dia lulusan Pondok Pesantren Al Hikmah Banjarmasin. "Lulus dari SMP 20 saya mondok," kisahnya.

Setahun mengajar, Lala memahami kesulitan anak-anak didiknya. Harus bersusah payah mencapai sekolah. Itulah yang memotivasinya untuk bertahan di sini.

"Melihat semangat anak-anak itu membuat saya betah. Di sini rasa kekeluargaan dan kebersamaannya juga kental," ungkapnya.

Adakah dukanya? Hebatnya, Lala menggelengkan kepala. Kecuali soal akses. Selebihnya, dia merasa nyaman. "Paling pas kelotoknya mogok di tengah sungai," ceritanya.

Bicara penghasilan, jangan terkejut. Lala cuma digaji Rp250 ribu per bulan. Kalau dihitung, tak cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Sekali lagi Lala menegaskan, dia mengajar di sana bukan untuk mengejar materi. Niatnya hanya berbagi ilmu. "Setidaknya, inilah yang bisa saya lakukan," ucap perempuan yang suka mendengarkan musik itu.

Lala lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya seorang tukang bangunan. Sementara sang ibu sempat menjadi guru, tapi akhirnya berhenti dan memilih menjadi ibu rumah tangga saja.

Itulah Ibu Lala. Pengajar termuda di SDN Basirih 10. Ceritanya, mewakili guru-guru lain yang mendedikasikan dirinya di sekolahan itu. Kepada pemko, harapannya cuma satu. Anak-anak di sana dibuatkan akses untuk sekolah. (fud/ema)


BACA JUGA

Kamis, 12 Desember 2019 11:02

Masih Jualan Es Saat Pengumuman Kelulusan Polisi

Hari ini ia tepat berulang tahun ke 56 tahun. Guratan…

Minggu, 08 Desember 2019 16:21

Mahir Pijat, Belum Tentu Bisa Pijat Refleksi, Tuna Netra Diberi Pelatihan Pijat Refleksi

Soal jasa pijat, para tuna netra memiliki kelebihan tersendiri. Namun…

Kamis, 05 Desember 2019 09:57

Putra Banua Jadi Peneliti Teknologi Nano di Jepang, Curi Perhatian Kampus, Diangkat Jadi Asisten Profesor

Diam-diam, Banua punya putra berprestasi di bidang ilmu fisika. Dia…

Rabu, 04 Desember 2019 11:29

Nasib Perajin Purun: Diorder untuk Acara Nasional, Purunnya Sudah Jadi Tapi Belum Dibayar, Pemesannya Malah Menghilang

Nasib sial diterima salah satu perajin purun di Kelurahan Palam,…

Selasa, 03 Desember 2019 11:40

Kokedama, Usaha Baru Jenis Florikultura di Kalsel: Belajar dari Youtube, Laku Dijual Melalui Online

Kokedema memang belum booming. Padahal seni bercocok tanam tanpa pot…

Senin, 02 Desember 2019 12:41

Bertemu Nasruddin, Lelaki yang Diisukan Menyebarkan Ajaran Sesat di HST

Nasruddin mengaku dua kali didatangi aparat keamanan. Permintaananya sama: meminta…

Senin, 02 Desember 2019 12:35

Wawancara dengan Nasruddin, "Sang Nabi" dari Kakahan

Radar Banjarmasin dua kali mewawancarai Nasruddin. Pertemuan pertama pada 20…

Jumat, 29 November 2019 11:08

Gagal Masuk Akpol, Rebut Emas SEA Games

Dibalik jabatannya sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan…

Jumat, 29 November 2019 09:56

Dinas Kehutanan Buka Harapan untuk Pengungsi Bisa Membangun Rumah

Pemprov Kalsel berencana membagikan ratusan kubik kayu dan papan kepada…

Kamis, 28 November 2019 11:45

Dari Korban Sebuku: Rumah Boleh Lapuk, Kenangannya Tidak

Wajah nelayan tua itu tegas. Guratannya dalam. Hampir tidak terlihat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.