MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 08 Agustus 2019 11:26
Jembatan Barito Mulai Menua: Lantai Retak, Satker Giatkan Perbaikan
PERBAIKI: Satuan kerja Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin melakukan pemetaan titik rawan di Jembatan Barito. | FOTO: M OSCAR FRABY/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Tak terasa Jembatan Barito sudah lebih dari 22 tahun. Jembatan yang menghubungkan Kalteng dan Kalsel ini mulai mengalami pengikisan di beberapa titik lantai.

--- 

Termakan umur dan berbahaya. Begitulah pengikisan di lantai jembatan Barito. Panjangnya bahkan mencapai 250 meter. Sebelumnya, kondisi demikian pernah ditangani pada bulan Juni lalu sepanjang 300 meter.

“Harus ditangani. Kami tak ingin terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Kalau dibiarkan bisa bolong sampai ke bawah,” terang Kasatker Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin, Syahriliansyah, baru-baru tadi.

Dia menyebut, jembatan yang menjadi satu-satunya akses ke Provinsi Kalteng ini sangat vital. Belum lagi angkutan besar kerap melintas di sana. “Hanya lantainya ada retak kecil. Tapi kalau dibiarkan akan semakin besar dan berbahaya,” tambahnya.

Sebelum ada jembatan ini, masyarakat yang ingin ke Kalteng atau Batola memang mengandalkan jalur transportasi sungai seperti boat atau kapal bermotor untuk menuju ke Banjarmasin atau sebaliknya. Vitalnya fungsi jembatan Barito membuat penanganan harus maksimal.

Penanganan lantai jembatan ini termasuk kontrak perawatan dan pemeliharaan jalan nasional di Kalsel. Jika ditotal panjang yang ditangani mencapai 146 Km.

“Bulan Juni lalu sudah kami tangani sepanjang 300 meter. Di tahap ke-2, rencananya tanggal 22 Agustus, akan kami tangani lagi dengan panjang 250 meter,” ungkapnya.

Selama penanganan, praktis lalu lintas di ruas jalan ini akan sedikit terganggu dan kemacetan tak akan terelakkan. Satker melakukan buka tutup arus jalan secara bergantian.

“Mau tak mau bergantian. Ini yang harus dipahami pengguna jalan,” tukasnya.

Menggunakan ruas jalan ini secara bergantian, akan dirasakan warga selama dua minggu. Pasalnya, melakukan penanganan lantai jembatan ini berbeda dengan pengaspalan jalan pada umumnya.

Diterangkannya, penanganan lantai jembatan yang terbuat dari beton, dilakukan dengan model injeksi grouting atau menyuntik bagian titik beton yang mengalami keretakan.

“Dikerjakan siang malam. Mudah-mudahan bisa cepat dan selesai sebelum itu,” terang pria yang akrab disapa Iril itu.

Penanganan serupa lantai jembatan sudah pernah dilakukan pada tahun 2014 lalu. Sedangkan yang ditangani ini adalah yang tersisa.

“Sebenarnya pernah dilakukan penanganan, tapi masih ada yang tersisa. Tahun ini kami tuntaskan,” janjinya. 

Perbaikan jembatan ini adalah bagian dari kontrak pemeliharan ruas jalan nasional dari batas Kapuas hingga ke Anjir Pasar, termasuk ruas jalan Ahmad Yani hingga ke Asam-Asam. Total perawatan jalan ini nilainya cukup besar. Mencapai Rp14 miliar.

“Jika ditotal dengan lantai jembatan. Panjang jalan nasional yang ditangani mencapai 146 Km,” papar Iril. 

Arif Abdurrahman, warga Anjir Muara mengharapakan, ketika penanganan nanti petugas harus terus ada mengatur arus lalu lintas. “Jangan sampai ada kemacetan panjang karena petugas tak ada,” pesannya. (mof/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 11:52

TERUNGKAP..! Dari Pengidap AIDS di Banjarbaru: Banyak Pria Suka Pria Secara Rahasia

HIV/AIDS di Banjarbaru setiap tahunnya selalu merenggut nyawa. Jumlah kasusnya…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:29

Pontang-Panting Rumah Sakit Pikirkan Skema Pembiayaan BPJS

Tunggakan klaim BPJS Kesehatan memusingkan banyak rumah sakit di Indonesia.…

Selasa, 15 Oktober 2019 13:03

Ofisial, Pelatih, dan Panitia Baku Hantam di Kejuaraan Karate

Keinginan Lemkari Kabupaten Banjar untuk menyelenggarakan kejuaraan karate bergengsi untuk…

Senin, 14 Oktober 2019 12:25

Berbincang dengan Kolektor Oeang Tempo Doeloe

Banting tulang siang dan malam demi Rupiah. Gali lubang lalu…

Minggu, 13 Oktober 2019 07:21

Lantunkan Ayat dengan Jari: Sudah Bisa Khatam, Ingin Terus Dalami Kitab Suci

Memiliki keterbatasan, bukan berarti kehilangan semangat. Buktinya, puluhan anggota persatuan…

Sabtu, 12 Oktober 2019 12:01

Gratiskan Honor untuk Safrah Amal, Bila Tak Manggung Jualan Es Keliling

Banua kehilangan satu lagi seniman gaek yang konsisten di jalurnya,…

Selasa, 08 Oktober 2019 10:20

Kalayangan Pagat, Grup Band yang Kampanyekan #SaveMeratus

Melalui dua lagu berjudul Merakus dan Rimba Terakhir, band bergenre…

Selasa, 08 Oktober 2019 09:48

Pengakuan Sang Penikam Ayah Tiri: Sakit Hati Melihat Ibu Disakiti

Sang penikam ayah tiri, Arafiq (22) telah dijebloskan ke sel…

Senin, 07 Oktober 2019 13:01

Melihat Cara PDAM-PDAM se-Banua Bertahan dari Krisis Air di Musim Kemarau

Musim kemarau membuat semua daerah di banua dilanda kekeringan. Warga…

Sabtu, 05 Oktober 2019 12:22

Bangkai Kapal Perang Belanda Onrust di Sungai Barito Timbul

Bangkai Kapal Perang Belanda Onrust yang tenggelam tahun 1859, timbul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*