MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Sabtu, 10 Agustus 2019 11:32
Ponpes Al Anwar Setop Kegiatan, Ternyata Alasan Warga Bangun Wisata karena Hal Ini
SEPI: Proses belajar mengajar di Ponpes Al Anwar, sementara waktu dihentikan sendiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren, H Syarkawi. Santrinya berjumlah 30 orang dan 5 pengajar juga dipulangkan ke rumahnya masing-masing. | FOTO: PESANTREN AL ANWAR FOR RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BARABAI - Polemik pembangun objek wisata bernama Stajau Indah di kawasan Desa Baru RT 8 Kecamatan Batu Benawa, dan Pondok Pesantren Al Anwar yang terletak di Desa Batu Tunggal Kecamatan Hantakan, mendapat atensi serius dari Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Pasalnya, saat mediasi yang keduakalinya digelar, yakni pada Senin (5/8) lalu, tak ada satu pun solusi yang bisa diterima oleh kedua belah pihak. Baik pihak pengelola wisata, mau pun Pondok Pesantren. Padahal sebelumnya, mediasi yang dilakukan, langsung dipimpin oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan Kabupaten HST, H Ainur Rafiq.

Kepada Radar Banjarmasin, H Ainur Rafiq, mengatakan bahwa pihaknya sudah melaporkan hal tersebut kepada Bupati HST. Mengingat, belum adanya titik temu pada mediasi yang digelar.

“Bupati, berkomitmen mempertahankan pesantren, sesuai dengan visi misi pemerintahan yang beliau jalankan,” ucapnya,

H Ainur Rafiq, juga menambahkan bahwa Bupati menginstruksikan agar pertemuan antara pihak pengelola objek wisata dan pengasuh pondok pesantren, nantinya kembali digelar. Guna merembukkan kembali hal tersebut. Tak ketinggalan, juga mengundang masing-masing pejabat kecamatan yang membawahi kedua wilayah.

“Menyelesaikan hal ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Kami selaku pemerintah masih melakukan upaya pendekatan agar masalah ini bisa terselesaikan. Dengan harapan, pesantren tetap jalan seperti biasa dan ekonomi masyarakat juga bisa bangkit,” ungkapnya.

Lebih lanjut, seusai mediasi kedua yang dilakukan pada Senin (5/8) lalu. Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar, yakni H Syarkawi, memilih untuk menonaktifkan sementara proses belajar mengajar yang ada di pondok. Kemudian, pada hari Selasa (6/8) dan Rabu (7/8) dia juga memulangkan 5 pengajar serta seluruh santrinya yang berjumlah 30 orang ke rumah masing-masing.

H Syarkawi, sendiri saat ini berada di Kabupaten Tanah Bumbu. Kepada Radar Banjarmasin, Kemarin (9/8), dia mengatakan bahwa harus melakukan hal tersebut karena selama ini tak ada ketegasan sedikit pun dari Pemerintah Kabupaten HST, menyikapi persoalan yang dihadapinya.

“Saya sudah berulang kali lapor ke Pemerintah Kabupaten HST, tapi juga masih belum ada solusi. Pemerintah melarang saya untuk meninggalkan pondok, tapi mereka membiarkan objek wisata terus saja dibangun,” ucapnya.

Dia juga mengulang kembali hasil kesepakatan mediasi yang pertama kali dilakukan. Yakni pada 11 Juli lalu. Yang mana, pada mediasi tersebut, pembangunan objek wisata disepakati dihentikan terlebih dahulu sebelum adanya solusi konkret dari masalah yang dihadapi.

“Pembangunan, sepakat dihentikan selama dua bulan. Tapi nyatanya, 10 hari setelah itu malah berjalan. Selama tidak ada komitmen pemerintah, atau tidak ada hitam di atas putih, maka pesantren akan tetap saya tutup,” ucapnya.

Dia juga menambahkan bakal mengambil tindakan tegas yakni menutup Pondok Pesantren yang dikelolanya itu dan kembali membangun Pondok Pesantren di Kabupaten lain.

Kondisi tersebut, juga menjadi perhatian Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten HST, Saipudin. Pasca menugaskan perwakilannya untuk menghadiri mediasi kedua yang dilakukan pada Senin (5/8) lalu, dia mengaku juga masih belum bisa mengambil tindakan atau memberikan solusi.

Selain itu, pasca mendengar kabar bahwa Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar meninggalkan pondok dan proses belajar mengajar terhenti, dia juga menyayangkan tindakan tersebut. Dia berharap agar kedua belah pihak hendaknya bisa bertemu kembali, guna menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Semestinya objek wisata dan pondok pesantren, bisa berjalan beriringan,” tuntasnya.

Terkait persoalan yang dialami oleh pengelola objek wisata dan Pengasuh Pondok Pesantren, selaku Kepala Desa Baru, M Arsyad, mengatakan bahwa upaya pendekatan terus dilakukan pihaknya. Dia mengungkapkan, masyarakat Desa Baru pun turut bersimpati terkait keadaan Pondok Pesantren.

Meski begitu, melalui dirinya, masyarakat juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten HST, hendaknya melihat kondisi masyarakat yang sudah terlanjur membangun objek wisata.

“Harga karet, terbilang murah. Pendapatan masyarakat pun minim. Mereka ingin seperti yang lain. Membangun objek wisata agar dapat mengubah kondisi perekonomian,” ucapnya.

Dia juga menambahkan bahwa meski pembangun objek wisata masih terus berlangsung, bukan berarti pihaknya mendiamkan. Justru sebaliknya, dia juga mengimbau agar masyarakat menghentikan sementara pembangunan.

“Kemarin sudah saya tegur. Mereka bilang, sekadar menghabiskan cat saja. Setelah selesai mengecat, mereka berhenti bekerja. Kepada saya, masyarakat juga mengutarakan keinginannya, paling tidak pasca Hari Raya Iduladha, objek wisata yang mereka bikin setidaknya bisa mendatangkan pengunjung. Sekali lagi, mereka cuma ingin agar objek wisata bisa mengubah kondisi perekonomian warga,” tuntasnya. (war/bin/ema)

 


BACA JUGA

Sabtu, 17 Agustus 2019 09:43

Tak Ada Solusi, Driver Online Kecewa Meski Sudah Bertemu Aplikator di Gedung Dewan

BANJARMASIN - Forum Driver Online (FDO) Kalsel yang berjuang mendapatkan…

Sabtu, 17 Agustus 2019 09:36

Pasar Amuntai Digeruduk BPOM, Cari Garam Tak SNI

AMUNTAI - Pedagang Pasar Induk Amuntai, Jumat (16 /8) pagi…

Sabtu, 17 Agustus 2019 09:31

Jelang HUT, Aston Hotel Banua Sharing Program

BANJARBARU - Satu hari sebelum momentum HUT Proklamasi RI ke-74.…

Kamis, 15 Agustus 2019 09:21

Menteri Pariwisata: Nomadic Tourism Cocok untuk Kalsel. Apakah itu?

Setelah berkeliling ke sejumlah objek wisata di Kalsel, Menteri Pariwisata…

Rabu, 14 Agustus 2019 11:35

Satpol PP Banjarmasin Dilaporkan ke Polisi oleh Motoris Kelotok Wisata

KOPERASI Maju Karya Bersama melaporkan Satpol PP Banjarmasin ke Satreskrim…

Sabtu, 10 Agustus 2019 11:32

Ponpes Al Anwar Setop Kegiatan, Ternyata Alasan Warga Bangun Wisata karena Hal Ini

BARABAI - Polemik pembangun objek wisata bernama Stajau Indah di…

Sabtu, 10 Agustus 2019 09:44

Rute Penerbangan BDJ-SBY Bertambah

BANJARBARU - Warga Banua yang kerap bepergian lewat jalur udara…

Rabu, 07 Agustus 2019 06:50

Semakin Jejal, PKL Siring Mesti Didata Ulang

BANJARMASIN - Siring Pierre Tendean tak senyaman dulu. Tiap liburan…

Rabu, 07 Agustus 2019 06:41

Baru juga Sehari Dibangun, Eh Dibongkar, Hermansyah pun Terkejut

BANJARMASIN - Baru sehari rampung, dermaga kayu yang dibangun Koperasi…

Selasa, 06 Agustus 2019 10:33

Pesantren Tolak Objek Wisata di Batu Benawa HST, Begini Alasannya...

BARABAI - Tak semua tempat wisata swadaya disambut dengan baik.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*