MANAGED BY:
MINGGU
31 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 10 Agustus 2019 11:36
Tagihan Rp359 juta Macet, Pengusaha Katering Gelisah
BUAT LAPORAN: Pemilik Kaila Katering, Soerja saat mengadukan dugaan penipuan yang dilakukan pasangan suami istri kepada sejumlah pengusaha katering ke Satreskrim Polres Banjarbaru, Selasa (6/8) tadi. | FOTO: MUHAMMAD RIFANI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Sejumlah pengusaha katering dalam beberapa pekan terakhir sedang dibuat gelisah oleh pasangan suami istri (pasutri) yang memesan makanan ke mereka. Karena, hingga kini pemesan itu belum juga melunasi pembayaran.

Padahal, penagihan intens dilakukan oleh para pemilik katering. Akan tetapi, pasutri yang disebut-sebut bertempat tinggal di Banjarmasin itu selalu mengulur waktu untuk melunasi tagihan hingga berbulan-bulan.

Lantaran belum ada kejelasan kapan akan melunasi tagihan, para pengusaha katering pun merasa ditipu dan baru-baru tadi mengadukan pelaku ke Polres Banjarbaru. Salah satu yang mengadukannya: Pemilik Kaila Katering, Soerja.

Ketua DPD Asiosiasi Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (APJI) Kalsel ini mengaku, dirinya bersama dua pemilik katering lain di Banjarbaru yang merasa jadi korban, Selasa (6/8) tadi telah mengadukan pasutri tersebut ke Polres Banjarbaru.

"Kami merasa ditipu, jadi kami adukan ke Polres. Sebab, kerugian yang kami alami tidak sedikit. Satu katering bisa puluhan sampai seratus juta rupiah," katanya, kemarin.

Dia mengungkapkan, katering yang merasa ditipu pasutri yang diketahui berinisial AG dan AN itu bukan hanya di Banjarbaru. Tapi juga di Banjarmasin.

"Untuk di Banjarbaru ada tiga katering, termasuk milik saya. Sementara di Banjarmasin ada lima. Dari delapan katering ini, kerugian ditaksir mencapai Rp359 juta," ungkapnya.

Bahkan, dia mengungkapkan, katering yang ada di Banjarmasin secara resmi melaporkan pelaku ke Polres Banjarmasin. "Mereka memilih melapor karena ada satu katering yang belum dibayar sama sekali. Padahal, makanan yang dipesan senilai Rp100 juta lebih," ungkapnya.

Untuk katering yang di Banjarbaru sendiri, Soerja menyebut hanya sebatas melakukan pengaduan. Karena, masih ada tenggat waktu bagi pelaku untuk melunasi pembayaran. "Mereka berjanji melakukan pelunasan pada akhir Agustus ini. Kalau tidak juga dilunasi, baru kami bisa melapor secara resmi," sebutnya.

Dijelaskannya, tujuan pengaduan yang mereka lakukan ialah untuk menghentikan kebiasaan pelaku yang memesan makanan dengan jumlah besar. Namun, lambat melakukan pembayaran. "Kemungkinan korban bisa bertambah, karena sampai sekarang mereka masih memesan makanan di katering lain," jelasnya.

Lebih lanjut dia membeberkan, dugaan penipuan yang dilakukan oleh pelaku modusnya ialah memesan makanan dengan jumlah banyak dan dalam jangka waktu berhari-hari. "Jadi mereka memesan bukan hanya untuk satu atau dua hari. Tapi sampai puluhan hari. Namun, janji bayarnya di hari terakhir," bebernya.

Ke Kaila Katering sendiri pelaku memesan makanan untuk 20 hari pada pertengahan Ramadan tadi, di mana dalam seharinya mereka minta disediakan 200 nasi kotak, 400 kotak snack. Serta 400 minuman kotak berupa susu dan teh.

"Mereka mengaku kontraktor. Katanya makanan yang dipesan untuk anak buahnya berbuka puasa di proyek, tapi saya tidak tahu proyek apa karena makanan mereka ambil sendiri ke katering," jelas Soerja.

Awalnya, dia mengaku tak menaruh curiga dengan pelaku. Meski, belum memberikan uang muka saat memesan. "Setelah itu, pada hari ke lima saya minta DP. Sebab, makanan yang mereka pesan dihitung-hitung sudah Rp10 juta lebih. Tapi, mereka ternyata minta waktu sepekan," bebernya.

Sepekan kemudian, Soerja pun menagih lagi. Akan tetapi, lagi-lagi dia kecewa karena uang muka yang diberikan pelaku hanya Rp2 juta. Padahal, makanan yang dipesan kalau diuangkan sudah puluhan juta rupiah.

"Alasannya, bagian keuangan di perusahaannya tidak mau mengeluarkan uang setelah kesepakatan pemesanan selama 20 hari selesai," kata Soerja.

Karena tidak mau semakin merugi, Soerja pun memutuskan untuk berhenti melayani pelaku pada hari ke-15 dan menyodorkan invoice ke pasutri tersebut.

"Saat itu saya mikir sebentar lagi Lebaran, bank pasti tutup. Sehingga, pembayaran bisa semakin terlambat. Jadi pada hari ke-15 pesanan saya hentikan dan menagih pembayaran," ucapnya.

Namun, dia mengungkapkan, saat disodori invoice pelaku masih enggan melunasi tagihan yang mencapai Rp35 juta tersebut dengan bermacam-macam alasan.

"Katanya uang belum bisa keluar, sebelum 20 hari sesuai kesepakatan. Tapi, saat saya tunggu sampai satu bulan berlalu belum juga dibayar," ungkapnya.

Sampai di situ dia pun merasa ditipu, dan mulai berkoordinasi dengan Polres Banjarbaru. "Setelah itu, ketika kami rapat di APJI ternyata ada anggota katering lain yang juga ditipu pelaku. Kemudian, kami sepakat mengadu ke polres," paparnya.

Disinggung, kira-kira apa motif pelaku memesan banyak makanan tapi tak dibayar. Soerja menduga, makanan yang dipesan dijual kembali. "Dugaan itu muncul, karena mereka hanya memesan minuman kotak dan kardusnya tidak boleh dibongkar. Mungkin supaya bisa dijual lagi," ucapnya.

Secara terpisah, Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya melalui Kasat Reskrim Polres Banjarbaru, AKP Aryansyah membenarkan sudah menerima pengaduan dugaan penipuan dan penggelapan dari DPD APJI Kalsel.

"Saat ini kami masih menunggu laporan secara resminya Mas, karena dari pengusaha katering masih memberi kesempatan sedikit waktu untuk dilakukan pembayaran kepada mereka," jelasnya.

Sementara pemilik Wawa katering, berlokasi di Jalan Mahatkasan Banjarmarmasin Timur, harus menelan pil pahit. Layanan katering yang sudah diberikan pemilik, ke pemesan inisial AG dan AN mengalami kerugian sebesar Rp123 juta.

"Kami melayani dari 20 Juni hingga 14 Juli, sepeser pun rupiah tak dibayarkan pemesan berinisial AG dan AN itu," ungkap pemilik Katering Wawa, Leonardo (30) dan Marzetia, kemarin (9/8).

Ia mengakui selama 20 tahun berbisnis katering, baru kali ini menemukan pelanggan seperti ini. "Kami ini usaha keluarga, meneruskan saja. Sudah 20 tahun, usaha jalan," ujar Leo dan istrinya.

Disebut Leo, sebenarnya perihal ini sudah diupayakan dengan langkah-langkah musyawarah. Beberapa kali melakukan mediasi, namun tak membuahkan hasil.

"Perkara ini sudah kami laporkan ke Satreskrim Polresta Banjarmasin. Harapan perkara ini bisa diusut tuntas, nilai kerugian kami juga besar dan banyak menjadi korban," pintanya.

Leo, menceritakan awalnya tak ada sama sekali menaruh kecurigaan dengan pelanggan tersebut. Seminggu berjalan pesanan terus dikirimkan ke tempat tinggal pasangan suami istri AG dan AN, itu.

"Kami sudah biasa jika pesanan ini seminggu belum terbayar. Dan karena sudah Jalan seminggu kami sodorkan invoice, pasutri itu berjanji akan segera membayar dan alasan mereka ketika ditagih bendahara masih keluar," terang Leo.

Leo dan istrinya pun masih tetap percaya dan terus mengirimkan pesanan sesuai permintaan yang diorder dari awal kesepakatan. Namun seiring waktu berjalan, ada keanehan dan kejanggalan sehingga menaruh kecurigaan mereka. "Sehari saya kirim makanan prasmanan 120 porsi dan minuman botol.

Saya cek ke Bandara, kebetulan ada keluarga, katanya tak ada CV yang disebutkan pasutri itu ikut ambil dalam bagian proyek pengembangan bandara, langsung saja kami kalut dan panik," bebernya.

Berjalan 21 hari mengirim makanan pesanan, pemilik katering Wawa, ini menghentikannya. Sampai detik itu belum ada uang yang dibayarkan pasangan AG dan AN tersebut. Leo pun dan istri dibuat was-was, takut menjadi korban penipuan, tragis sampai ini belum ada yang terbayar.

"Diluar katering prasmanan, ada snack. Itu hanya terbayar Rp2,5 juta saja, sebagian modal kami ada pinjam dan uang minuman juga belum bisa bayar sama sekali sama distributornya, ketika kami tagih mereka selalu beralasan macam-macam," tambahnya.

Ditambahkan Leo modusnya mereka mengaku penyedia jasa kontruksi dan mendapatkan proyek di pengerjaan Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru. Kesepakatannya makanan, mereka langsung yang mengambil alasannya proyek bandara sulit dimasuki orang luar. "AG dan AN, bilang buat para buruh pengerjaan Bandara Syamsuddin Noor," ujarnya.

Usut punya usut, kabarnya makanan yang telah dipesan itu dibagikan ke lingkungan tempat tinggal AG dan AN tersebut di kawasan Landasan Ulin.

"Kabarnya rumah itu kontrak juga. Kami menduga untuk minuman itu yang dijadikan uang, kan mudah untuk dijual kembali. Kami berharap tidak ada korban lagi selain kami, harapan kami polisi bisa mengusut kasus ini, karena ini jelas penipuan," imbuhnya.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Ade Papa Rihi, dikonfirmasi menyebutkan jika ada menerima laporan tersebut. Namun pihaknya masih mempelajari laporan tersebut. Bahkan dalam waktu dekat pihaknya akan membuat surat pemanggilan kepada yang bersangkutan terlapor. "Ini masih kami susun untuk memanggil mereka (AG dan AN)," jelasnya. (lan/ris/bin/ema)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat

BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin…

Jumat, 31 Januari 2020 11:27

Sengketa Warga Antar Baru vs PT Barito Putera Plantation: Warga Serahkan Bukti Kepemilikan

MARABAHAN - Lama tidak terdengar, mediasi sengketa lahan sawit antara…

Jumat, 31 Januari 2020 11:11

Timbun Solar, Samsul dan Syamsuddin Digrebek

BANJARMASIN - Kepolisian Polsek Banjarmasin Utara menggerebek dua rumah di…

Jumat, 31 Januari 2020 11:03

Mabuk Bawa Sajam, Buronan Apes

BANJARMASIN – Jadi buronan selama dua pekan, Taufik Rahman alias…

Jumat, 31 Januari 2020 10:36

Sabirin Terjebak Polisi Menyamar

AMUNTAI - Nasib sial dialami Sabirin (28), warga Desa Harus…

Jumat, 31 Januari 2020 10:34

Korban Berteriak, Anto pun Panik, Dengan Mudah Ia Dikepung Warga

MARABAHAN - Sial masih jauh dari Armina. Warga Desa Sinar…

Jumat, 31 Januari 2020 10:31

Disergap, Pengedar Sabu Tak Berkutik

MARABAHAN - Pengedar narkoba sedikit demi sedikit digulung Sat Res…

Kamis, 30 Januari 2020 11:48

Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana

Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas,…

Kamis, 30 Januari 2020 10:56

Pengendara Panik ada Razia di Kayutangi, 62 Pemotor Ditilang

BANJARMASIN - Pengendara yang melintasi Jalan Hasan Basry mendadak panik…

Kamis, 30 Januari 2020 10:49

Dua di Jalan, Satu di Toilet; Budak Sabu Barabai Tak Berkutik Diringkus

BARABAI - Ada-ada saja ulah FP (20). Pemuda asal Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers