MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 13 Agustus 2019 09:15
Penutupan Paripurna DPRD Banjarbaru Sempat “Ricuh”,

Isu Keretakan Najdmi-Iwansyah Langsung Sirna

HARMONIS: Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani (tengah) di dampingi wakilnya, Darmawab Jaya S (kanan) memberikan suapan kue ultah kepada Ketua DPRD Banjarbaru, AR Iwansyah (kiri) selepas Rapat Paripurna pada Senin (12/8) siang. | Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU - Sehari pasca libur lebaran. Pelaksanaan Rapat Paripurna DPRD di Gedung DPRD Banjarbaru pada Senin (12/8) berakhir tak terduga. Kericuhan sempat terjadi dalam agenda rutin eksekutif dan legislatif ini.

Paripurna kemarin beragendakan Persetujuan dan Penandatanganan Kesepakatan. Yakni tentang Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Kota Banjarbaru tahun 2020. Kerap disingkat KUA-PPAS.

Paripurna dimulai dari pukul 10.30 Wita. Molor sekitar 30 menit dari dijadwalkan. Sama halnya seperti paripurna yang lewat-lewat. Rapat kali ini berjalan lancar hingga akhir.

Seusai Ketua DPRD Banjarbaru, AR Iwansyah menutup gelaran rapat. Yang dibarengi dengan para peserta rapat ingin berkemas. Dari bagian belakang ruangan rapat mendadak ricuh.

Rupanya, dua orang awak media yang meliput jalannya rapat cekcok. Umpatan dan aksi saling dorong tak terhindarkan. Sontak kejadian ini membuat seisi ruangan kaget.

Kericuhan terjadi beberapa menit. Personel Satpol PP dan keamanan yang bertugas terpaksa turun tangan. Rekanan awak media yang lainnya pun juga ikut melerai cekcok ini.

Suasana tegang tak terhindarkan. Tampak ketua DPRD, Walikota dan Wakil Walikota terdiam. Dari kericuhan tak jelas apa yang digumamkan. Beruntung tak sempat terjadi aksi saling hantam.

Saat kericuhan mulai memuncak. Dari sekitar area kericuhan satu persatu awak media mulai bertepuk tangan. Lengkap dengan nyanyian Selamat Ulang Tahun.

Rupanya, kericuhan tadi hanya sandiwara para awak media. Tujuan awak media ingin memberi kejutan tak biasa. Sebagaimana diketahui, sehari sebelumnya, Ketua Dewan, AR Iwansyah merayakan hari lahirnya.

Kejadian ini membuat suasana langsung berubah. Yang semula begitu tegang langsung lepas tertawa. Tampak beberapa juga mengelus dada. Tanda bahwa kericuhan hanya sekadar drama laiknya pertunjukan opera.

Kue ulang tahun berbalut cokelat datang. Salah seorang awak media senior, Rini beranjak ke depan ruang paripurna. Di sana tampak, Ketua DPRD masih menenangkan diri sehabis “dikerjai" awak media.

"Selamat ulang tahun pak Ketua. Mohon maaf tadi mengagetkan," kata Rini yang diikuti riuh tepuk tangan awak media lainnya.

Iwansyah tak kuasa menahan haru. Dari mata dan parasnya, terlihat sekali ia merasa bahagia. Meski dalam prosesnya, para jurnalis sempat membuat kaget kepalang. Apalagi mengingat ini momentum Paripurna.

"Ada-ada saja kalian (awak media) ini. Saya kira beneran ada perkelahian, kaget sekali saya. Tapi Alhamdulillah, terima kasih atas kejutannya," kata Iwansyah.

Senada, Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani beserta Wakilnya, Darmawan Jaya Setiawan juga tak kalah kaget. Menurut Nadjmi, kericuhan dikiranya benar-benar natural antar awak media.

"Wah saya kira beneran. Karena kaget sekali timbul-timbul ada teriakan dan kegaduhan. Ternyata bagian dari kejutan. Terima kasih, ini luar biasa kejutannya," bebernya.

Di tengah atmosfer pasca kejutan. Kue ultah mulai dipotong. Iwansyah memberikan potongan pertama sekaligus kepada rekan di pemerintahan; Walikota. Yang mana dibalas Walikota menyuapi Iwansyah. Lalu disusul dengan Wakil Walikota yang turut menyuapi Iwansyah.

Sontak momen ini membuat suasana begitu cair dan tampak harmonis. Mengingat diketahui sebelumnya, secara politis kedua pimpinan ini bakal berkompetisi di Pilkada 2020 serentak. Nadjmi akan maju kembali bersama Jaya sedangkan Iwansyah akan digandeng Aditya Mufti Arifin sebagai penantang.

Najdmi pun menyampaikan ungkapannya. Disebutnya kondisi tadi benar-benar dalam suasana yang harmonis. Tak lupa ia juga meminta agar jangan ada saling hasut dan adu domba menjelang musim politik di Banjarbaru.

"Pertama-tama, selamat Milad buat pak Iwansyah. Soal politik? Itu persoalan lain. Yang terpenting kondisi harus tetap harmonis dan juga kita harus bersama-sama membangun Kota ini," tanggap Nadjmi.

Memang kejadian tadi seakan membuat pandangan tidak-mesraan Najdmi dan Iwansyah pecah. Maklum, seusai Iwansyah mendeklarasikan bakal turut maju dalam Pilkada. Sempat santer pandangan jika hal ini akan mengganggu hubungan antara Legislatif dan Eksekutif. Yang sebagaimana kinerja kedua pihak ini masih akan terjalin hingga beberapa bulan ke depan.

Adapun, terkait hasil pembahasan paripurna. Baik eksekutif dan legislatif sepakat atas KUA-PPAS yang akan dibahas lebih lanjut.

Sesuai Permendagri Nomor 33 tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan APBD tahun anggaran 2020 tentang mengatur alokasi dana minimal.

Dipaparkan Najdmi, jika dalam KUS-PPAS tahun 2020 nanti Pemerintah akan mengalokasikan dana minimal untuk fungsi pendidikan sebesar 20,6 persen, urusan kesehatan 18,76 persen. Yang mana persentase tersebut diambil dari total belanja daerah APBD tahun 2020.

"Kita juga mengalokasikan anggaran pengawasan penyelenggaraan Pemda kepada inspektorat sebesar hampir 11,9 Miliar Rupiah (tepatnya 11.833.601.530). Jika dipersentasikan didapat angka 0,95 persen dari total belanja daerah," katanya.

Diklaim Nadjmi, 0,95 persen sudah memenuhi bahkan melewati terkait surat edaran Kemendagri. Yang mana di surat tersebut memprioritaskan untuk alokasi pengawasan sebesar 0,75 persen.

Lalu, di KUA tahun 2020 ini, secara keseluruhan Pendapatan Daerah terang Najdmi telah ditetapkan. Angkanya sendiri mencapai 1,1 triliun rupiah. Atau tepatnya Rp1.135.572 433.330

"Itu terdiri dari PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang ditetapkan mencapai 240 M (tepatnya Rp241.220.508.075), lalu dana perimbangan tahun 2020 ditetapkan mencapai 766 M (tepatnya Rp766.996.341.910), dan terakhir lain-lain pendapatan daerah yang sah mencapai 123 M (tepatnya Rp127.355.583.345)," jelasnya.

Sementara itu, untuk kebijakan belanja daerah. Di rapat paripurna Nadjmi menyampaikan kalau ini dibagi atas dua kategori; belanja langsung dan belanja tidak langsung. Dengan total keseluruhan biaya belanjanya mencapai 1,2 Triliun Rupiah (tepatnya Rp1.241.629.516.350).

"Untuk belanja tidak langsung secara keseluruhan ditetapkan mencapai 474 M (tepatnya Rp474.557.799.420). Sedangkan belanja langsung ditetapkan mencapai 767 M (tepatnya Rp767.051.716.930)," sebutnya.

Terakhir, di KUA tahun 2019 turut dibahas juga soal kebijakan pembiayaan daerah. Yang mana disebutkan jika pembiayaan daerah ini ditetapkan mencapai 106 M (tepatnya Rp106.057.083.020).

Besaran tersebut papar Walikota berasal dari komponen penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp147.203.667.020 yang merupakan besaran sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran periode sebelumnya yang jumlahnya sebesar Rp55.300.561.020, lalu dari penerimaan pinjaman daerah sebesar Rp71.903.106.000 dan pencairan dana cadangan sebesar Rp20 miliar

"Juga serta dari komponen pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp41.146.584.00 yang berupa penyertaan modal (investasi) sebesar Rp15 miliar dan pembayaran pokok utang sebesar Rp26.146.584.000," tukas Walikota.

Ketua DPRD Banjarbaru, AR Iwansyah mengatakan seusianya agenda paripurna tadi. Maka selanjurnya akan memasuki tahapan pembahasan RAPBD (Rancangan APBD).

"Kita targetkan semua tahapan bisa tuntas dalam waktu dekat. Sehingga bisa tuntas sebelum masa pergantian anggota dewan yang baru," tutup Iwansyah. (rvn/al/ram)


BACA JUGA

Kamis, 21 November 2019 12:21

Parkir Baru Bandara Syamsudin Noor, Bisa Tampung 1.524 Mobil dan 720 Motor

Sebentar lagi terminal baru Bandara Syamsudin Noor akan beroperasi. Dengan…

Kamis, 21 November 2019 12:19

Lawan Petahana, Denny Optimis Dapat Perahu

BANJARMASIN – Meski belum mendapat kepastian tiket untuk maju di…

Kamis, 21 November 2019 12:16

Jadi Biang Macet, Warga Diminta Maklumi Proyek Jembatan Sungai Lulut

BANJARMASIN – Jembatan Sungai Lulut yang menjadi biang kemacetan di…

Kamis, 21 November 2019 12:11

Cinta dan Restu Orang Tua Saja Tak Cukup, Mau Menikah Harus Bersertifikat Dulu, Juknisnya Sedang Ditunggu

BANJARBARU - Mulai tahun 2020, menikah tak cukup hanya bermodalkan…

Kamis, 21 November 2019 12:02

Syarat CPNS: Prodi Tidak Harus Terakreditasi

BANJARBARU - Kabar gembira bagi pendaftar CPNS 2019 yang belum…

Kamis, 21 November 2019 11:55

Buku Soal CPNS Laris Manis, Banyak Toko Kehabisan Strok

Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 membawa berkah bagi…

Kamis, 21 November 2019 11:51

BAHAYA..! Jembatan Kuin Mulai Miring, Pagar Tampak Rapuh, Besi Banyak Lepas, Papan Ulin Renggang

BANJARMASIN - Kampung Kuin terkenal berkat objek wisata religinya. Yakni…

Kamis, 21 November 2019 11:44

Proyek Rehab Pasar Tungging Terlambat, Masih Menunggu Pemindahan Tiang PLN

BANJARMASIN - Tiang-tiang penyangga rangka atap Pasar Tungging sudah mulai…

Kamis, 21 November 2019 11:40

IRONI..! Di Kota Seribu Sungai, Tak Ada Armada Pengangkut Sampah Sungai

BANJARMASIN - Dijuluki Kota Seribu Sungai, sayangnya, masih banyak sampah…

Kamis, 21 November 2019 11:35

14 Miliar untuk BPJS Warga Miskin, Dinsos Jadi Penjaga Gawang

BANJARMASIN - Pemko mengalokasikan Rp14,1 miliar untuk pembayaran iuran BPJS…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*