MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 14 Agustus 2019 11:41
Malam Hari Raya, Mereka Harus Padamkan Api Hingga Subuh

Kisah Para Pelawan Api di Posko Karhutla

TETAP SIAGA: Kepala Posko AKP Husnil Mubarok (kiri) bersama Wakapolres Banjarbaru Kompol Andik Eko Siswanto (kanan) saat berada di Posko Operasi Karhutla Intan Polda Kalsel, kemarin. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Menjadi bagian dari satgas penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tentu diharuskan waspada selama 24 jam. Bagaimanakah kisah para petugas di Posko Operasi Karhutla Intan Polda Kalsel Yang mengemban tugas sejak 27 Juli tadi?

-- Oleh: SUTRISNO, Banjarbaru --

Radar Banjarmasin, kemarin mendatangi posko yang berada di lapangan samping Gedung Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel, Jalan A Yani Km 21, Landasan Ulin tersebut.

Di sana tampak sejumlah personel sedang beristirahat di dalam tenda. Sementara itu, di depan tenda terparkir sejumlah mobil tangki dan kendaraan trail yang siap digunakan apabila sewaktu-waktu titik api muncul.

Saat masuk ke tenda, wartawan koran ini disambut Kepala Posko AKP Husnil Mubarok. Dia tampak cemas, dengan sesekali menghubungi anggotanya untuk menanyakan kondisi di lapangan.

"Ini Mas, masih ada titik api yang masih mengeluarkan asap di Jalan Kurnia. Perbatasan antara Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, jadi saya tanya terus bagaimana kondisinya," kata Husnil usai menghubungi anggotanya yang sedang berada di titik api.

Dia mengungkapkan, gara-gara titik api di Jalan Kurnia itu mereka harus menghabiskan sepanjang malam Hari Raya Iduladha, Sabtu (10/8) tadi di hutan. "Api muncul pada malam hari raya, kami tangani sampai subuh tapi tidak juga padam," ungkapnya.

Bahkan Husnil menuturkan, pemadaman langsung dikoordinir oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani dan melibatkan sejumlah unsur. Mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni hingga Dishut Kalsel. "Sampai sekarang (kemarin) di sana masih mengeluarkan asap," tuturnya.

Menurutnya, tak masalah mereka memadamkan api hingga subuh pada malam hari raya. Sebab, mereka memang dituntut waspada selama 24 jam. "Saat hari raya pun posko tidak boleh kosong. Masih ada yang berjaga. Karena anggota bisa Salat Id di masjid dekat posko," ujarnya.

Dia menyampaikan, di Posko Operasi Karhutla Intan Polda Kalsel diisi oleh 98 personel gabungan terdiri yang terbagi menjadi tiga satgas. Di mana, ketiga satgas itu standby di posko secara bergantian sesuai shift yang sudah ditentukan."Ada dua shift, yakni dari jam 8 pagi sampai 8 malam dan jam 8 malam sampai 8 pagi," ucapnya.

Wilayah tugas para personel yang ada di posko sendiri ialah Gambut, Bati-bati dan Banjarbaru. Namun, mereka lebih mengutamakan penanganan karhutla di sekitaran Bandara Syamsudin Noor.

"Operasi ini sengaja dibuat memang untuk membantu menangani karhutla sekitaran bandara," ujar Husnil.

Selama posko dibuka pihaknya telah menangani lima titik kebakaran lahan. Masing-masing berada di Bati-bati, Liang Anggang, Jalan Kurnia, Jalan Lingkar Bandara dan terakhir kemarin di Jalan Gubernur Syarkawi.

"Dari lima titik itu, kami mengamankan satu orang warga yang ketahuan sedang membakar lahan di Jalan Lingkar Bandara," paparnya.

Lanjutnya, warga setempat yang diketahui berinisial SM, 27, itu kini masih ditangani pihak Polsek Banjarbaru Barat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Gara-gara dia, lahan hampir satu hektare terbakar. Dia beralasan ingin membuka lahan untuk berkebun," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang personel yang tergabung dalam Operasi Karhutla Intan, Aditya mengaku senang bisa terlibat dalam penanganan karhutla di Kalsel. Meski, waktunya tersita karena harus waspada selama operasi.

"Saya tahun 2015 juga pernah ditugaskan untuk ikut operasi karhutla di Kalteng, jadi sudah terbiasa," bebernya.

Saat Hari Raya Iduladha tadi, dia mengaku ikut standby di posko setelah pada malam harinya berjibaku memadamkan api di Jalan Kurnia. "Pagi Salat Id dulu di kampung di Martapura, setelah itu ke posko," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 11:52

TERUNGKAP..! Dari Pengidap AIDS di Banjarbaru: Banyak Pria Suka Pria Secara Rahasia

HIV/AIDS di Banjarbaru setiap tahunnya selalu merenggut nyawa. Jumlah kasusnya…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:29

Pontang-Panting Rumah Sakit Pikirkan Skema Pembiayaan BPJS

Tunggakan klaim BPJS Kesehatan memusingkan banyak rumah sakit di Indonesia.…

Selasa, 15 Oktober 2019 13:03

Ofisial, Pelatih, dan Panitia Baku Hantam di Kejuaraan Karate

Keinginan Lemkari Kabupaten Banjar untuk menyelenggarakan kejuaraan karate bergengsi untuk…

Senin, 14 Oktober 2019 12:25

Berbincang dengan Kolektor Oeang Tempo Doeloe

Banting tulang siang dan malam demi Rupiah. Gali lubang lalu…

Minggu, 13 Oktober 2019 07:21

Lantunkan Ayat dengan Jari: Sudah Bisa Khatam, Ingin Terus Dalami Kitab Suci

Memiliki keterbatasan, bukan berarti kehilangan semangat. Buktinya, puluhan anggota persatuan…

Sabtu, 12 Oktober 2019 12:01

Gratiskan Honor untuk Safrah Amal, Bila Tak Manggung Jualan Es Keliling

Banua kehilangan satu lagi seniman gaek yang konsisten di jalurnya,…

Selasa, 08 Oktober 2019 10:20

Kalayangan Pagat, Grup Band yang Kampanyekan #SaveMeratus

Melalui dua lagu berjudul Merakus dan Rimba Terakhir, band bergenre…

Selasa, 08 Oktober 2019 09:48

Pengakuan Sang Penikam Ayah Tiri: Sakit Hati Melihat Ibu Disakiti

Sang penikam ayah tiri, Arafiq (22) telah dijebloskan ke sel…

Senin, 07 Oktober 2019 13:01

Melihat Cara PDAM-PDAM se-Banua Bertahan dari Krisis Air di Musim Kemarau

Musim kemarau membuat semua daerah di banua dilanda kekeringan. Warga…

Sabtu, 05 Oktober 2019 12:22

Bangkai Kapal Perang Belanda Onrust di Sungai Barito Timbul

Bangkai Kapal Perang Belanda Onrust yang tenggelam tahun 1859, timbul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*