MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Kamis, 15 Agustus 2019 09:21
Menteri Pariwisata: Nomadic Tourism Cocok untuk Kalsel. Apakah itu?
POTENSI WISATA BUDAYA: Seni sinoman hadrah di atas Sungai Martapura. | FOTO: AZHAR ASKARI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Setelah berkeliling ke sejumlah objek wisata di Kalsel, Menteri Pariwisata Arief Yahya akhirnya mengetahui konsep yang potensial untuk Kalsel. Apa itu?

"Nomadic tourism," ucapnya saat hadir dalam Peringatan Hari Jadi ke 69 Provinsi Kalsel, Rabu (14/8).

Nomadic tourism yang dimaksud Arief adalah wisata yang bersifat temporer, entah akses atau amenitasnya (fasilitas pendukung). Ini bisa diterapkan untuk menjangkau destinasi alam potensial yang ada di Kalsel.

Menurut Arief keunggulan dari konsep ini adalah tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk membangun hotel atau tempat penginapan besar di sekitar lokasi tempat wisata untuk menarik wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal. Wisatawan cukup membawa tenda (camp) atau glam camp (berkemah mewah dan wah).

Arief menjamin itu bisa menarik wisatawan menengah maupun wisatawan berkantong tebal yang ingin menikmati destinasi alam di Kalsel. Mereka bebas memilih. Strategi promosinya bisa menggunakan storynomic atau storytelling tourism. Menyampaikan cerita yang menarik tentang pariwisata di Kalsel.

“Untuk membangun gedung, biayanya mahal, bahkan mungkin tidak boleh atau prosesnya panjang, mending menggunakan tenda. Pasarnya ada dua, milenial dan glamour camp, nomadic tourism itu bisa berpindah-pindah,” jelasnya.

Atau yang suka naik motor, cukup disiapkan tempat parkir wisatawan di sekeliling Gunung Mawar di kawasan Kiram Park. “Di lokasi itu cukup siapkan dapur sederhana, kamar mandi, listrik. Tidak mahal tapi bisa menampung bagi para komunitas yang suka touring,” ujarnya.

Arief mengaku tengah fokus melakukan pengembangan terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pariwisata di seluruh Indonesia termasuk Kalsel. Lima sampai sepuluh tahun kemudian, pemimpin industri pariwisata di Kalsel adalah putra-putri Kalsel.

“Poinnya saya fokus pengembangan SDM. Saya ingin Kalsel punya program pendidikan (Prodi) pariwisata berkelas dunia,” harapnya.

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor memastikan Pemprov Kalsel fokus terhadap pengembangan pariwisata di Kalsel. Bersama-sama dengan rakyat untuk memajukan dunia pariwisata. “Karena saya yakin pariwisata bisa menyejahterakan masyarakat, makanya kita konsen,” ucapnya yang menagatakan banyak yang bisa dipelajari dari arahan menteri pariwisata. (gmp/ema )


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*