MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 15 Agustus 2019 10:49
Jangan Sembarangan Promosi, Pahami Karakter Wisatawan

Memasarkan Pariwisata di Era 4.0

Yulianus Firmansyah Ladung, fotografer profesional dan pegiat dunia digital

PROKAL.CO, Kementerian Pariwisata menggelar workshop, kemarin (14/8). Membahas strategi pemasaran wisata di era 4.0. Seperti apa diskusinya? Berikut ulasannya.

-- Oleh: FAHRIADI NUR, Banjarmasin --

WORKSHOP itu bertajuk 'Pentingnya Peran Publikasi Digital pada Era Milenial'. Berlangsung di Ballroom Hotel TreePark. Ada tiga pembicara yang dihadirkan.

Pertama, Yulianus Firmansyah Ladung. Dia fotografer profesional dan pegiat dunia digital. Kemudian Arif Rahman Hakim, dosen Universitas Lambung Mangkurat sekaligus staf ahli Anggota DPR RI. Terakhir, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarmasin Ihsan Al Haq.

Materi pertama dipaparkan Yulianus. Dia fokus pada konten promosi digital. Di sini ia menekankan soal ketepatan marketing. Bahwa promosi di era milenial tak lagi melalui tulisan. Tapi melalui visual. Seperti gambar dan video.

"Sekarang orang tidak lagi banyak membaca. Lebih cenderung melihat gambar atau video. Now, we read image," katanya.

Yulianus membaginya menjadi enam platform social media marketing. Pertama collaboration. Contohnya Google Drive. Lalu ada networking, seperti Facebook dan Google Plus. Kemudian video sharing, yang terpopuler adalah YouTube.

Kategori platform lainnya blogging dan image sharing. "Seperti Instagram dan Pinterest. Kedua platform ini identik dengan gambar," sebutnya. Platform terakhir adalah micro bloggin. Yang satu ini fokus pada Twitter.

Enam kategori platfom itulah yang menurut Yulianus bisa digunakan untuk promosi digital. Pesan Yulianus satu, tampilkan visual yang tepat.

"Paling sederhana, kenali platform promosi yang ingin kita gunakan. Kalau Instagram, harus menyesuaikan karakter Instagram. Misal, ukuran foto yang sesuai dengan konsep layout media ini," tuturnya.

Intinya, setiap promosi digital jangan sembarangan. Mesti punya misi. Dan tentu saja output-nya menghasilkan profit. "Kalau asal, orang tidak tertarik melihat," tutupnya.

Nah, Arif Rahman Hakim berbicara soal peran kebijakan DPR dalam pengembangan pariwisata era 4.0. Konsepnya sederhana. Dirumuskan dalam 5D. Dikenal, disukai, dikunjungi, dikenang dan direkomendasikan.

"Berkaitan dengan cara kita mengenalkannya, kemudian mengemasnya agar disukai. Kalau sudah suka, maka wisatawan akan mau kembali lagi. Bahkan merekomendasikan kepada yang lain," tuturnya.

Bagaimana cara menerapkannya, jawaban Arif sederhana. Pahami karakter wisatawan. "Orang Eropa tentu berbeda dengan orang Asia, kebutuhan wisatanya juga beda. Ada yang suka hutan, ada juga yang suka laut," sebutnya.

Kalau sudah bisa memahami karakter itu, maka lebih mudah mengonsep objek-objek wisata agar mewakili keinginan wisatawan. "Tentunya dengan daya tarik daerah. Misal di Banjarmasin dengan sungainya,” paparnya.

Lalu bagaimana dengan pemaparan Ihsan Al Haq? Dia lebih fokus pada inovasi wisata yang digencarkan pemko. "Kalau program pemerintah ingin mengonsep Bali 10 tersebar di Indonesia. Nah Banjarmasin ingin menjadi yang ke-11 sebagai kota sungai," ucapnya.

Bicara sungai, bukan hanya melulu wisata susur sungai naik kelotok. "Masih banyak potensi lain. Seperti restoran terapung dan memoles perkampungan di bantaran sungai," pungkasnya.

Suasana workshop berlangsung akrab. Peserta diberi kesempatan bertanya ataupun mengutarakan pemikirannya. Dalam kesempatan itu juga hadir Anggota Komisi X DPR RI, Zainul Arifin Noor. Kebetulan komisi ini membidangi urusan pariwisata.

"Kalau menyebut Pasar Terapung, orang pasti tertuju ke Banjarmasin. Artinya kota ini sudah dikenal. Tinggal mengembangkan objek-objek wisata yang belum tereksplor," ungkap Zainul. (fud/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Agustus 2019 08:51

Mengenal Malik, Pedagang Sayur Keliling yang Tampil Nyentrik

Sayur cil, sayur cil, itulah kata-kata yang digunakan Malik (23)…

Kamis, 22 Agustus 2019 10:47

74 Tahun Indonesia Merdeka, Desa Sakadoyan Belum Menikmati Listrik

74 tahun Indonesia merdeka, namun Desa Sakadoyan di Kotabaru masih…

Kamis, 22 Agustus 2019 10:44

Publik Helsinki dan Tallin Antusias Simak Kisah Bekantan

Sekali lagi Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) berkesempatan mengenalkan Bekantan ke…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:13

Perlu Gila dalam Dosis yang Cukup

Ruang Kreatif menggelar road show. Kemarin (20/8) sore di Gedung…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:01

Semua Gembira dapat Buku Kalsel Cerdas

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor kembali turun ke desa-desa…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:26

Bendera Negara Lain di HUT RI, Begitu Didatangi Ternyata Cuma Kakek Pasang Umbul-Umbul

Gara-gara pasang bendera yang ada warna biru-nya, sebuah rumah di…

Senin, 19 Agustus 2019 12:27

Berbincang dengan PSK di Bawah Umur di Banjarmasin

Prostitusi anak adalah kenyataan yang tidak bisa diabaikan di Kota…

Senin, 19 Agustus 2019 10:25

Melihat Kemeriahan Pegunungan Meratus di Hari Kemerdekaan

Jauh dari kota, nun di pegunungan Meratus, warga Dayak memperingati…

Minggu, 18 Agustus 2019 10:05

Melihat Aksi Ibu-Ibu Meriahkan HUT Kemerdekaan: Setahun Sekali, Buat Apa Malu

Memperingati HUT Kemerdekaan RI, berbagai lomba digelar di kompleks-kompleks perumahan.Peserta…

Jumat, 16 Agustus 2019 14:09

Persiapan Upacara Bendera di Bawah Laut di Pulau Kerayaan Kotabaru

Memang di level nasional. Upacara pengibaran bendera merah putih di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*