MANAGED BY:
SABTU
23 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 15 Agustus 2019 10:49
Jangan Sembarangan Promosi, Pahami Karakter Wisatawan

Memasarkan Pariwisata di Era 4.0

Yulianus Firmansyah Ladung, fotografer profesional dan pegiat dunia digital

PROKAL.CO, Kementerian Pariwisata menggelar workshop, kemarin (14/8). Membahas strategi pemasaran wisata di era 4.0. Seperti apa diskusinya? Berikut ulasannya.

-- Oleh: FAHRIADI NUR, Banjarmasin --

WORKSHOP itu bertajuk 'Pentingnya Peran Publikasi Digital pada Era Milenial'. Berlangsung di Ballroom Hotel TreePark. Ada tiga pembicara yang dihadirkan.

Pertama, Yulianus Firmansyah Ladung. Dia fotografer profesional dan pegiat dunia digital. Kemudian Arif Rahman Hakim, dosen Universitas Lambung Mangkurat sekaligus staf ahli Anggota DPR RI. Terakhir, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarmasin Ihsan Al Haq.

Materi pertama dipaparkan Yulianus. Dia fokus pada konten promosi digital. Di sini ia menekankan soal ketepatan marketing. Bahwa promosi di era milenial tak lagi melalui tulisan. Tapi melalui visual. Seperti gambar dan video.

"Sekarang orang tidak lagi banyak membaca. Lebih cenderung melihat gambar atau video. Now, we read image," katanya.

Yulianus membaginya menjadi enam platform social media marketing. Pertama collaboration. Contohnya Google Drive. Lalu ada networking, seperti Facebook dan Google Plus. Kemudian video sharing, yang terpopuler adalah YouTube.

Kategori platform lainnya blogging dan image sharing. "Seperti Instagram dan Pinterest. Kedua platform ini identik dengan gambar," sebutnya. Platform terakhir adalah micro bloggin. Yang satu ini fokus pada Twitter.

Enam kategori platfom itulah yang menurut Yulianus bisa digunakan untuk promosi digital. Pesan Yulianus satu, tampilkan visual yang tepat.

"Paling sederhana, kenali platform promosi yang ingin kita gunakan. Kalau Instagram, harus menyesuaikan karakter Instagram. Misal, ukuran foto yang sesuai dengan konsep layout media ini," tuturnya.

Intinya, setiap promosi digital jangan sembarangan. Mesti punya misi. Dan tentu saja output-nya menghasilkan profit. "Kalau asal, orang tidak tertarik melihat," tutupnya.

Nah, Arif Rahman Hakim berbicara soal peran kebijakan DPR dalam pengembangan pariwisata era 4.0. Konsepnya sederhana. Dirumuskan dalam 5D. Dikenal, disukai, dikunjungi, dikenang dan direkomendasikan.

"Berkaitan dengan cara kita mengenalkannya, kemudian mengemasnya agar disukai. Kalau sudah suka, maka wisatawan akan mau kembali lagi. Bahkan merekomendasikan kepada yang lain," tuturnya.

Bagaimana cara menerapkannya, jawaban Arif sederhana. Pahami karakter wisatawan. "Orang Eropa tentu berbeda dengan orang Asia, kebutuhan wisatanya juga beda. Ada yang suka hutan, ada juga yang suka laut," sebutnya.

Kalau sudah bisa memahami karakter itu, maka lebih mudah mengonsep objek-objek wisata agar mewakili keinginan wisatawan. "Tentunya dengan daya tarik daerah. Misal di Banjarmasin dengan sungainya,” paparnya.

Lalu bagaimana dengan pemaparan Ihsan Al Haq? Dia lebih fokus pada inovasi wisata yang digencarkan pemko. "Kalau program pemerintah ingin mengonsep Bali 10 tersebar di Indonesia. Nah Banjarmasin ingin menjadi yang ke-11 sebagai kota sungai," ucapnya.

Bicara sungai, bukan hanya melulu wisata susur sungai naik kelotok. "Masih banyak potensi lain. Seperti restoran terapung dan memoles perkampungan di bantaran sungai," pungkasnya.

Suasana workshop berlangsung akrab. Peserta diberi kesempatan bertanya ataupun mengutarakan pemikirannya. Dalam kesempatan itu juga hadir Anggota Komisi X DPR RI, Zainul Arifin Noor. Kebetulan komisi ini membidangi urusan pariwisata.

"Kalau menyebut Pasar Terapung, orang pasti tertuju ke Banjarmasin. Artinya kota ini sudah dikenal. Tinggal mengembangkan objek-objek wisata yang belum tereksplor," ungkap Zainul. (fud/ema)


BACA JUGA

Jumat, 22 November 2019 13:41

Menulis Cerpen di Bengkel Sastra: Belajar Karakter dalam Sebuah Cerita

Balai Bahasa Kalimantan Selatan menggelar Bengkel Sastra, Kamis (21/11) di…

Sabtu, 16 November 2019 11:37

Merajut Harmoni di Hunjur Meratus: Balian Tetap Lestari, Agama Lain pun Berkembang

Jauh dari hiruk pikuk dan keramaian kota, penduduk Desa Patikalain…

Sabtu, 16 November 2019 11:33

Menganut Agama Balian, Kepala Adat Patikalain: Tak Apa-apa Keluarga Pilih Agama Berbeda, Asal Diterapkan Sebaik-baiknya

MALAM mulai merayap di Desa Patikalaian, Jumat (8/11) pekan lalu,…

Sabtu, 16 November 2019 11:26

Sisi Lain Desa Patikalain: Indung Sambi, Sang Legenda Hidup

PENDUDUK Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST)…

Sabtu, 16 November 2019 10:59

Margarita, Pejuang Pendidikan Usia Dini dari Pedalaman Hulu Sungai Utara

Bila di kota pendidikan anak usia dini telah menjamur, di…

Kamis, 14 November 2019 10:45

Selamat Jalan Pilar Smart City Banjarbaru

Kota Banjarbaru khususnya di lingkup Pemerintahan Kota (Pemko) berduka. Kepala…

Selasa, 12 November 2019 11:10

Kisah Polisi Berbagi Bubur Tiap Jumat: Semua Gratis, Bisa Dibawa Pulang

Lengkap berpakaian dinas kepolisian. Tak ketinggalan senjata api menghiasi pinggang,…

Minggu, 10 November 2019 09:57

Tradisi Baayun Maulid di Kubah Basirih: Ada Peserta dari Riau dan Jakarta

Agar anak cepat tertidur, orang tua zaman dulu senang mengayunkan…

Minggu, 10 November 2019 09:25

Lady Fire: Awalnya Malu, Lalu Ketagihan

Namanya saja Lady Fire, jelas menyangkut kaum hawa. Di sini…

Sabtu, 09 November 2019 05:43

Mengunjungi Rumah Perajin Besi di Kuin Selatan: Dipejamkan Sakit, Melek Juga Nyeri

Kuin Selatan terkenal dengan kerajinan besinya. Di perkampungan asli Banjar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*