MANAGED BY:
SENIN
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 15 Agustus 2019 11:08
900 Hektare Lahan di Kalsel Sudah Terbakar
BERJIBAKU: Petugas memadamkan api di Jalan Gubernur Syarkawi, Landasan Ulin, Selasa( 13/8). | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Panasnya cuaca dalam dua bulan terakhir membuat karhutla rentan terjadi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mencatat, hingga kini sudah 931 hektare lahan yang terbakar selama 2019.

Kepala BPBD Kalsel Wahyuddin mengatakan, berdasarkan catatan mereka, lahan paling luas terbakar berada di Tanah Laut dengan luasan sekitar 176 hektare. Disusul Tapin; 162 hektare, Balangan; 142 hektare dan Banjarbaru; 98 hektare.

"Selain di empat daerah itu, karhutla juga sering terjadi di Kabupaten Banjar. Total lahan yang terbakar di sana sudah 53 hektare," katanya.

Dia mengungkapkan, semenjak cuaca panas dalam dua bulan terakhir karhutla hampir terjadi setiap hari. "Saban hari ada dua sampai tiga titik kami temukan," ungkapnya.

Selasa tadi misalnya, Satgas Karhutla, dibuat kelimpungan dengan munculnya titik api di Jalan Gubernur Syarkawi, Landasan Ulin. Setidaknya, mereka memerlukan waktu hingga ber jam-jam untuk memadamkan api yang melalap lahan gambut yang ada di sana. "Kami harus mengerahkan heli water bombing untuk memadamkan api di sana," ucap pria yang akrab disapa Ujud ini.

Kepala Posko Operasi Karhutla Intan Polda Kalsel AKP Husnil Mubarok saat berada di lokasi kebakaran mengungkapkan, api yang melalap lahan di Jalan Gubernur Syarkawi muncul sejak pukul 13.30 Wita. Namun, hingga 15.30 Wita belum juga bisa dipadamkan.

"Anginnya sangat kencang, sehingga api cepat menjalar. Belum lagi yang terbakar adalah lahan gambut jadi sulit dipadamkan," ungkapnya.

Usaha pemadaman sendiri dilakukan oleh satgas gabungan, mulai dari TNI, polisi, BPBD, Manggala Agni hingga BPK setempat. "Perlu heli untuk memadamkan kebakaran lahan seluas ini," beber Husnil.

Ditambahkannya, lahan yang terbakar diprediksi lebih dari satu hektare. "Luasnya terus bertambah, lantaran derasnya angin," tambahnya.

Hal senada disampaikan anggota Brimob Kalsel, Barada Naibaho saat ikut berjibaku memadamkan api di sana. Dia menuturkan, awalnya lahan yang terbakar hanya sedikit akan tetapi apinya cepat membesar dan menjalar akibat derasnya angin.

"Padahal di lokasi ada air, tapi kami tetap saja keteteran untuk menghalau api supaya tidak merembet," paparnya.

---
Sementara itu, dalam dua hari terakhir, hujan tiba-tiba mengguyur sejumlah wilayah di Kalsel. Setelah sebelumnya hampir satu bulan tidak ada hujan, lantaran musim kemarau.

Turunnya hujan pun menimbulkan pertanyaan, apa gerangan penyebabnya? Ada yang menduga air yang turun dari langit merupakan hujan buatan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Adapula yang mengira, hujan pertanda musim basah segera tiba.

Saat dikonfirmasi, Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor, Bayu Kencana Putra menepis semua dugaan itu. Dia menjelaskan, hujan ringan hingga sedang yang terjadi di wilayah Kalsel bagian Utara dan Barat dikarenakan kelembaban yang cukup basah di lapisan atas. Serta adanya potensi konvektif dari faktor lokal, dengan nilai indeks labilitas atmosfer sedang.

"Jadi bukan hujan buatan ataupun karena musim mau berubah," jelasnya.

Dia menambahkan, musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan. Sebab, ada sejumlah fenomena alam yang bisa menyebabkan turunnya hujan. "Kecuali kalau akumulasi curah hujan lebih dari 50 mm per dasarian, baru bisa disebut sebagai musim hujan," tambahnya.

Hujan yang turun dalam dua hari terakhir, menurutnya tidak memicu adanya angin kencang ataupun petir. Sebab, hujan terjadi karena disebabkan oleh faktor lokal. "Yang bisa menimbulkan cuaca ekstrem faktornya biasanya dari MJO atau ada sirkulasi di sekitar wilayah Kalimantan," ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Seksi Pengolahan Data pada BMKG Kalsel Stasiun Klimatologi Klas I Banjarbaru, Miftahul Munir membenarkan jika hujan turun bukan berarti musim akan berganti. Karena, sebagian besar wilayah Kalsel justru diperkirakan memasuki puncak musim kemarau pada Agustus-September.

"Puncak kemarau tahun ini juga kemungkinan lebih panas dari tahun lalu," bebernya.

Dia menjelaskan, berdasarkan data dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), 2019 akan menjadi tahun terpanas peringkat tiga semenjak dilakukan pencatatan pada 1880. "Jadi bukan terpanas dalam sejarah dunia. Melainkan, terpanas peringkat ketiga," jelasnya.

Lanjutnya, berdasarkan catatan NOAA sejak 1880, cuaca terpanas dalam hitungan tahun terjadi pada 2016. Sedangkan, terpanas kedua pada 2017. "Tapi kalau hitungan bulan, Juni 2019 tadi menjadi Juni terpanas semenjak 1880," ucapnya.

Cuaca panas sendiri menurutnya bukan hanya dipengaruhi oleh adanya El Nino. Akan tetapi, dikarenakan tren global warming. "Kalau hanya El Nino, mungkin bisa menyebabkan sebagian besar Indonesia panas. Tetapi di negara lain, seperti Amerika malah bisa terjadi hujan di atas rata-rata," ujarnya.

Untuk tahun ini, Munir menyebut kemungkinan terjadi El Nino ringan atau moderate. Akan tetapi, dampaknya belum terasa lantaran suhu muka laut di Indonesia masih panas. "Pengaruhnya masih terhambat, karena tingginya suhu muka laut Indonesia," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Senin, 16 Desember 2019 12:34
PARLEMENTARIA

Anggota DPRD Balangan Ikuti Bimbingan Teknis

PARINGIN – 25 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

Senin, 16 Desember 2019 12:05

Verifikasi CPNS Diumumkan, Begini Hasilnya....

BADAN Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat Banjarmasin telah merampungkan tahap…

Senin, 16 Desember 2019 12:03

11 SKPD Masuk Zona Merah, Siap-siap Tunjangan Pejabat Dipotong

BANJARMASIN - Dua pekan lagi, tahun anggaran 2019 ditutup. Faktanya,…

Senin, 16 Desember 2019 11:52

Segera Bahas RUU Kefarmasian

BANJARMASIN – Belum adanya payung hukum yang kuat terhadap profesi…

Senin, 16 Desember 2019 10:53

Bergerak Lintasi Desa Menuju Banjarbaru

BALANGAN – Lintas Batas Kesetiakawanan Sosial (LBKS) telah melintasi Kabupaten…

Senin, 16 Desember 2019 10:49
Pemko Banjarbaru

Pemko Banjarbaru Komitmen Dukung Pembangunan Kampus UIN Antasari

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan menghadiri kegiatan…

Senin, 16 Desember 2019 10:46
PARLEMENTARIA

Terus Galakkan Sosialisasi Penyakit Hepatitis A

BANJARBARU - Kasus virus hepatitis A yang menyerang puluhan siswa…

Senin, 16 Desember 2019 10:13
Pemkab Tanah Laut

Peringati Harjad Tala dan Bumi Makmur Dengan Berselawat

PELAIHARI - Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Tanah Laut (Tala)…

Senin, 16 Desember 2019 10:12
Pemkab Tanah Laut

Pendiri Tala Diabadikan Nama Ruangan RSUD Beojasin

PELAIHARI - Untuk mengenang jasa dari para tokoh pendiri Kabupaten…

Senin, 16 Desember 2019 10:11
Pemkab Tanah Laut

Gedung Baru RSUD H Boejasin Diresmikan

PELAIHARI - Bupati Tanah Laut (Tala) Sukamta meresmikan sekaligus menghadiri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.