MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 17 Agustus 2019 09:28
Cemas, Tegang, Lalu Tertawa Saat Nobar Pidato Presiden

Jokowi Tak Jadi Merincikan Provinsi Ibukota Negara

BERAKHIR GEER: Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bersama para pejabat lingkup Kalsel saat menyimak pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo yang disiarkan langsung melalui televisi di Lobi Setdaprov Kalsel, kemarin. | FOTO: HUMAS PEMPROV KALSEL FOR RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Wajah Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dan para pejabat lingkup Pemprov Kalsel, Jumat (16/8) kemarin tampak harap-harap cemas. Masih mengenakan seragam bela diri, mereka menyimak pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo yang disiarkan langsung melalui televisi di Lobi Setdaprov Kalsel.

Wajar jika semua mendadak tegang. Pasalnya, dalam kesempatan itu Jokowi disebut-sebut akan memastikan daerah mana yang dipilih sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia yang baru: Kaltim, Kalsel atau Kalteng.

Saat beberapa menit menunggu, layar televisi akhirnya tibalah orang nomor satu di Indonesia itu meminta izin dan dukungan dari DPR RI, para sesepuh, tokoh bangsa dan seluruh rakyat Indonesia untuk memindahkan ibu kota negara.

Seketika Paman Birin dan seluruh orang yang ikut menyaksikan pidato kenegaraan presiden tampak fokus. Semuanya terdiam. Seperti tidak sabar untuk mengetahui daerah mana yang akan dipilih sebagai IKN baru.

Sayangnya, pernyataan Jokowi ternyata masih menggantung. Karena, dia hanya menyebut meminta izin memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan. Kalimantan yang mana? Tidak dijelaskan.

"Pada kesempatan yang bersejarah ini, dengan memohon rida Allah SWT, dengan meminta izin dan dukungan dari Bapak Ibu Anggota Dewan yang terhormat, para sesepuh dan tokoh bangsa terutama dari seluruh rakyat Indonesia, dengan ini saya mohon izin untuk memindahkan ibu kota negara kita ke Pulau Kalimantan," ucap Jokowi.

Mendengar pernyataan dari Jokowi, para hadirin yang ada di Lobi Setdaprov Kalsel tampak kecewa sekaligus tertawa. Mereka merasa penantian berakhir anti-klimaks.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor sendiri setelah mendengarkan itu mengatakan tidak menjadi persoalan bagi Kalsel, provinsi manapun yang dipilih pemerintah sebagai calon pengganti ibu kota negara.

Karena menurutnya pemerintah telah memiliki kajian - kajian cermat dan komprehensif terkait rencana tersebut. "Lagi pula pemindahan ibu kota itu 'kan dalam rangka pemerataan keadilan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat," ujar Paman Birin.

Terkait bagaimana peluang Kalsel, Paman Birin yang pagi itu masih usai melatih karate kepada para ASN mengatakan, dari sudut pandang geografis dan infrastruktur serta lainnya, Kalsel layak menjadi ibu kota negara.

Jokowi sendiri dalam Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI itu menagatakan ibu kota negara bisa menjadi representasi kemajuan bangsa. Pemindahan ibu kota juga sebagai bentuk meratakan ekonomi.

"Ibu kota yang bukan hanya simbol identitas bangsa, tetapi juga representasi kemajuan bangsa. Ini demi terwujudnya pemerataan dan keadilan ekonomi," ujar Jokowi. "Ini demi visi Indonesia Maju. Indonesia yang hidup selama-lamanya," tambah Jokowi.

Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) mendukung rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan. Rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ini juga sudah dibahas beberapa kali oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kami mendukung rencana Pemerintah untuk segera merealisasikan pemindahan ibu kota negara ke Pulau Kalimantan," ujar OSO dalam Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon mengkritik wacana presiden Joko Widodo yang akan memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Pulau Kalimantan. Fahri menilai hasil kajian pemindahan ibu kota yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tak terlalu dalam.

"Saya sudah baca kajiannya, nggak terlalu dalam kajiannya," kata Fahri di Kompleks MPR/DPR.

Terlebih lagi, kata Fahri, pemerintah pasti akan kesulitan untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta. Sebab Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia sudah terlalu mengakar secara historis bagi bangsa.

"Terutama posisi Jakarta. Susah. Meninggalkan gedung ini [DPR/MPR] susah, gedung ini terlalu kuat sejarahnya. Istana terlalu kuat sejarahnya," kata Fahri.

Fahri menilai Indonesia juga akan kehilangan sejarahnya bila ibu kota Indonesia dipindahkan dari Jakarta ke wilayah lain. Fahri mengatakan Jakarta sudah didesain sebagai ibu kota negara sejak zaman Presiden RI pertama, Sukarno. Menurutnya, Jakarta memiliki warisan penting bagi sejarah bangsa yang tak bisa ditinggalkan begitu saja.

Melihat hal itu, politikus PKS ini menyarankan agar Jokowi bisa memberikan masukan yang mendalam bagi para pembantunya dalam mengkaji rencana pemindahan ibu kota tersebut."Makanya saya terus terang ini Pak Jokowi harus dikasih feeding yang baik. Menterinya ini enggak kuat ngomongnya. Saya sudah baca risetnya," kata dia.

Di tempat sama, Fadli Zon juga mengkritisi wacana tersebut. Menurut dia, hasil kajian Bappenas soal pemindahan ibu kota negara masih mentah dan tak memiliki subtansi yang strategis dalam kajian tersebut.

Menurutnya, pendalaman kajian itu diperlukan dengan melihat aspek pendanaan, jadwal pemindahan, hingga persiapan infrastruktur di ibu kota yang baru.

"Lahannya, pemindahan tempat-tempatnya, dan SDM-nya, dan segala sesuatunya itu kan harus diukur, berapa keperluannya, dan berapa lama kita akan memindahkan itu, secara bertahap dan seterusnya. Karena ini menyangkut masalah pelayanan juga terhadap seluruh warga negara," kata Fadli.(ris/ran/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 12:01

Ketika Aturan Kampus UIN 'Bikin Sakit’ Mahasiswi Bercadar

Suara Sherly Novita terdengar berat. Baru tiga bulan memakai penutup…

Sabtu, 21 September 2019 11:54

Surat Tak Kunjung Digubris, Lubang Jalan ini Ditanami Pohon Pisang

BARABAI - Habis sudah kesabaran warga RT 6, Jalan Surapati…

Sabtu, 21 September 2019 11:47

Politisi Cantik Partai Golkar Resmi Lamar PDIP

BANJARMASIN - Isyarat koalisi antara Golkar dan PDI Perjuangan menguat.…

Sabtu, 21 September 2019 11:40

Nadjmi-Jaya Harap Berjodoh dengan PDIP, Halim Lamar PKS

BANJARBARU – Duet petahana di kota Idaman; Nadjmi Adhani dan…

Sabtu, 21 September 2019 11:38

Hari Terakhir, 4 Kandidat Daftar ke PDIP Banjar

MARTAPURA – Meski hanya memiliki 2 dari 45 kursi DPRD…

Sabtu, 21 September 2019 11:36

Siapa Pendamping Paman Birin? Golkar Buka Pendaftaran Cawagub Kalsel

BANJARMASIN - DPD Golkar Kalsel sudah memastikan Sahbirin Noor untuk…

Sabtu, 21 September 2019 11:29

Riam Kanan Surut, Sisa Satu Turbin Beroperasi, Nafsu Makan juga Ikan Ikut Turun

MARTAPURA - Panasnya cuaca dan minimnya curah hujan dalam beberapa…

Sabtu, 21 September 2019 11:25

Alhamdulillah, 7 Daerah di Banua Dapat Cipratan Hujan Ringan

BANJARBARU - Setelah beberapa bulan dirundung cuaca panas dan kekeringan,…

Sabtu, 21 September 2019 11:05

Masih Banyak PR, Ibnu Sina Tetap Optimis Sambut Pemindahan Ibu Kota

BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina optimis melihat pemindahan…

Sabtu, 21 September 2019 10:47

Jumat Berkah Bersama Polsek Banteng

BANJARMASIN - Polsekta Banjarmasin Tengah memberikan bantuan kepada korban kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*