MANAGED BY:
SELASA
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 18 Agustus 2019 10:10
Tanah Permukiman Retak karena Tambang
Ilustrasi

PROKAL.CO, MARTAPURA - Di saat warga banua sedang merayakan hari kemerdekaan, nestapa justru datang dari Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar. Dalam sepekan terakhir permukiman warga setempat tanahnya tiba-tiba retak. Diduga kerusakan ini imbas dari aktivitas tambang batubara.

Tanah retak atau subsiden sendiri terjadi di kawasan RT 02. Tanah yang mulanya rata, berubah bentuk menjadi bergelombang dan retak-retak. Akibat retakan itu, sebagian warga bahkan harus rela membongkar rumah mereka lantaran tak memungkinkan lagi bermukim di sana.

Warga menduga kuat, insiden tanah retak imbas dari praktik pertambangan bawah tanah (underground mining) milik PT Merge Mining Industry (MMI). Sebab, tepat di bawah permukiman mereka ada lubang tambang milik perusahaan asal Tiongkok yang mendapat izin dari Kementerian ESDM RI dengan status IUP Penanaman Modal Asing (PMA) tersebut.

"Iya, kami yakin retak disebabkan tambang. Karena di bawah sini lokasi tambang PT MMI," kata Jazuli, salah seorang warga terdampak tanah retak di Desa Rantau Bakula.

Dia mengungkapkan, tanah retak mulai muncul sejak sepekan yang lalu. Dengan ukuran yang bervariasi. "Saat tanah retak, pihak PT MMI sebenarnya bertanggungjawab dengan memberikan ganti rugi. Tapi belum semua warga yang terdampak dapat," ungkapnya.

PT MMI memang memberikan uang ganti rugi dengan dua klasifikasi. Untuk kawasan permukiman, masyarakat mendapatkan pergantian Rp50.000 per meter. Sementara untuk kawasan pertanian, diganti dengan 40.000 per meter. "Yang lahan pertanian ini kejadian pada 2017 lalu. Dulu lahan sawah juga retak, diduga karena aktivitas PT MMI," ucapnya.

Dia berharap, PT MMI dapat segera menyelesaikan proses ganti rugi. Sebab, ada beberapa warga yang memerlukan uang untuk memperbaiki rumahnya. "Saya salah satu warga yang belum mendapatkan ganti rugi," bebernya.

Saat dikonfirmasi, Humas PT MMI, Hasbi Saleh justru belum bisa memastikan retaknya tanah di Desa Rantau Bakula disebabkan oleh aktivitas tambang mereka. Dia mengatakan belum menerima informasi dari lokasi. "Saya saat ini saya sering berada di kantor cabang di Martapura, jadi tidak tahu bagaimana kabar di lokasi," ucapnya.

Dia mengaku tidak punya wewenang untuk bicara di ruang lingkup aktivitas tambang PT MMI. Karena, saat ini dirinya hanya bertugas mengurusi para tenaga kerja asing yang bekerja di sana. "Kalau mau konfirmasi mengenai itu (tanah retak) langsung ke manajer, Pak Purba saja," ujarnya.

Sayangnya, saat dihubungi Manager PT MMI, Pikjen Purba, tidak merespons. Hingga berita ini diturunkan pun belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PT MMI ihwal proses ganti rugi dan amblasnya tanah di Rantau Bakula.

Lalu bagaimana dengan tanggapan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel? Kasi Pengusahaan Minerba Dinas ESDM Kalsel, Endarto menuturkan, dalam waktu dekat pihaknya akan meninjau lokasi tanah retak. Untuk memastikan kejadian itu. "Mungkin pekan depan, kami akan ke sana bersama Inspektur Tambang untuk meninjau lokasi dan melihat penyebabnya," tuturnya.

PT MMI sendiri sebenarnya sudah dilarang beroperasi pada 2017 lalu . Perusahaan sempat ditutup karena menyebabkan lahan persawahan warga retak. Kenapa mereka masih beroperasi?

Endarto mengaku tidak mengetahuinya secara pasti, karena yang memberikan izin beroperasinya PT MMI ialah Dirjen Minerba Kementerian ESDM. "Jadi yang berwenang untuk menutup aktivitas PT MMI juga Dirjen," pungkasnya. (ris/ran/ema)

loading...
BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Senin, 16 September 2019 15:26
Pemkab Balangan

Ansharuddin Roads To Kampung

PARINGIN – Sebagai bagian dari penyerapan aspirasi dan pelayanan kepada…

Senin, 16 September 2019 15:11
PT Arutmin Indonesia

Arutmin Bagikan Seragam Tahfiz Nurul Iman

TANAH LAUT - PT Arutmin Indonesia Tambang Kintap melakukan penyerahan…

Senin, 16 September 2019 12:18

Sekcam pun Ingin Maju Pilwali Banjarbaru, 8 Orang Sudah Ambil Formulir ke PDIP

BANJARBARU - DPC PDI Perjuangan Banjarbaru kemarin telah menutup proses…

Senin, 16 September 2019 10:49

Lawan Karhutla: Suntik Tanah Gambut, Sebarkan Fatwa MUI

BANJARBARU – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen melawan kebakaran…

Senin, 16 September 2019 10:45

Pemprov Kalsel Kembali Dianugerahi WTN Wiratama

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menerima Anugerah Wahana…

Senin, 16 September 2019 10:34

Di Kalsel, 3 Kapolres Berganti

BANJARMASIN - Gerbong mutasi di Polda Kalsel dan jajaran Polres…

Senin, 16 September 2019 10:01

Wakapolres Batola Ikut Mutasi

MARABAHAN - Mutasi merupakan kejadian biasa dan berguna untuk penyegaran. Pernyataan tersebut…

Senin, 16 September 2019 09:50

Dishut Kalsel Gelar Salat Istisqa

BANJARBARU - Kalsel saat ini sedang memerlukan hujan, untuk mengurangi…

Senin, 16 September 2019 09:45

Sudah Beberapa Hari, Belum Ada Keputusan Resmi, Heli Masih Diperiksa KNKT

BANJARBARU - Dua hari sudah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)…

Senin, 16 September 2019 09:38
Pemko Banjarbaru

Tiga Tahun Berturut-Turut Raih Penghargaan WTN

BANJARBARU - Kota Banjarbaru tahun ini kembali meraih Penghargaan Wahana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*