MANAGED BY:
SABTU
04 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 18 Agustus 2019 10:10
Tanah Permukiman Retak karena Tambang
Ilustrasi

PROKAL.CO, MARTAPURA - Di saat warga banua sedang merayakan hari kemerdekaan, nestapa justru datang dari Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar. Dalam sepekan terakhir permukiman warga setempat tanahnya tiba-tiba retak. Diduga kerusakan ini imbas dari aktivitas tambang batubara.

Tanah retak atau subsiden sendiri terjadi di kawasan RT 02. Tanah yang mulanya rata, berubah bentuk menjadi bergelombang dan retak-retak. Akibat retakan itu, sebagian warga bahkan harus rela membongkar rumah mereka lantaran tak memungkinkan lagi bermukim di sana.

Warga menduga kuat, insiden tanah retak imbas dari praktik pertambangan bawah tanah (underground mining) milik PT Merge Mining Industry (MMI). Sebab, tepat di bawah permukiman mereka ada lubang tambang milik perusahaan asal Tiongkok yang mendapat izin dari Kementerian ESDM RI dengan status IUP Penanaman Modal Asing (PMA) tersebut.

"Iya, kami yakin retak disebabkan tambang. Karena di bawah sini lokasi tambang PT MMI," kata Jazuli, salah seorang warga terdampak tanah retak di Desa Rantau Bakula.

Dia mengungkapkan, tanah retak mulai muncul sejak sepekan yang lalu. Dengan ukuran yang bervariasi. "Saat tanah retak, pihak PT MMI sebenarnya bertanggungjawab dengan memberikan ganti rugi. Tapi belum semua warga yang terdampak dapat," ungkapnya.

PT MMI memang memberikan uang ganti rugi dengan dua klasifikasi. Untuk kawasan permukiman, masyarakat mendapatkan pergantian Rp50.000 per meter. Sementara untuk kawasan pertanian, diganti dengan 40.000 per meter. "Yang lahan pertanian ini kejadian pada 2017 lalu. Dulu lahan sawah juga retak, diduga karena aktivitas PT MMI," ucapnya.

Dia berharap, PT MMI dapat segera menyelesaikan proses ganti rugi. Sebab, ada beberapa warga yang memerlukan uang untuk memperbaiki rumahnya. "Saya salah satu warga yang belum mendapatkan ganti rugi," bebernya.

Saat dikonfirmasi, Humas PT MMI, Hasbi Saleh justru belum bisa memastikan retaknya tanah di Desa Rantau Bakula disebabkan oleh aktivitas tambang mereka. Dia mengatakan belum menerima informasi dari lokasi. "Saya saat ini saya sering berada di kantor cabang di Martapura, jadi tidak tahu bagaimana kabar di lokasi," ucapnya.

Dia mengaku tidak punya wewenang untuk bicara di ruang lingkup aktivitas tambang PT MMI. Karena, saat ini dirinya hanya bertugas mengurusi para tenaga kerja asing yang bekerja di sana. "Kalau mau konfirmasi mengenai itu (tanah retak) langsung ke manajer, Pak Purba saja," ujarnya.

Sayangnya, saat dihubungi Manager PT MMI, Pikjen Purba, tidak merespons. Hingga berita ini diturunkan pun belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PT MMI ihwal proses ganti rugi dan amblasnya tanah di Rantau Bakula.

Lalu bagaimana dengan tanggapan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel? Kasi Pengusahaan Minerba Dinas ESDM Kalsel, Endarto menuturkan, dalam waktu dekat pihaknya akan meninjau lokasi tanah retak. Untuk memastikan kejadian itu. "Mungkin pekan depan, kami akan ke sana bersama Inspektur Tambang untuk meninjau lokasi dan melihat penyebabnya," tuturnya.

PT MMI sendiri sebenarnya sudah dilarang beroperasi pada 2017 lalu . Perusahaan sempat ditutup karena menyebabkan lahan persawahan warga retak. Kenapa mereka masih beroperasi?

Endarto mengaku tidak mengetahuinya secara pasti, karena yang memberikan izin beroperasinya PT MMI ialah Dirjen Minerba Kementerian ESDM. "Jadi yang berwenang untuk menutup aktivitas PT MMI juga Dirjen," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 04 April 2020 07:55

Wapres Minta Fatwa Haram Mudik ke MUI

JAKARTA – Di tengah kurva wabah Covid-19 yang terus menanjak,…

Sabtu, 04 April 2020 07:52

Mayoritas Terpapar di Luar, PDP Ulin 26 Meninggal Dunia

BANJARMASIN – Imbauan pemerintah agar tetap berada di rumah di…

Sabtu, 04 April 2020 07:50

PKK Kalsel Bagi Sembako dari Pintu ke Pintu

SUNGAI TABUK - Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan Hj…

Sabtu, 04 April 2020 07:49

Tak Ada Lagi Terbang Malam, Maskapai Terima Demi Kemaslahatan Bersama

BANJARBARU - Bandara Internasional Syamsudin Noor, Jumat (3/3) kemarin akhirnya…

Sabtu, 04 April 2020 07:47

Bupati ini Serahkan Gaji Selama Wabah

PELAIHARI – Bupati Tanah Laut H Sukamta memberi teladan kepedulian…

Sabtu, 04 April 2020 07:39

Hiasi Gerbang Perlu Rp190 Juta

BANJARBARU - Ketika malam hari, pemandangan di tugu atau gerbang…

Sabtu, 04 April 2020 07:38

Siswa dan Orang Tua Belajar di Rumah Diperpanjang

BANJARBARU - Mengingat penyebaran Pandemi COVID-19 masih terus meningkat. Hingga…

Sabtu, 04 April 2020 07:33

ODP Diberi Bantuan Sembako

BATULICIN - Beberapa hari lalu, Dinas Sosial Tanbu menyalurkan bantuan…

Sabtu, 04 April 2020 07:32

Bupati Serahkan Bantuan Mobil Ambulans

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor menyerahkan bantuan…

Sabtu, 04 April 2020 07:31

Polres dan Pemda Semprotkan Disinfektan

BATULICIN - Polres Tanah Bumbu bekerja sama dengan Pemkab Tanbu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers