MANAGED BY:
SABTU
18 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 18 Agustus 2019 10:10
Tanah Permukiman Retak karena Tambang
Ilustrasi

PROKAL.CO, MARTAPURA - Di saat warga banua sedang merayakan hari kemerdekaan, nestapa justru datang dari Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar. Dalam sepekan terakhir permukiman warga setempat tanahnya tiba-tiba retak. Diduga kerusakan ini imbas dari aktivitas tambang batubara.

Tanah retak atau subsiden sendiri terjadi di kawasan RT 02. Tanah yang mulanya rata, berubah bentuk menjadi bergelombang dan retak-retak. Akibat retakan itu, sebagian warga bahkan harus rela membongkar rumah mereka lantaran tak memungkinkan lagi bermukim di sana.

Warga menduga kuat, insiden tanah retak imbas dari praktik pertambangan bawah tanah (underground mining) milik PT Merge Mining Industry (MMI). Sebab, tepat di bawah permukiman mereka ada lubang tambang milik perusahaan asal Tiongkok yang mendapat izin dari Kementerian ESDM RI dengan status IUP Penanaman Modal Asing (PMA) tersebut.

"Iya, kami yakin retak disebabkan tambang. Karena di bawah sini lokasi tambang PT MMI," kata Jazuli, salah seorang warga terdampak tanah retak di Desa Rantau Bakula.

Dia mengungkapkan, tanah retak mulai muncul sejak sepekan yang lalu. Dengan ukuran yang bervariasi. "Saat tanah retak, pihak PT MMI sebenarnya bertanggungjawab dengan memberikan ganti rugi. Tapi belum semua warga yang terdampak dapat," ungkapnya.

PT MMI memang memberikan uang ganti rugi dengan dua klasifikasi. Untuk kawasan permukiman, masyarakat mendapatkan pergantian Rp50.000 per meter. Sementara untuk kawasan pertanian, diganti dengan 40.000 per meter. "Yang lahan pertanian ini kejadian pada 2017 lalu. Dulu lahan sawah juga retak, diduga karena aktivitas PT MMI," ucapnya.

Dia berharap, PT MMI dapat segera menyelesaikan proses ganti rugi. Sebab, ada beberapa warga yang memerlukan uang untuk memperbaiki rumahnya. "Saya salah satu warga yang belum mendapatkan ganti rugi," bebernya.

Saat dikonfirmasi, Humas PT MMI, Hasbi Saleh justru belum bisa memastikan retaknya tanah di Desa Rantau Bakula disebabkan oleh aktivitas tambang mereka. Dia mengatakan belum menerima informasi dari lokasi. "Saya saat ini saya sering berada di kantor cabang di Martapura, jadi tidak tahu bagaimana kabar di lokasi," ucapnya.

Dia mengaku tidak punya wewenang untuk bicara di ruang lingkup aktivitas tambang PT MMI. Karena, saat ini dirinya hanya bertugas mengurusi para tenaga kerja asing yang bekerja di sana. "Kalau mau konfirmasi mengenai itu (tanah retak) langsung ke manajer, Pak Purba saja," ujarnya.

Sayangnya, saat dihubungi Manager PT MMI, Pikjen Purba, tidak merespons. Hingga berita ini diturunkan pun belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PT MMI ihwal proses ganti rugi dan amblasnya tanah di Rantau Bakula.

Lalu bagaimana dengan tanggapan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel? Kasi Pengusahaan Minerba Dinas ESDM Kalsel, Endarto menuturkan, dalam waktu dekat pihaknya akan meninjau lokasi tanah retak. Untuk memastikan kejadian itu. "Mungkin pekan depan, kami akan ke sana bersama Inspektur Tambang untuk meninjau lokasi dan melihat penyebabnya," tuturnya.

PT MMI sendiri sebenarnya sudah dilarang beroperasi pada 2017 lalu . Perusahaan sempat ditutup karena menyebabkan lahan persawahan warga retak. Kenapa mereka masih beroperasi?

Endarto mengaku tidak mengetahuinya secara pasti, karena yang memberikan izin beroperasinya PT MMI ialah Dirjen Minerba Kementerian ESDM. "Jadi yang berwenang untuk menutup aktivitas PT MMI juga Dirjen," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Januari 2020 10:02

Tujuh Daerah Siaga Bencana

BANJARBARU - Tak bersahabatnya cuaca, akibat tingginya intensitas hujan dalam…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:59

Kala Warga Dusun Ambatunin Bertekad Menerjang Buta Huruf: Dirikan Sekolah Darurat Beratap Terpal

Turun-temurun menanggung perihnya buta huruf, warga Dusun Ambatunin Desa Uren…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:29

Durian Gratis Bersama Paman Birin

MARTAPURA - Masyarakat di Kalsel bakal berbondong bondong ke Kiram Park,…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:21

WARNING..! RTH Banjarbaru Mulai Terdesak Pemukiman

BANJARBARU - Rencana pelebaran sungai di kawasan Cempaka yang menyempit…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:15
Berita Tanah Bumbu

Dinkes Gelar Apel Pencanangan PSN

BATULICIN - Intensitas curah hujan yang semakin tinggi saat sekarang…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:14
Berita Tanah Bumbu

Hj Sadariah Lantik Ketua PKK Angsana dan Simpang Empat

BATULICIN - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Tanah…

Jumat, 17 Januari 2020 14:46

Demi Akses Transportasi Sungai, Jembatan Melengkung Tatah Bangkal Percontohan

BANJARMASIN – Pembangunan Jembatan Tatah Bangkal baru saja diselesaikan Dinas…

Jumat, 17 Januari 2020 11:45

Mangkrak, Akhirnya Rumah Sakit di Kotabaru ini Jadi Sarang Hantu

KOTABARU - Tiga anak muda berlarian. Memburu bayangan putih. Gagal.…

Jumat, 17 Januari 2020 11:31

Pondoknya Dirobohkan, Alfaruk Bantah Bangunannya Masuk Kawasan Hutan Lindung, Tiap Tahun ia Sudah Bayar Pajak

BANJARBARU - Alfaruk (50), warga Liang Anggang, Banjarbaru, hanya bisa…

Jumat, 17 Januari 2020 11:26

Gara-gara Pemekaran, PPK Sigam Belum Bisa Dibentuk

BANJARMASIN - Hingga saat ini KPU belum bisa memutuskan nasib…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers