MANAGED BY:
SENIN
18 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 19 Agustus 2019 09:07
Maraknya Bisnis Akar Bajakah Bikin Khawatir Walhi Kalsel
Pegunungan Meratus

PROKAL.CO, BANJARBARU - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel sedang was-was dengan maraknya transaksi niaga bajakah. Yakni, akar yang disebut-sebut bisa menyembuhkan penyakit kanker.

Pasalnya, Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono mengatakan, jika jual beli bajakah semakin tinggi dikhawatirkan eksploitasinya pun bertambah besar. Hal itu tentu berdampak buruk terhadap lingkungan.

"Sesuatu yang diambil secara besar-besaran tentu akan berdampak terhadap lingkungan, karena keberadaannya tidak lestari lagi," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Eksploitasi akar sendiri dikhawatirkan hingga merambah ke Pegunungan Meratus, karena dia menyebut di sana juga ada jenis tanaman liar yang dapat dikembangkan sebagai bahan baku farmakope herbal. Seperti, matoa, jualing, bilaran tapah, racun ayam, dan mundar.

"Tanaman-tanaman itu memiliki senyawa antioksidan untuk pengobatan kanker, jantung, dan sebagainya," sebutnya.

Untuk itu, sebelum eksploitasi akar-akaran obat tak terkendali dia berharap seluruh pihak terkait segera mengantisipasinya. "Harus ada aturan untuk mengambil akar obat, sehingga orang tidak bisa sembarangan jika ingin mengambilnya di hutan," harapnya.

Salah satu aturan yang bisa diterapkan untuk menjaga akar obat menurutnya ialah, harus ada batasan dan prasyarat dalam mengambil akar bajakah. "Aturan itu bisa dalam bentuk peraturan desa atau memaksimalkan hukum adat," ujarnya.

Kisworo juga mengungkapkan, untuk menjaga obat herbal di hutan agar tetap lestari harus ada upaya untuk membudidayakannya. Sehingga, di dalam hutan tidak habis. "Kalau tanaman pasti bisa dibudidayakan, seperti halnya anggrek, sekarang yang di hutan tidak lagi diambil sebab sudah bisa dibudidayakan," ungkapnya.

Selain itu, menurutnya setiap akar yang diperjualbelikan juga harus ada hasil medisnya. Sebab, tidak semua akar bisa untuk obat. "Hasil medis harus ada untuk memastikan akar yang dijual, bukan sembarang akar. Ini harus jadi perhatian masyarakat Kalsel," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Senin, 18 November 2019 06:14
Pemko Banjarbaru

Nadjmi Adhani Raih Anugerah Kihajar 2019

BANJARBARU - Masyarakat Kota Banjarbaru patut berbangga, pasalnya Pemerintah Kota…

Senin, 18 November 2019 06:12
Pemko Banjarbaru

TK Negeri Idaman Kota Banjarbaru Raih Prestasi Tingkat Nasional

BANJARBARU - Prestasi tingkat Nasional kembali diraih Pemerintah Kota Banjarbaru…

Senin, 18 November 2019 06:10
PARLEMENTARIA

Dewan Apresiasi Diraihnya Anugerah Kihajar

BANJARBARU - Anggota Komisi 3 DPRD Banjarbaru, Nurkhalis Anshari mengapresiasi…

Senin, 18 November 2019 06:09
Pemkab Tanah Bumbu

Pungli Rusak Wibawa Pemerintah

BATULICIN - Saat ini masih ada praktek pungutan liar (pungli)…

Senin, 18 November 2019 06:07
Pemkab Tanah Bumbu

TP-PKK Tanbu Kunjungi Bali

BATULICIN - Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Tanbu melaksanakan kunjungan kerja…

Senin, 18 November 2019 06:05
Pemkab Tanah Bumbu

Momentum Menuju Pelayanan Menyenangkan Masyarakat

BATULICIN - Jajaran Pemkab Tanbu melaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad…

Senin, 18 November 2019 06:04
Pemkab Tanah Laut

TTG di Politala Mendapat Apresiasi

PELAIHARI - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Tanah Laut (Tala)…

Senin, 18 November 2019 06:03
Pemkab Tanah Laut

Puskesmas Bati-Bati Ditinjau untuk Akreditasi

PELAIHARI - UPT Puskesmas Bati-Bati dilakukan peninjauan untuk re-akreditasi, hal…

Senin, 18 November 2019 06:02
Pemkab Tanah Laut

Bupati Ingatkan Jaga Kerukunan

PELAIHARI - Bupati Tanah Laut (Tala) meminta kepada masyarakat di…

Senin, 18 November 2019 05:59

Paman Birin Terus Dorong Kemajuan Sektor Pertanian Kalsel

TAPIN - Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor terus memberikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*