MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 20 Agustus 2019 10:23
Gara-gara Helikopter, Rumah Warga di Martapura Timur Rusak

1.500 Personel Buru Pembakar Lahan

KENA ANGIN HELI: Rumah seng milik Mukarramah di Desa Keramat, Martapura Timur yang atapnya rusak karena kena angin baling-balin heli pengebom air yang terbang rendah. | FOTO: MUHAMMAD AMIN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih terjadi. Dari data BPBD Kalsel, Kabupaten Tapin menjadi daerah terbanyak titik karhutla. Luas lahan yang terbakar mencapai 252,35 hektar.

“Jika diakumulasi semua daerah, luasnya mencapai 1.271,37 hektar,” beber Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin kemarin.

Dia mengungkapkan, sebagian lahan tersebut ada yang sengaja dibakar. Sayangnya, hingga saat ini tak satupun yang berhasil diamankan oleh aparat penegak hukum. Nah, mengejar para pelaku ini, pihaknya berencana memfungsikan 1.500 aparat gabungan dari TNI dan Polri.

Personel ini adalah yang diturunkan pemerintah pusat ke Kalsel untuk menanggulangi Karhutla. Fungsinya adalah untuk pencegahan dan sosialisasi Karhutla. Nah, BPBD berencana memfungsikan mereka juga untuk memburu pelaku pembakar lahan dan hutan.

Hal ini sesuai instruksi dari salah satu Direktur di BNPB. “Personel dari pusat ini akan difungsikan untuk mencari pelaku pembakar lahan. Mereka juga dapat berperan penegak hukum," terang Ujud.

Dari pantauan pihaknya, memang ada yang sengaja membakar lahan. Baik yang ingin membuka lahan pertanian, juga untuk perumahan. “Ada lima yang terekam melalui kamera drone. Sudah kami laporkan ke Satgas Pengegak Hukum,” bebernya.

Sementara, penanganan kebakaran hutan dan lahan tahun ini polanya tetap sama dengan tahun lalu. Yakni diprioritaskan penanganan di seputaran kawasan Bandara Syamsudin Noor.

“Kami tak ingin bandara terganggu yang berujung kerugian di sektor ekonomi. Kami tetap fokus mengamankan bandara agar bebas dari kabut asap,” tegasnya. 

Untuk diketahui, dana pusat untuk penanggulangan Karhutla di Kalsel mencapai Rp1,2 miliar. Itu belum anggaran melalui APBD Kalsel yang nilainya mencapai Rp600 juta. “Untuk honor aparat seharinya dibayar Rp145 ribu.

Para personel ini berada di Kalsel hingga bulan 31 Oktober mendatang sesuai status siaga Karhutla di Kalsel. “Tapi kalau sudah masuk musim hujan sebelum Oktober. Tugas mereka bisa saja berakhir,” tandasnya.

---

Sementara itu, atap rumah seng milik Mukarramah dari Desa Keramat, Martapura Timur berterbangan sekitar pukul 14.00 Wita kemarin. Sebuah heli water bombing dari (BNPB) terbang rendah di atas rumah sederhana dari kayu di tepi sungai itu.

Heli yang didatangkan khusus menangani kebakaran lahan siang itu terbang ke arah Sungai Martapura di Desa Keramat untuk mengisi air. Saat melintas, angin dari baling-baling heli itu membuat seng atap rumah tidak kuat untuk menahan derasnya angin putaran baling- baling heli.

Warga sekitar sempat mengabadikan musibah itu dari telepon selulernya. Video amatir menyebar cepat di grup-grup whatshapp. Video berdurasi sekitar 1 menit itu memperlihatkan ketakutan warga saat helikopter terbang rendah.

“Kami langsung keluar rumah melihat kejadian setelah heli meninggalkan lokasi setelah selesai mengambil air sungai,” kata Said, Kepala Desa Keramat menerangkan kepada sejumlah media yang berdatangan ke lokasi.

Pemilik rumah masih syok melihat atap rumahnya beterbangan ketika heli melintas dekat rumahnya. Mukarramah waktu kejadian berada di dalam rumah. Dia langsung kabur, takut celaka dihantam atap seng.

“Sempat jadi tontontan warga, namun kami bergerak cepat bergotong royong memperbaiki atap menggunakan barang bekas yang masih bisa digunakan,” kata Said.

Heli yang bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan makin sering terlihat di daerah Kecamatan Martapura Timur. Tiap tahun, Kawasan pertanian dan lahan berawa di Matapura Timur rutin ditemukan hotspot dan sasaran operasi pemadam tiap musim kemarau. (mof/mam/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*