MANAGED BY:
SABTU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 21 Agustus 2019 10:32
Janji Urus Tambang di Rantau Bakula, Dinas ESDM Malah 'Angkat Tangan'
Aktivitas pertambangan bawah tanah yang dilakukan perusahaan asal Tiongkok, PT Merge Mining Industry (MMI) diduga kuat menjadi biang masalah retaknya persawahan di Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar.

"Kami Inspektur Tambang yang ditugaskan ke daerah cuma berwenang mengawasi perusahaan yang izinnya dikeluarkan oleh gubernur. Kalau, PT MMI itu IUP PMA izinnya langsung Kementerian ESDM. Jadi yang berwenang hanya pusat," kata Kardin Gumay, salah satu Inspektur Tambang di Kalsel.

Dia menambahkan, meski sama-sama dari Kementerian ESDM ada dua jenis Inspektur Tambang. Yakni, yang ditugaskan di daerah dan di pusat. Nah, yang punya kewenangan untuk mengawasi perusahaan yang memiliki izin dari kementerian hanya Inspektur Tambang di pusat. "Izin dari kementerian itu, seperti IUP PMA yang dimiliki PT MMI. Lalu, PKP2B dan Kontrak Karya," tambahnya.

Tanpa adanya kewenangan, Kardin mengaku tidak tahu mengenai bagaimana bisa PT MMI masih bisa beroperasi meski pada 2017 lalu sempat ditutup karena diduga mengakibatkan lahan persawahan di Desa Banjar Bakula retak. "Masalah izin juga ada di Kementerian ESDM, kami di sini tidak tahu," pungkasnya.

Sementara itu, pihak PT MMI hingga kini juga belum memberikan pernyataan resmi terkait retaknya permukiman yang ada di wilayah izin mereka. Manager PT MMI Pikjen Purba saat dihubungi Radar Banjarmasin masih enggan merespon.

Sebelumnya, permukiman warga di Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar tiba-tiba retak tanahnya. Diduga kerusakan ini imbas dari aktivitas tambang batubara PT MMI. Kejadian ini terjadi dalam sepekan terakhir.

Tanah retak atau subsiden sendiri terjadi di kawasan RT 02. Tanah yang mulanya rata, berubah bentuk menjadi bergelombang dan retak-retak. Akibat retakan itu, sebagian warga bahkan harus rela membongkar rumah mereka lantaran tak memungkinkan lagi bermukim di sana.(ris/ran/ema)

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 08 September 2020 12:02

Rp1,5 Miliar untuk 276 Orang, Akhirnya Insentif Nakes Cair

BANJARBARU - Setelah tertunda beberapa waktu karena beberapa alasan. Insentif…

Selasa, 08 September 2020 11:58

Ibnu Sina Ditegur Mendagri, Gara-Gara Bikin Kerumunan di KPU

BANJARMASIN - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian menegur puluhan kepala…

Selasa, 08 September 2020 11:48

Sering Kunker ke Luar Daerah Dibanding Ngantor, Gedung DPRD Didemo

BANJARMASIN - Lebih sering kunjungan kerja ke luar daerah ketimbang…

Selasa, 08 September 2020 11:45

Kapolres: Klaster Pilkada Bisa Muncul

BANJARMASIN - Pendaftaran bakal calon Pilwali 2020 menjadi perhatian Kapolresta…

Selasa, 08 September 2020 10:22

Perang Slogan di Serambi Makkah: Manis, Manuntung, dan Bersinar

MARTAPURA – Perang slogan selalu mewarnai kontestasi Pilkada, termasuk di…

Selasa, 08 September 2020 10:16

Khairul Sendiri, Habib Misterius

BANJARMASIN - Di hari kedua tes kesehatan, Senin (7/9) kemarin,…

Selasa, 08 September 2020 10:11

Calon Kepala Daerah Bisa Gugur Jika Ada Organ yang Tak Normal, Kalau Covid-19 Tak Masalah

BANJARMASIN - Pendaftaran bakal pasangan calon (Paslon) kepala daerah sudah…

Selasa, 08 September 2020 10:06

Saban-Abdillah Mulai Bentuk Relawan di Kecamatan dan Desa

BARABAI- Usai mendaftar ke KPU HST, Minggu (6/9), pasangan Saban-Abdillah…

Selasa, 08 September 2020 10:00

Amunisi Tambahan, Barito Rekrut Pemain Muda Papua

YOGYAKARTA - Barito Putera melirik potensi striker muda asal Papua…

Selasa, 08 September 2020 07:51
Pemko Banjarbaru

Rombongan Pejabat Setdako Kunjungi Istri Almarhum Nadjmi

BANJARBARU - Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru H Said Abdullah, didampingi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers