MANAGED BY:
SENIN
18 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Kamis, 22 Agustus 2019 10:14
Banyaknya Penanam Modal Asing di Banua, Kalau Ada Apa-apa, Daerah Tak Bisa Banyak Berbuat Banyak
Aktivitas pertambangan bawah tanah yang dilakukan perusahaan asal Tiongkok, PT Merge Mining Industry (MMI) diduga kuat menjadi biang masalah retaknya persawahan di Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Meski beroperasi dan mengambil keuntungan di Kalsel, tetapi PT Merge Mining Industry (MMI) yang dituding warga membuat retak permukiman mereka tak bisa disentuh. Pemprov Kalsel benar-benar tak punya kewenangan dalam urusan perizinan perusahaan Penanam Modal Asing (PMA) itu.

Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (PMTSP) Kalsel memahami jika Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel tak bisa menangani kasus itu. Pasalnya memang kewenangan ada di pusat. Hal ini cukup meresahkan karena ada banyak perusahaan asing yang berinvestasi di Banua.

"Memang dari dulu, PMA itu kewenangannya ada di pusat. Karena, izinnya dari sana. Jadi daerah tidak punya kewenangan apa-apa," kata, Kepala Dinas PMTSP Kalsel Nafarin.

Tentang PT MMI, dia mengatakan saat ini perusahaan pertambangan batubara itu punya izin beroperasi di Kalsel. Dia menuturkan MMI masih memegang izin dari Kementerian ESDM. "Iya, PT MMI masih terdaftar sebagai PMA di Kalsel yang kewenangan izinnya dari pusat. Sama seperti PT Conch," tuturnya.

Selain PT MMI, dia membeberkan ada sejumlah PMA lain dari 14 negara yang berinvestasi di Banua. Hingga semester pertama 2019 ini sudah 148 proyek yang dijalankan oleh para perusahaan asing dari berbagai sektor. "Dari 148 proyek itu, realisasi PMA pada semester pertama tercatat sudah Rp3,32 triliun," katanya.

Jumlah realisasi PMA sendiri, Nafarin menyebut paling banyak berada di Banjarmasin dengan realisasi mencapai Rp1,5 triliun. Sementara terbanyak kedua ada di Tabalong dengan nilai investasi sudah Rp1,1 triliun.

"Sedangkan negara yang paling banyak berinvestasi pada semester pertama 2019 ialah Malaysia dengan realisasi Rp1,6 triliun. Disusul Korea Selatan dengan total investasi Rp667 miliar," ungkap Nafarin.

Dia menambahkan, para PMA sendiri banyak yang berinvestasi di sektor pertambangan dengan jumlah 32 proyek. Sedangkan, terbanyak kedua ialah sektor industri makanan: 27 proyek.

Tapi kalau dilihat dari nilai investasinya, Nafarin menyebut terbanyak datang dari sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi. Di mana, dari sektor itu saat ini nilai investasinya Rp1,5 triliun. "Sementara nilai investasi di sektor pertambangan jadi terbanyak kedua, yakni Rp676 miliar," ucapnya.

Jika dibandingkan dengan 2018, PMA tahun ini meningkat signifikan. Di mana, sepanjang tahun lalu hanya Rp1,7 triliun. "Tahun ini PMA meningkat karena ada banyak proyek pembangunan tower BTS yang dibangun oleh perusahaan asal Malaysia," pungkasnya.

Sebelumnya, warga Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar dalam sepekan terakhir mengeluhkan permukiman mereka yang tanahnya tiba-tiba retak. Diduga kerusakan ini imbas dari aktivitas tambang bawah tanah yang dikerjakan PT MMI.

Kasi Pengusahaan Minerba Dinas ESDM Kalsel, Endarto menuturkan PT MMI sendiri sebenarnya sudah dilarang beroperasi pada 2017 lalu . Perusahaan sempat ditutup karena menyebabkan lahan persawahan warga retak. Tetapi pada kenyataannya masih tetap beroperasi karena mengantongi izin dari Dirjen Minerba Kementerian ESDM. "Jadi yang berwenang untuk menutup aktivitas PT MMI juga Dirjen," ucap Endarto.

Humas PT MMI, Hasbi Saleh mengatakan tidak punya wewenang untuk bicara di ruang lingkup aktivitas tambang PT MMI. Karena, saat ini dirinya hanya bertugas mengurusi para tenaga kerja asing yang bekerja di sana. (ris/ay/ran)

loading...
BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Rabu, 13 November 2019 11:53

Rombongan Roadshow Kalimantan Epson Mampir di Gedung Biru

BANJARBARU - Dalam momentum perayaan hari ulang tahunnya ke-19. Epson…

Rabu, 13 November 2019 11:40

Gedung Baru Duta Mall Tanpa IMB, DPRD: Pemko Harusnya Tegas

BANJARMASIN - Gedung baru yang sedang dibangun Duta Mall kembali…

Minggu, 10 November 2019 09:49

Tak Berizin, Kok Masih Setor?

BANJARMASIN - Masih ada pengusaha periklanan yang menyetorkan pajak reklame…

Minggu, 10 November 2019 09:27

Cegah Barang Ilegal Masuk

BANJARMASIN - Kontainer yang parkir di Pelabuhan Trisakti diperiksa personel…

Sabtu, 09 November 2019 05:51

Lalu Lalang di Sungai Barito, Ternyata NOL RUPIAH dari Tongkang Batu Bara

BANJARMASIN - Sungai Barito kerap menjadi rute lalu lalang dan…

Jumat, 08 November 2019 19:30
Media Gathering Pertamina Borneo 2019

Begini Ternyata Cara Pertamina Membuat Formulasi Pelumas Terbaik

GRESIK - Kunjungan awak media ke pabrik pelumas PT Pertamina…

Jumat, 08 November 2019 16:42
Media Gathering Pertamina Kalimantan 2019

Mengintip Teknologi Dibalik Pelumas Pertamina, Production Unit Gresik (PUG)

GRESIK - Sejak tahun 1957, Pertamina sudah memproduksi pelumas dalam…

Rabu, 06 November 2019 11:30
CPNS

CPNS, Kemenkumham Kalsel Cari 89 Sipir

BANJARMASIN - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalsel amencari…

Selasa, 05 November 2019 13:24

UMP Naik, Buruh Tetap Menolak

BANJARMASIN - Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalsel tahun 2020 sudah…

Senin, 04 November 2019 11:31

UMP Kalsel Naik 8,5 Persen, Perusahaan Boleh Menunda, Tapi Harus Siap Diaudit

BANJARMASIN - Pemprov Kalsel telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*