MANAGED BY:
SABTU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Kamis, 22 Agustus 2019 10:14
Banyaknya Penanam Modal Asing di Banua, Kalau Ada Apa-apa, Daerah Tak Bisa Banyak Berbuat Banyak
Aktivitas pertambangan bawah tanah yang dilakukan perusahaan asal Tiongkok, PT Merge Mining Industry (MMI) diduga kuat menjadi biang masalah retaknya persawahan di Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar.

"Sedangkan negara yang paling banyak berinvestasi pada semester pertama 2019 ialah Malaysia dengan realisasi Rp1,6 triliun. Disusul Korea Selatan dengan total investasi Rp667 miliar," ungkap Nafarin.

Dia menambahkan, para PMA sendiri banyak yang berinvestasi di sektor pertambangan dengan jumlah 32 proyek. Sedangkan, terbanyak kedua ialah sektor industri makanan: 27 proyek.

Tapi kalau dilihat dari nilai investasinya, Nafarin menyebut terbanyak datang dari sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi. Di mana, dari sektor itu saat ini nilai investasinya Rp1,5 triliun. "Sementara nilai investasi di sektor pertambangan jadi terbanyak kedua, yakni Rp676 miliar," ucapnya.

Jika dibandingkan dengan 2018, PMA tahun ini meningkat signifikan. Di mana, sepanjang tahun lalu hanya Rp1,7 triliun. "Tahun ini PMA meningkat karena ada banyak proyek pembangunan tower BTS yang dibangun oleh perusahaan asal Malaysia," pungkasnya.

Sebelumnya, warga Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar dalam sepekan terakhir mengeluhkan permukiman mereka yang tanahnya tiba-tiba retak. Diduga kerusakan ini imbas dari aktivitas tambang bawah tanah yang dikerjakan PT MMI.

Kasi Pengusahaan Minerba Dinas ESDM Kalsel, Endarto menuturkan PT MMI sendiri sebenarnya sudah dilarang beroperasi pada 2017 lalu . Perusahaan sempat ditutup karena menyebabkan lahan persawahan warga retak. Tetapi pada kenyataannya masih tetap beroperasi karena mengantongi izin dari Dirjen Minerba Kementerian ESDM. "Jadi yang berwenang untuk menutup aktivitas PT MMI juga Dirjen," ucap Endarto.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 18 September 2020 11:57

Gas Melon Langka, Plt Sekda Kalsel: Distribusinya akan Lebih Diawasi

BANJARBARU - Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram mulai menjadi perhatian…

Kamis, 17 September 2020 13:28

Masyarakat Angkinang Nikmati BBM Satu Harga

KANDANGAN  – Program BBM 1 Harga yang dicanangkan oleh pemerintah…

Jumat, 11 September 2020 14:26
SMK PP Negeri Banjarbaru

PWMP HUSIHA, Kembangkan Produk Makanan Berbasis Jamur

Banjarbaru - Semangat PWMP Kementerian Pertanian tetap tinggi walau di…

Jumat, 11 September 2020 10:53

Dampak Pandemi, Sudah 3.186 Karyawan Dirumahkan, Bagaimana Solusinya..?

BANJARBARU - Pandemi Covid-19 sudah membuat babak belur dunia kerja.…

Jumat, 11 September 2020 10:25

Masih Terganjal Perwali, Stimulus Ekonomi Untuk Banjarbaru Belum Bisa Dijalankan

BANJARBARU – Hingga memasuki bulan September ini, program stimulus ekonomi…

Rabu, 09 September 2020 10:05

Desa Haratai, RTH dan Taman Bermain Masih Ditutup; Berani Masuk Kena Denda Adat

KANDANGAN – Meski Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Loksado sudah…

Selasa, 08 September 2020 07:38
PT PLN Kalselteng

Berhasil Selamatkan Aset Negara Lebih Dari Rp 960 M

BANJARBARU - Aset negara bernilai lebih dari Rp960 miliar rupiah…

Senin, 07 September 2020 11:11

Okupansi Hotel di Kalsel Mulai Membaik

BANJARBARU - Setelah terpuruk di awal-awal pandemi Covid-19, bisnis perhotelan…

Sabtu, 05 September 2020 10:30

Covid-19 Mulai Menurun, Pengunjung Mal di Banjarbaru Belum Pulih

BANJARBARU - Gugus Tugas Covid-19 Kalsel melaporkan bahwa kasus virus…

Jumat, 04 September 2020 11:24

Alhamdulillah, Gaji Guru Honorer di Kalsel Ditambah, Begini Rinciannya...

BANJARBARU - Ribuan guru honorer dan tenaga kependidikan di Kalimantan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers