MANAGED BY:
MINGGU
07 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

SPORT

Jumat, 23 Agustus 2019 09:59
Dukung Keputusan Pengprov PGSI
Harapan para atlet gulat Kalsel untuk berlaga di depan publik sendiri pada ajang Pra PON 2019, pupus.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Harapan para atlet gulat Kalsel untuk berlaga di depan publik sendiri pada ajang Pra PON 2019, pupus. Pasalnya, Pengurus Provinsi Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (Pengprov PGSI) Kalsel memutuskan menarik diri menjadikan Kalsel sebagai tuan rumah Pra PON Gulat 2019, November mendatang. Belakangan, Pengurus Besar (PB) PGSI Pusat memutuskan Pra PON Gulat dialihkan ke Jakarta, September depan.

Keputusan Pengprov PGSI Kalsel bahkan disayangkan oleh PB PGSI Pusat. Namun, tak demikian dengan para pegulat Kalsel. Mereka tetap mendukung penuh keputusan Pengprov PGSI Kalsel yang dinilai lebih mementingkan sukses prestasi dibandingkan sukses penyelenggaraan.

“Saya menilai keputusan Pengprov PGSI Kalsel sudah tepat. Harus diakui, persiapan pegulat Kalsel untuk Pra PON 2019 bisa dibilang masih belum matang. Fokus sebagai penyelenggara Pra PON 2019 bisa membelah konsentrasi untuk mematankan persiapan para pegulat,” ungkap Fahriansyah, pegulat Kalsel kelas 85 kilogram gaya bebas kepada Radar Banjarmasin, belum lama tadi.

Dikatakan pegulat yang akrab disapa Fahri ini, apabila Kalsel jadi tuan rumah Pra PON Gulat 2019, memang memberikan motivasi berlipat bagi para pegulat Kalsel.

“Namun, motivasi sebagai tuan rumah bukan jadi jaminan bisa menang terus. Harus disadari, persaingan di cabor gulat sangat ketat. Terutama dari Kaltim, Jabar, dan Sumbar yang selama ini selalu jadi bayang-bayang pegulat Kalsel. Kalsel mungkin bisa sukses sebagai penyelenggara, namun jangan sampai jadi gagal prestasi di Pra PON 2019,” paparnya.

Namun demikian, Fahri tetap berusaha tampil semaksimal mungkin di Jakarta. “Prinsip saya, di manapun lokasi tandingnya, saya harus tetap mempersembahkan yang terbaik. Apalagi bisa menang di luar daerah, tentu akan sangat membanggakan,” sebutnya.

Senada, pegulat putri Kalsel, Inayaturahmi menyatakan tak masalah jika Kalsel tak jadi tuan rumah Pra PON Gulat 2019. “Menurut saya, tidak ada pengaruhnya jadi tuan rumah atau tidak. Semua pegulat tetap harus berupaya sekuat tenaga untuk bisa mendapatkan gelar juara, di manapun lokasi tandingnya,” tandasnya.(oza/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 12 September 2015 09:01

Main Judi Dadu, Ditangkap Polisi

<p><strong>RADAR BANJARMASIN</strong> - Judi...meracuni kehidupan...judi...meracuni…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers