MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 23 Agustus 2019 10:11
Musnahkan Narkoba ke Selokan
DILEBUR:Kasat Plh Kasat Narkoba AKP Ade Papa Rihi meleburkan salah satu barang bukti narkoba dari seorang tersangka perempuan. | Foto: Maulana/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Sebanyak ratusan gram sabu dan puluhan butir ekstasi dimusnahkan Satresnarkoba Polresta Banjarmasin, Kamis (22/8). Semua barang bukti didapatkan dari hasil pengungkapan dari bulan Juni hingga Agustus 2019 ini.

Sabu yang dimusnahkan seberat 214,97 gram. Ekstasi 26,63 gram atau sebanyak 73 butir. Barang bukti itu didapatkan Satresnarkoba Polresta Banjarmasin, Polsek Banjarmasin Timur, Selatan serta Banjarmasin Barat. Ada 16 laporan polisi dengan 17 tersangka, dan dua di antaranya perempuan.

Pemusnahan dihancurkan dengan cara dimasukkan ke dalam sebuah ember berisi air yang sudah tercampur detergen. Kemudian diaduk beberapa kali hingga larut. Dibuang ke selokan di depan markas Satresnarkoba.

Pelaksana Harian Kasat Narkoba Polresta Banjarmasin, AKP Ade Papa Rihi mengatakan dari 17 tersangka, paling besar sitaanya dari tersangka Anugrah dan Bahrudin.

“Dari mereka disita 5 paket sabu berat 14,4 gram dan satu paket besar berat 99,81 gram. Kedua tersangka satu jaringan," terang Ade Papa Rihi yang juga menjabat Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin.

Jika dihitung satu gram bisa digunakan 15 orang, Polresta Banjarmasin telah berhasil menyelamatkan sekitar 3.224 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkoba. "Semua hasil kerja keras tim dan kerja sama masyarakat terungkap kasus ini. Tentu ini bukan menjadi terakhir, pemberantasan narkoba terus ditingkatkan," janjinya.

Di sela pemusnahan, Anugrah dan Bahrudin mengakui mereka sama-sama menjadi kurir dan pengedar. Bisnis terlarang yang nekat digeluti karena tergiur upah dan iming-iming. "Baru-baru saja kami bermain narkoba ini, sekitar 3 bulan. Paling besar satu ons mengantar ke seseorang, upahnya Rp2 juta," beber Bahrudin.

Sehari-hari Bahruddin (40) menjadi buruh lepas di kawasan Belitung Banjarmasin Barat, dan Anugrah (35) menjadi juru parkir di kawasan yang sama. "Kami mengantar tergantung perintah bos. Tak menentu juga upahnya. Ini saya lakukan karena perlu uang, soalnya menjadi buruh tak tentu hasilnya," ujar ayah beranak 2 ini sambil berlalu digiring polisi ke rutan Polresta Banjarmasin.(lan/dye/ema)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*