MANAGED BY:
KAMIS
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 23 Agustus 2019 10:21
Api Karhutla Menjalar ke Sekolah

Di Kalsel, Sudah Tujuh Pembakar Lahan Ditangkap

TERBAKAR HEBAT: Atap ruangan kelas belajar mengajar SMPN 1 Daha Barat yang terbakar karena api karhutla yang menjalar ke sekolah. | Foto: Relawan For Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, KANDANGAN – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan semakin menjadi-jadi. Kebakaran lahan bahkan menjalar ke perumahan dan bangunan. Yang terbaru, SMPN 1 Daha Barat terbakar hebat karena api karhutla, Kamis (22/8) sore. 

Camat Daha Barat, Kusairi mengatakan api karhutla membakar tiga atap ruangan kelas 9 SMPN 1 Daha Barat.

“Yang terbakar atap ruangan kelas 9. Ada tiga ruangan atapnya terbakar. Dua ruangan tidak terpakai dan hanya satu ruangan untuk proses belajar mengajar,” ujarnya saat dikonfirmasi, malam sekitar pukul 19.00 Wita.

Menurutnya atap SMP 1 Daha barat yang terbakar saat ini sudah berhasil dipadamkan relawan. “Ruangan masih utuh, jadi proses belajar masih bisa digunakan. Tinggal dibersihkan saja,” tuturnya. 

Kusairi mengatakan titik api (hotspot) di wilayah Kecamatan Daha Barat cukup banyak di siang hari tadi. Bahkan para relawan terkesan kewalahan memadamkan api. “Angin cukup kencang, jadi para relawan cukup kewalahan memadamkannya,” sebutnya.

Pemkab HSS, berdasarkan surat keputusan (SK) bupati Achmad Fikry telah menetapkan status siaga darurat karhutla. Siaga karhutla terhitung sejak 1 Juli sampai 30 November mendatang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana, Kesatuan bangsa dan Politik (Badan PB, Kesbangpol) HSS Efran mengatakan berdasarkan SK bupati tersebut telah dibentuk posko di setiap Kecamatan. Seluruh lapisan masyarakat diimbau waspada tidak membuang puntung rokok sembarangan yang bisa menyebabkan Karhutla dan jangan sampai membakar lahan.

“Kalau ada menemukan titik api, segera laporkan ke posko terdekat. Supaya dapat segera dipadamkan bersama-sama,” pintanya.

Untuk mencegah Karhutla di Kabupaten HSS, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menempatkan satuan tugas (Satgas) yang terdiri dari personil TNI lima orang, Polri dua orang, dua orang warga setempat dan satu orang dari badan penanggulangan bencana daerah (BPBD).

“Satgas disebar ke setiap desa rawan kebakaran lahan berjumlah sekitar sepuluh personel per desa,” ujarnya 

Satgas bersama masyarakat melakukan pencegahan karhutla dan memberikan edukasi dan pendampingan secara langsung kepada masyarakat. Ditengarai, penyebab karhutla tertinggi akibat faktor kesalahan manusia atau human error atau kesengajaan.

“Jika terjadi karhutla dilakukan secara sengaja dan merupakan tindak pidana, Satgas akan menindak lanjuti dengan melaporkannya untuk diproses sesuai ketentuan hukum,” tutur Efran.

Satgas Karhutla Kalsel, tahun ini benar-benar aktif dalam menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan. Buktinya, sejak kemarau tiba sampai saat ini sudah tujuh orang yang diamankan karena kedapatan sedang membakar lahan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Wahyuddin mengatakan, tujuh pelaku pembakar lahan itu diamankan di lokasi berbeda; Dua orang ditangkap di Sungai Ulin, Banjarbaru. Satu lagi di Landasan Ulin. Lalu, tiga diantaranya di Batulicin dan satu orang lainnya ditangkap di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

"Mereka tertangkap tangan melakukan pembakaran lahan oleh tim Satgas Karhutla yang sedang melakukan patroli. Karena itu langsung dibawa ke polisi," katanya.

Dia mengungkapkan, saat ini tujuh pelaku pembakaran lahan tersebut masih diproses pihak kepolisian. "Polisi masih mendalami kasusnya. Apakah para pelaku terbukti bersalah atau tidak," ungkapnya.

Jika terbukti bersalah, Wahyuddin menuturkan ada dua jenis peraturan yang salah satunya bisa menjerat para pelaku. Yakni, Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2008, dengan hukuman kurungan 6 bulan dan denda Rp50 juta. Atau, Undang-Undang Lingkungan Hidup, di mana para pelaku bisa menerima hukuman yang lebih berat, yakni kurungan 3 sampai 5 tahun.

Pria yang akrab disapa Ujud ini memastikan, para pelaku yang diamankan bukan dari perusahaan. Melainkan, perorangan. "Alasan mereka membakar untuk membuka lahan, supaya bisa ditanami," bebernya.

Dibandingkan 2018 lalu, kasus pembakaran lahan di Kalsel tahun ini meningkat. Di mana saat itu Satgas Karhutla BPBD Kalsel hanya mengamankan dua orang. "Tahun ini meningkat karena kita fokus ke pencegahan, dengan rutin melakukan patroli. Nah, saat patroli itu petugas menangkap tangan warga sedang membakar lahan," ujar Ujud.

Dia mengimbau, supaya masyarakat tidak lagi membakar lahan. Sebab, jika api meluas proses pemadamannya memerlukan biaya dan tenaga yang besar. "Saat ini hampir setiap hari ada kebakaran. Di mana, hampir 99 persennya disebabkan oleh ulah manusia," ucapnya.

Disinggung, berapa sudah luasan lahan yang terbakar di Kalsel. Ujud mengungkapkan, hingga Rabu (21/8) sudah 1500 hektare. "Lahan terbakar paling luas ada di Tapin, dengan total 300 hektare," ungkapnya.

Secara terpisah, Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya melalui Kasatreskrim AKP Aryansyah membenarkan jika sudah ada tiga pelaku pembakaran lahan yang diamankan di wilayah hukum Polres Banjarbaru. "Dua ditangkap di Sungai Ulin, kini sedang ditangani Polsek Kota Banjarbaru. Sedangkan, satu orang yang diamankan di Landasan Ulin ditangani Polres," paparnya.

Ditanya terkait perkembangan kasusnya, dia menyampaikan saat ini masih dalam tahap penyelidikan. "Masih kami dalami, dengan memintai keterangan dari para saksi Mas," pungkasnya. (shn/ris/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat

BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin…

Jumat, 31 Januari 2020 11:27

Sengketa Warga Antar Baru vs PT Barito Putera Plantation: Warga Serahkan Bukti Kepemilikan

MARABAHAN - Lama tidak terdengar, mediasi sengketa lahan sawit antara…

Jumat, 31 Januari 2020 11:11

Timbun Solar, Samsul dan Syamsuddin Digrebek

BANJARMASIN - Kepolisian Polsek Banjarmasin Utara menggerebek dua rumah di…

Jumat, 31 Januari 2020 11:03

Mabuk Bawa Sajam, Buronan Apes

BANJARMASIN – Jadi buronan selama dua pekan, Taufik Rahman alias…

Jumat, 31 Januari 2020 10:36

Sabirin Terjebak Polisi Menyamar

AMUNTAI - Nasib sial dialami Sabirin (28), warga Desa Harus…

Jumat, 31 Januari 2020 10:34

Korban Berteriak, Anto pun Panik, Dengan Mudah Ia Dikepung Warga

MARABAHAN - Sial masih jauh dari Armina. Warga Desa Sinar…

Jumat, 31 Januari 2020 10:31

Disergap, Pengedar Sabu Tak Berkutik

MARABAHAN - Pengedar narkoba sedikit demi sedikit digulung Sat Res…

Kamis, 30 Januari 2020 11:48

Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana

Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas,…

Kamis, 30 Januari 2020 10:56

Pengendara Panik ada Razia di Kayutangi, 62 Pemotor Ditilang

BANJARMASIN - Pengendara yang melintasi Jalan Hasan Basry mendadak panik…

Kamis, 30 Januari 2020 10:49

Dua di Jalan, Satu di Toilet; Budak Sabu Barabai Tak Berkutik Diringkus

BARABAI - Ada-ada saja ulah FP (20). Pemuda asal Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers