MANAGED BY:
SELASA
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 23 Agustus 2019 10:21
Api Karhutla Menjalar ke Sekolah

Di Kalsel, Sudah Tujuh Pembakar Lahan Ditangkap

TERBAKAR HEBAT: Atap ruangan kelas belajar mengajar SMPN 1 Daha Barat yang terbakar karena api karhutla yang menjalar ke sekolah. | Foto: Relawan For Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, KANDANGAN – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan semakin menjadi-jadi. Kebakaran lahan bahkan menjalar ke perumahan dan bangunan. Yang terbaru, SMPN 1 Daha Barat terbakar hebat karena api karhutla, Kamis (22/8) sore. 

Camat Daha Barat, Kusairi mengatakan api karhutla membakar tiga atap ruangan kelas 9 SMPN 1 Daha Barat.

“Yang terbakar atap ruangan kelas 9. Ada tiga ruangan atapnya terbakar. Dua ruangan tidak terpakai dan hanya satu ruangan untuk proses belajar mengajar,” ujarnya saat dikonfirmasi, malam sekitar pukul 19.00 Wita.

Menurutnya atap SMP 1 Daha barat yang terbakar saat ini sudah berhasil dipadamkan relawan. “Ruangan masih utuh, jadi proses belajar masih bisa digunakan. Tinggal dibersihkan saja,” tuturnya. 

Kusairi mengatakan titik api (hotspot) di wilayah Kecamatan Daha Barat cukup banyak di siang hari tadi. Bahkan para relawan terkesan kewalahan memadamkan api. “Angin cukup kencang, jadi para relawan cukup kewalahan memadamkannya,” sebutnya.

Pemkab HSS, berdasarkan surat keputusan (SK) bupati Achmad Fikry telah menetapkan status siaga darurat karhutla. Siaga karhutla terhitung sejak 1 Juli sampai 30 November mendatang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana, Kesatuan bangsa dan Politik (Badan PB, Kesbangpol) HSS Efran mengatakan berdasarkan SK bupati tersebut telah dibentuk posko di setiap Kecamatan. Seluruh lapisan masyarakat diimbau waspada tidak membuang puntung rokok sembarangan yang bisa menyebabkan Karhutla dan jangan sampai membakar lahan.

“Kalau ada menemukan titik api, segera laporkan ke posko terdekat. Supaya dapat segera dipadamkan bersama-sama,” pintanya.

Untuk mencegah Karhutla di Kabupaten HSS, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menempatkan satuan tugas (Satgas) yang terdiri dari personil TNI lima orang, Polri dua orang, dua orang warga setempat dan satu orang dari badan penanggulangan bencana daerah (BPBD).

“Satgas disebar ke setiap desa rawan kebakaran lahan berjumlah sekitar sepuluh personel per desa,” ujarnya 

Satgas bersama masyarakat melakukan pencegahan karhutla dan memberikan edukasi dan pendampingan secara langsung kepada masyarakat. Ditengarai, penyebab karhutla tertinggi akibat faktor kesalahan manusia atau human error atau kesengajaan.

“Jika terjadi karhutla dilakukan secara sengaja dan merupakan tindak pidana, Satgas akan menindak lanjuti dengan melaporkannya untuk diproses sesuai ketentuan hukum,” tutur Efran.

Satgas Karhutla Kalsel, tahun ini benar-benar aktif dalam menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan. Buktinya, sejak kemarau tiba sampai saat ini sudah tujuh orang yang diamankan karena kedapatan sedang membakar lahan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Wahyuddin mengatakan, tujuh pelaku pembakar lahan itu diamankan di lokasi berbeda; Dua orang ditangkap di Sungai Ulin, Banjarbaru. Satu lagi di Landasan Ulin. Lalu, tiga diantaranya di Batulicin dan satu orang lainnya ditangkap di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

"Mereka tertangkap tangan melakukan pembakaran lahan oleh tim Satgas Karhutla yang sedang melakukan patroli. Karena itu langsung dibawa ke polisi," katanya.

Dia mengungkapkan, saat ini tujuh pelaku pembakaran lahan tersebut masih diproses pihak kepolisian. "Polisi masih mendalami kasusnya. Apakah para pelaku terbukti bersalah atau tidak," ungkapnya.

Jika terbukti bersalah, Wahyuddin menuturkan ada dua jenis peraturan yang salah satunya bisa menjerat para pelaku. Yakni, Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2008, dengan hukuman kurungan 6 bulan dan denda Rp50 juta. Atau, Undang-Undang Lingkungan Hidup, di mana para pelaku bisa menerima hukuman yang lebih berat, yakni kurungan 3 sampai 5 tahun.

Pria yang akrab disapa Ujud ini memastikan, para pelaku yang diamankan bukan dari perusahaan. Melainkan, perorangan. "Alasan mereka membakar untuk membuka lahan, supaya bisa ditanami," bebernya.

Dibandingkan 2018 lalu, kasus pembakaran lahan di Kalsel tahun ini meningkat. Di mana saat itu Satgas Karhutla BPBD Kalsel hanya mengamankan dua orang. "Tahun ini meningkat karena kita fokus ke pencegahan, dengan rutin melakukan patroli. Nah, saat patroli itu petugas menangkap tangan warga sedang membakar lahan," ujar Ujud.

Dia mengimbau, supaya masyarakat tidak lagi membakar lahan. Sebab, jika api meluas proses pemadamannya memerlukan biaya dan tenaga yang besar. "Saat ini hampir setiap hari ada kebakaran. Di mana, hampir 99 persennya disebabkan oleh ulah manusia," ucapnya.

Disinggung, berapa sudah luasan lahan yang terbakar di Kalsel. Ujud mengungkapkan, hingga Rabu (21/8) sudah 1500 hektare. "Lahan terbakar paling luas ada di Tapin, dengan total 300 hektare," ungkapnya.

Secara terpisah, Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya melalui Kasatreskrim AKP Aryansyah membenarkan jika sudah ada tiga pelaku pembakaran lahan yang diamankan di wilayah hukum Polres Banjarbaru. "Dua ditangkap di Sungai Ulin, kini sedang ditangani Polsek Kota Banjarbaru. Sedangkan, satu orang yang diamankan di Landasan Ulin ditangani Polres," paparnya.

Ditanya terkait perkembangan kasusnya, dia menyampaikan saat ini masih dalam tahap penyelidikan. "Masih kami dalami, dengan memintai keterangan dari para saksi Mas," pungkasnya. (shn/ris/ran/ema)


BACA JUGA

Senin, 16 September 2019 16:51

Penjudi Togel Numpang Nunding Diamankan

TANJUNG - Zaman sudah modern masih saja ada yang bermain…

Senin, 16 September 2019 10:58
DAMPAK KABUT ASAP

26.000 Warga Terserang ISPA, 1 Pesawat Terpaksa Dialihkan ke Surabaya

BANJARMASIN - Kabut asap di Kalsel yang semakin pekat dan…

Senin, 16 September 2019 10:27

Bantuan Sembako Melimpah, Korban Kebakaran Alalak Tetap Kesulitan Makan

BANJARMASIN - Meski bantuan sembako dari dermawan datang melimpah, tetap…

Senin, 16 September 2019 10:24

Giliran Kampung Arab Kena Musibah

BANJARMASIN - Giliran Kampung Arab ditimpa musibah kebakaran. Kemarin (15/9)…

Senin, 16 September 2019 10:21

Main-main dengan Sabu, Kakek ini Diciduk

BANJARMASIN - Riduan sudah sering dipanggil kakek. Usianya sudah 53…

Senin, 16 September 2019 08:57

Kebakaran di Pemukiman Padat, 29 Rumah di Cempaka Jadi Arang

BANJARBARU - Musibah kebakaran hebat menimpa warga di Kelurahan Cempaka…

Sabtu, 14 September 2019 14:38

Mendarat Darurat, KNKT Periksa Heli Water Bombing

BANJARBARU – Peristiwa pendaratan darurat helikopter water bombing di persawahan…

Sabtu, 14 September 2019 14:34

419 Hotspot Kepung Kalsel, Terbanyak Selama 2019

BANJARBARU - Semakin hari, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di…

Sabtu, 14 September 2019 14:31

Pengadaan Barang dan Jasa Peluang Korupsi Tertinggi

BANJARMASIN – Pengadaan barang dan jasa pemerintah menjadi celah korupsi…

Sabtu, 14 September 2019 14:25

Undangan Viral, Acara Kontes Waria Batal

RANTAU - Sebaran undangan kontes waria yang rencananya dilaksanakan di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*