MANAGED BY:
SENIN
18 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 23 Agustus 2019 10:40
Kaltim Kandidat Ibukota Indonesia, Jokowi: Masih Tunggu Kajian Lagi
Desain Ibu Kota Negara Indonesia. | Foto: Kementrian PUPR RI

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Meski Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil sudah menyebut Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai ibukota baru, Kepala Bappeda Kalsel Nurul Fajar Desira mengatakan masih menunggu keputusan langsung dari presiden.

“Ini baru keterangan menteri, kami menunggu resminya dulu dari pak Presiden,” imbuh Ketua tim persiapan pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalsel ini. 

Meski demikian, pada prinsipnya dia mengatakan dimanapun ibu kota negara dipindah, Pemprov tetap mendukung penuh.

“Sejak awal seperti apa yang disampaikan oleh Pak Gubernur, dimanapun asal di Kalimantan, Kalsel akan mendapat dampak yang baik,” ujar Fajar.

Pemilihan lokasi ibu kota negara di Pulau Kalimantan tak sedang mengikuti kompetesi maupun kontes. Hal ini sebutnya sudah disampaikan kepala daerah se Kalimantan saat rapat regional di Balikpapan, belum lama tadi. Pemprov Kalsel sendiri sudah menyiapkan lahan seluas 300 ribu hektare jika ibukota negara pindah ke Kalsel.

Lalu bagaimana respons presiden? Presiden Joko Widodo ternyata tak membantah pernyataan Sofyan Jalil yang menyebutkan Kalimantan Timur sebagai destinasi pemindahan ibukota Indonesia. Meski demikian, pemilihan Kaltim sebagai calon ibu kota negara masih menunggu beberapa kajian lagi.

"Masih tunggu satu, dua kajian," kata Jokowi di Istana Bogor, Kamis (22/8/2019).

Jokowi mengatakan detail tentang pemindahan baru akan disampaikan setelah beberapa kajian yang dimaksud telah selesai.

"Akan kita umumkan pada waktunya, masih nunggu kajian, tinggal satu, dua kajian belum disampaikan kepada saya," jelasnya.

Sebelumnya, lokasi ibu kota baru negara Republik Indonesia diputuskan di Provinsi Kalimantan Timur. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri ATR Sofyan Djalil saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Kamis kemarin. "Iya, Kaltim benar, tapi belum tahu lokasi spesifiknya di mana yang belum," katanya.

Dia mengatakan lahan seluas 3 ribu hektar telah disiapkan untuk pembangunan tahap pertama.

Sementara luas keseluruhan 200-300 ribu Ha. "Sehingga bisa bikin kota taman kota indah banyak tamannya orang bisa hidup sehat udara bersih. Kita harapkan jadi kota menarik buat dihidupi," kata Sofyan.

Dari sisi ekonomi, Kaltim sendiri adalah provinsi yang amat mengandalkan sektor pertambangan.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, tahun lalu, perekonomian provinsi yang dengan ibu kota Samarinda ini hanya tumbuh 2,67 persen secara tahunan atau lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 5,17 persen.

Pada 2017, perekonomian Kaltim juga hanya melaju 3,13 persen, di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,07 persen. Bahkan, pada 2015-2016, pertumbuhan ekonomi Kaltim tercatat negatif. Pada 2015, ekonomi Kaltim menciut 1,2 persen dan 2016 turun 0,38 persen.

Kondisi itu terjadi karena perekonomian Kaltim cenderung mengandalkan sektor pertambangan, terutama batu bara dan minyak. Tahun lalu, kontribusi sektor pertambangan terhadap perekonomian Kaltim mencapai 46,35 persen tapi pertumbuhannya hanya 1,11 persen.

Artinya, saat terjadi kenaikan harga komoditas, ekonomi masyarakat Kaltim akan melaju kencang. Sementara, di saat harga komoditas keok, ekonomi Kaltim juga akan kena imbas negatif.

Buktinya, pada 2011, saat Indonesia masih menikmati dampak tingginya harga komoditas, ekonomi Kaltim masih bisa tumbuh 6,3 persen. Namun, realisasi itu masih di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang kala itu melaju 6,5 persen.

Selain pertambangan, sektor yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap perekonomian Kaltim adalah sektor industri. Saat ini, Kaltim tengah mengembangkan 8 kawasan industri. Salah satunya, Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan. Tahun lalu, porsi sektor industri mencapai 18,27 persen namun cuma bisa tumbuh 0,52 persen.

Setelah itu, sektor konstruksi dan pertanian mengekor dengan porsi 8,5 persen dan 7,88 persen. Adapun sisanya tersebar di berbagai sektor mulai dari perdagangan, transportasi dan pergudangan, hingga pengadaan air.

Potret tersebut tak berubah hingga kuartal II 2019 di mana ekonomi Kaltim tumbuh 5,43 persen secara tahunan.

Dalam hal ini, kontribusi sektor pertambangan terhadap perekonomian masih yang terbesar yaitu mencapai 46 persen. Setelah itu sektor industri dan konstruksi masing-masing berkontribusi sebesar 17,69 persen dan 8,46 persen. (mof/cnn/ran/ema)

loading...

BACA JUGA

Senin, 18 November 2019 10:21

Dampak CPNS, Pembuatan SKCK Langsung Melonjak

KANDANGAN –  Pendaftaran calon pegawai negeri sipil ( CPNS) yang…

Senin, 18 November 2019 09:54
PT Arutmin Indonesia

Diikuti 4.200 Pelari, Arutmin 10K Disambut Dengan Antusiasme Tinggi

BANJARBARU - Gelaran Arutmin 10K kembali digelar tahun ini. Bedanya,…

Senin, 18 November 2019 06:14
Pemko Banjarbaru

Nadjmi Adhani Raih Anugerah Kihajar 2019

BANJARBARU - Masyarakat Kota Banjarbaru patut berbangga, pasalnya Pemerintah Kota…

Senin, 18 November 2019 06:12
Pemko Banjarbaru

TK Negeri Idaman Kota Banjarbaru Raih Prestasi Tingkat Nasional

BANJARBARU - Prestasi tingkat Nasional kembali diraih Pemerintah Kota Banjarbaru…

Senin, 18 November 2019 06:10
PARLEMENTARIA

Dewan Apresiasi Diraihnya Anugerah Kihajar

BANJARBARU - Anggota Komisi 3 DPRD Banjarbaru, Nurkhalis Anshari mengapresiasi…

Senin, 18 November 2019 06:09
Pemkab Tanah Bumbu

Pungli Rusak Wibawa Pemerintah

BATULICIN - Saat ini masih ada praktek pungutan liar (pungli)…

Senin, 18 November 2019 06:07
Pemkab Tanah Bumbu

TP-PKK Tanbu Kunjungi Bali

BATULICIN - Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Tanbu melaksanakan kunjungan kerja…

Senin, 18 November 2019 06:05
Pemkab Tanah Bumbu

Momentum Menuju Pelayanan Menyenangkan Masyarakat

BATULICIN - Jajaran Pemkab Tanbu melaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad…

Senin, 18 November 2019 06:04
Pemkab Tanah Laut

TTG di Politala Mendapat Apresiasi

PELAIHARI - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Tanah Laut (Tala)…

Senin, 18 November 2019 06:03
Pemkab Tanah Laut

Puskesmas Bati-Bati Ditinjau untuk Akreditasi

PELAIHARI - UPT Puskesmas Bati-Bati dilakukan peninjauan untuk re-akreditasi, hal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*