MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 24 Agustus 2019 08:25
Pengesahan Raperda Retribusi Minuman Beralkohol Ditunda, Ibnu Hindari Polemik

PROKAL.CO, BANJARMASIN - DPRD Banjarmasin menggelar rapat paripurna, kemarin (23/8) sore. Agendanya pengesahan revisi Raperda tentang Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol. Tapi, sebelum sidang dimulai, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina meminta waktu berbicara. Dia meminta forum menunda pengesahan itu.

Alasan Ibnu sederhana. Dia tak ingin perda itu membuka polemik baru. Apalagi di Banjarmasin, urusan alkohol tergolong sensitif di tengah masyarakat.

"Setelah kami kaji dan komunikasikan ke dewan, diputuskan ditunda dulu. Kami ingin meminta masukan lagi, termasuk kepada masyarakat," tuturnya.

Pertimbangannya masuk akal. Baru dibahas, raperda ini sudah memicu kontroversi. Tak sedikit yang menolaknya. Sekalipun peraturannya bertujuan bagus, demi menyempitkan ruang peredaran miras.

Dia juga menyadari, pemko tak bisa berbuat banyak soal peredaran miras. Menurutnya, ini kewenangan pemerintah pusat yang mengizinkan. “Termasuk juga di minimarket khusus yang kandungan alkoholnya di bawah 5 persen,” sebutnya.

Yang dia maksud Peraturan Menteri Perdagangan No 20 Tahun 2014. Bukan hanya supermarket, mengacu Permendag, minimarket pun dibolehkan menjual miras.

“Intinya penetapan raperda ini kami tunda dulu demi menjaga suasana agar kondusif. Apalagi menjelang hari jadi kota. Kami tak ingin menjadi polemik berkepanjangan,” tuturnya.

Apakah nantinya raperda ini akan dibatalkan atau ditarik? Ibnu belum bisa menjawab. Tergantung kajian mendalam dan masukan dari semua pihak. “Kita lihat saja nanti,” ucapnya.

Dengan penundaan itu, artinya raperda ini dibebankan pada anggota DPRD di periode mendatang. Mengingat, tak ada waktu lagi untuk dibahas. Apalagi, kemarin merupakan paripurna terakhir untuk periode 2014-2019.

Terkait hal itu, Ketua DPRD Banjarmasin Ananda mengaku tak masalah dengan penundaan itu. Dia sepakat saja kalau peraturan ini dibahas lebih lanjut. “Walaupun akan ada pergantian anggota nantinya. Tidak akan berpengaruh. Karena pansus ini atas nama institusi, bukan orang per orang. Jadi tetap bisa dipansuskan lagi,” jelasnya

Teknisnya masih sama. Melewati Badan Musyawarah (Banmus) masuk Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda). “Nah, apakah nanti akan dirembukkan lagi oleh anggota dewan atau langsung ditunjuk. Misal, langsung komisi II yang menjadi pansusnya," pungkasnya.

Diwartakan sebelumnnya, raperda ini sudah difinalisasi dan siap disahkan. Isinya membahas retribusi miras. Yang sebelumnya berkisar Rp100 juta dinaikkan hingga menjadi Rp300 juta. Ketentuan itu dianggap efektif mempersulit pengusaha untuk menjualnya. (nur/fud/ema)


BACA JUGA

Rabu, 20 November 2019 17:01
BNN Kabupaten HSS

KEREN..! Begini Cara BNN HSS Wujudkan Desa Bersih Narkoba

KANDANGAN - Mewujudkan desa bersih narkoba (Desa Bersinar) Badan Narkotika…

Rabu, 20 November 2019 12:58

Paman Birin Serahkan Formulir di Luar Jadwal, Gerindra Gamang

BANJARMASIN – Tahun ini Gerindra bak seorang gadis yang sedang…

Rabu, 20 November 2019 12:51

Pildaka Banjar: Empat Calon Berebut Parpol

MARTAPURA – Suksesi Kepala Daerah di Kabupaten Banjar telah meangerucut…

Rabu, 20 November 2019 12:33

Diprediksi Selesai Tahun Depan, Pembangunan Jembatan Alalak Tinggal Mengerjakan Bentang Tengah

BANJARMASIN – Pembangunan Jembatan Sungai Alalak saat ini tinggal mengerjakan…

Rabu, 20 November 2019 12:21

Kemenkes Kabulkan Tambahan DAK

BANJARMASIN - Lobi Komisi IV DPRD Banjarmasin ke pemerintah pusat…

Rabu, 20 November 2019 12:18

Gara-gara ini, Kepala SKPD Dilarang Cuti

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin Hermansyah melarang semua kepala…

Rabu, 20 November 2019 12:13

KTP Dukungan PNS Tak Sah

BANJARMASIN - Pencalonan Pilwali 2020 dari jalur perseorangan semakin terjal.…

Rabu, 20 November 2019 12:09

TPA Basirih Harus Diperluas, Solusi Jangka Pendek TPA Regional

BANJARMASIN - Umur Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih di Jalan…

Rabu, 20 November 2019 12:06

Program Kotaku Harus Lanjut

BANJARMASIN - Pemko mengklaim hampir menyelesaikan target penanganan kawasan kumuh…

Rabu, 20 November 2019 12:01

Masih Banyak Pemancar Bahaya Tak Terdaftar

BANJARMASIN - Emergency Position Indicating Radiobeacon atau biasa disingkat EPIRB…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*