MANAGED BY:
RABU
12 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Sabtu, 24 Agustus 2019 08:27
Harga Ayam Peternak Rendah, Pemerintah akan Batasi Produksi DOC
Ayam ternak. | Foto: Agrowindo.com

PROKAL.CO,

BANJARBARU - Harga ayam ras pedaging atau broiler di tingkat peternak, hingga kini masih terpuruk dan tidak ada tanda-tanda akan kembali normal seperti sedia kala. Kondisi ini memaksa Pemprov Kalsel untuk turun tangan melakukan sejumlah upaya, agar harga ayam bisa terkontrol.

"Harga ayam broiler saat ini masih di angka Rp10 ribu. Jauh dari harga normal yang biasanya di kisaran Rp19 ribu. Harus ada langkah cepat yang diambil Pemprov Kalsel, supaya dapat mengurangi kegelisahan peternak," kata Pelaksana Harian Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq.

Dia mengungkapkan, pihaknya telah berdiskusi dengan instansi terkait seperti Dinas Perdagangan dan Bappeda Kalsel guna menentukan langkah apa saja yang diambil, untuk menangani anjloknya harga ayam potong. "Dari diskusi itu, ada beberapa langkah yang akan segera kita lakukan," ungkapnya.

Lanjutnya, langkah-langkah yang bakal dilaksanakan Pemprov Kalsel dalam mengontrol harga ayam broiler diantaranya, segera membentuk tim pengawasan dan pengendalian distribusi DOC (Day Old Chicken) atau bibit ayam berumur di bawah 10 hari.

"Pengawasan ini berpatokan kepada Pergub Nomor 68 Tahun 2014 yang mengamanatkan bahwa perusahaan hanya boleh memelihara DOC-nya sendiri untuk bisnis maksimal 30 persen. Sementara 70 persennya harus untuk eksternal, mandiri dan kemitraan. Karena perusahaan sudah dapat keuntungan dari penjualan DOC," ujar Hanif.

Selain itu, dia mengungkapkan, pemerintah juga akan membatasi produksi DOC di perusahaan-perusahaan. Dengan cara mengontrol penetasan telur yang dihasilkan. "Jadi, telur yang tidak ditetaskan itu jadi telur produksi yang dijual ke pasaran," ungkapnya.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 10 Agustus 2020 13:25

Wira Usaha Baru Banjarmasin Produksi 30 ribu Masker

BANJARMASIN - Sebanyak 30 ribu masker kain diproduksi lima kelompok…

Jumat, 07 Agustus 2020 13:53

Insentif Belum Cair Juga, Nakes Dimohon Bersabar

BANJARBARU - Sebelumnya, Pemko Banjarbaru memastikan akan mencairkan dana insentif…

Kamis, 06 Agustus 2020 11:07

Kotabaru Kesulitan Lunasi Piutang, Sekda: Nasi Sudah Menjadi Bubur, Jangan Saling Menyalahkan

KOTABARU - Banyaknya piutang pemerintah di tahun 2019, membuat beberapa…

Kamis, 06 Agustus 2020 10:52

Ekonomi Kalsel Minus 2,61 Persen, Terdalam Sejak 10 Tahun Terakhir

BANJARBARU - Dilanda pandemi virus corona selama berbulan-bulan, membuat perekonomian…

Rabu, 05 Agustus 2020 10:11

Buntut dari Puluhan Miliar Piutang Pemkab Kotabaru: Kontraktor Menjerit, Pekerjaan Tak Dibayar

KOTABARU - Puluhan pengusaha konstruksi di Kotabaru menjerit. Hingga kini…

Rabu, 05 Agustus 2020 09:57

Nasib Geopark Meratus Diragukan

BANJARMASIN - Tahun 2021 nanti, pemprov menarget Geopark Meratus terdaftar…

Rabu, 05 Agustus 2020 09:22

Polemik Kepengurusan Makam Raja Banjar, Pemko Ambil Alih Pengelolaan

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin bakal mengambil alih sementara pengelolaan makam…

Selasa, 04 Agustus 2020 11:24

Tahun ini, Omzet Pedagang Bendera Menyusut

BANJARMASIN - Bagi pedagang bendera musiman, 17 Agustus adalah panen…

Senin, 03 Agustus 2020 10:53

Banjarmasin Kebagian Stimulus 13,4 Miliar

BANJARMASIN - Roda ekonomi mulai macet, tersendat-sendat. Pemerintah pusat pun…

Senin, 03 Agustus 2020 10:12

5 Tempat Wisata Boleh Buka, Protokol Kesehatan Diserahkan ke Pengelola

BARABAI - Setelah tutup berbulan-bulan, akhirnya beberapa objek wisata di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers