MANAGED BY:
KAMIS
23 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 24 Agustus 2019 08:51
Mengenal Malik, Pedagang Sayur Keliling yang Tampil Nyentrik

Berubah Setelah Koma, Merawat Acil dengan Keterbelakangan Mental

NYENTRIK: Dengan gaya khasnya, kacamata hitam dan bedak dingin, Malik berjualan sayur keliling desa. | Foto: Ahmad Mubarak/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Sayur cil, sayur cil, itulah kata-kata yang digunakan Malik (23) untuk mencari rezeki. Pemuda warga Ulu Benteng, Kabupaten Batola ini berkeliling desa mengayuh sepeda, menjajakan sayur.

-- Oleh: MARABAHAN, Ahmad Mubarak --

Dari sekian banyak penjual sayur yang ditemui, Malik punya ciri khas yang menggelitik. Bujangan ini selalu menggunakan celana panjang training warna merah dan hoodie berwarna hijau. Yang unik, wajahnya selalu dibalut bedak dingin tebal dan kacamata hitam.

Penasaran dengan gayanya, Radar Banjarmasin menyambangi kediaman bujangan yang tinggal di di Jalan Panglima Batur, Kelurahan Ulu Benteng, Marabahan. Malik ternyata hidup seorang diri. Rumah berukuran 4 x 6 yang sudah mulai lapuk itu menjadi tempatnya bernaung.

Soal gayanya yang unik itu, Malik mengaku sengaja agar menjadi daya tarik. "Biar beda dari yang lain. Walau aneh, tapi banyak yang suka dan penasaran," ujarnya.

Malik hidup sendiri setelah sang ayah meninggal saat ia berusia 3 tahun. Sementara ibundanya, belakangan kembali menikah dan mengikuti suami. Sedangkan kakaknya yang sudah beristri, juga tidak lagi tinggal di kampung.

Keluarga Malik yang tinggal dekatnya sekarang tinggal acil (saudara ibu, Red). Rumahnya bersebelahan dengan Malik, juga tinggal sebatang kara dan sedikit keterbelakangan mental. “Acil ini alasan saya tetap bertahan di kampung, tidak ikut ibu," ujar Malik.

Sehingga hasil berjualan sayur yang sudah ditekuninya setahun terakhir ini, selain untuk kebutuhan sendiri, juga digunakan Malik untuk membiayai hidup Acil-nya tersebut. “Karena semua diurus sendiri, harap maklum sedikit berantakan,” candanya.

Soal penghasilan, Malik mengaku jika sedang laris manis untungnya bisa Rp100 ribu. Bila sepi, bisa mendapatkan Rp50 ribu. Ia pun mengaku, selama berjualan sudah banyak dibantu langganan. Terakhir diberi sepeda. Karena sepeda lamanya rusak saat berjualan. "Ada ibu-ibu komplek yang sangat baik," ungkapnya.

Meski penghasilannya sebagai pedagang sayur relatif kecil, Malik mengaku bangga. "Asalkan halal, berjualan sayur pun tidak masalah," ujarnya.

Sebab ujarnya, kehidupannya sekarang bertolak belakang dengan masa lalunya yang kelam. Malik pun sampai meneteskan air mata mengingatnya.

“Saya dulu sering mabuk-mabukan, dapat uang dipakai untuk bersenang-senang. Sampai di akhir tahun 2017 mengalami kecelakaan, sampai koma selama 17 hari. Setelah itulah saya bisa berubah,” ujarnya.

Sekarang, Malik mengaku hanya satu keinginannya yang belum tercapai. Membeli sepeda motor. Bukan untuk gaya-gayaan, tapi tetap untuk berjualan. "Dengan sepeda motor, banyak sayur yang bisa di bawa, otomatis untung yang didapat lebih besar," ujarnya seraya mengaku masih menabung, untuk mewujudkan rencananya itu. (bin/ema)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 17 Januari 2020 11:48

Heboh Mobil Sport Lamborghini Hurican di Jalanan Barabai

Kalau super car Lamborghini melesat di jalan tol, mungkin sudah…

Jumat, 17 Januari 2020 11:41

Maraknya Serangan Peretas ke Situs Pemerintah, Pakar: Jangan Rilis Website Terburu-Buru

Pemerintah mulai kewalahan dengan ulah para peretas. Mereka menyerang situs-situs…

Kamis, 16 Januari 2020 10:05

Upaya Pengendalian Banjir di Cempaka: Warga Masih Tak Rela Penataan Menghapus Kenangan

Hujan memang kerap dijadikan alasan. Namun terlepas dari faktor alam.…

Kamis, 16 Januari 2020 09:57

SDN 4 Haruyan Dayak, Sekolah dengan Medan Terjal di Hunjur Meratus

Harapan masyarakat Desa Haruyan Dayak, akhirnya terwujud. Fasilitas pendidikan bertambah.…

Rabu, 15 Januari 2020 11:50

Hanya Coba-coba, Eh Berhasil, Ternyata Lahan Eks Tambang Bisa Dimanfaatkan

Bagi sebagian orang lahan eks tambang sulit untuk dimanfaatkan. Tapi,…

Minggu, 12 Januari 2020 10:58

TYPO BIKIN HEBOH..! Kepala Desa Salah Ketik Volume Air, Ratusan Pelajar Dievakuasi

Agar informasi bisa langsung tersampaikan, kecepatan mungkin adalah kunci. Namun,…

Minggu, 12 Januari 2020 10:38

Bangga Disebut Anak Banua, Dari TNI AU Terbang ke Dunia Entertainment

Setelah sukses dengan single pertamanya 'Ingin Bersamamu' pada tahun 2017…

Sabtu, 11 Januari 2020 08:49

Terasing di Musim Hujan, Mau Pulang Tipis Kemungkinan

Sepuluh tahun menghuni wilayah transmigrasi di Desa Lajar-Pupuyuan, Kecamatan Lampihong,…

Rabu, 08 Januari 2020 14:33

Berkemah di Pinggir Sungai Batang Alai: Air Bah Tiba-Tiba Datang di Pagi yang Dingin

Gemar berwisata di kawasan pegunungan? Berhati-hatilah. Di musim penghujan, jangan…

Rabu, 08 Januari 2020 11:43

Karir Politiknya Jadi Objek Penelitian Skripsi, Rudy Resnawan Langsung Datang Sebagai Penguji

Mahasiswi FKIP Prodi Studi Pendidikan IPS Universitas Lambung Mangkurat, Sri…

KNPI Gelar Khitanan Massal, Bupati HSU H Abdul Wahid Hibur Anak-Anak

Demam Berdarah Serbu HSS, Sudah 60 Kasus di Minggu Ketiga Awal Tahun ini

Nasib Honorer di Ujung Tanduk, Puluhan Ribu Honorer Terancam Dihapus

Semua Sekolah Wajib UNBK, Masih Ada yang Pinjam Laptop ke Siswa

NasDem Pilih Nadjmi - Jaya, Golkar Pastikan Usung Haji Rusli

Pilkada di Kalsel: 15 Pasangan Maju di jalur Independen

Terjerat Dugaan Kasus Asusila, Ketua KPU Banjarmasin Makmur Tunjuk Pengacara

Biaya Kesehatan SIM jadi Rp100 Ribu Resahkan Tanah Laut

Satpol PP Tegur Kandang Babi, Keberadaannya Dikeluhan Warga Guntung Manggis

Dinkes Banjarbaru Klaim Tren DBD Turun
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers