MANAGED BY:
SELASA
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 24 Agustus 2019 08:51
Mengenal Malik, Pedagang Sayur Keliling yang Tampil Nyentrik

Berubah Setelah Koma, Merawat Acil dengan Keterbelakangan Mental

NYENTRIK: Dengan gaya khasnya, kacamata hitam dan bedak dingin, Malik berjualan sayur keliling desa. | Foto: Ahmad Mubarak/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Sayur cil, sayur cil, itulah kata-kata yang digunakan Malik (23) untuk mencari rezeki. Pemuda warga Ulu Benteng, Kabupaten Batola ini berkeliling desa mengayuh sepeda, menjajakan sayur.

-- Oleh: MARABAHAN, Ahmad Mubarak --

Dari sekian banyak penjual sayur yang ditemui, Malik punya ciri khas yang menggelitik. Bujangan ini selalu menggunakan celana panjang training warna merah dan hoodie berwarna hijau. Yang unik, wajahnya selalu dibalut bedak dingin tebal dan kacamata hitam.

Penasaran dengan gayanya, Radar Banjarmasin menyambangi kediaman bujangan yang tinggal di di Jalan Panglima Batur, Kelurahan Ulu Benteng, Marabahan. Malik ternyata hidup seorang diri. Rumah berukuran 4 x 6 yang sudah mulai lapuk itu menjadi tempatnya bernaung.

Soal gayanya yang unik itu, Malik mengaku sengaja agar menjadi daya tarik. "Biar beda dari yang lain. Walau aneh, tapi banyak yang suka dan penasaran," ujarnya.

Malik hidup sendiri setelah sang ayah meninggal saat ia berusia 3 tahun. Sementara ibundanya, belakangan kembali menikah dan mengikuti suami. Sedangkan kakaknya yang sudah beristri, juga tidak lagi tinggal di kampung.

Keluarga Malik yang tinggal dekatnya sekarang tinggal acil (saudara ibu, Red). Rumahnya bersebelahan dengan Malik, juga tinggal sebatang kara dan sedikit keterbelakangan mental. “Acil ini alasan saya tetap bertahan di kampung, tidak ikut ibu," ujar Malik.

Sehingga hasil berjualan sayur yang sudah ditekuninya setahun terakhir ini, selain untuk kebutuhan sendiri, juga digunakan Malik untuk membiayai hidup Acil-nya tersebut. “Karena semua diurus sendiri, harap maklum sedikit berantakan,” candanya.

Soal penghasilan, Malik mengaku jika sedang laris manis untungnya bisa Rp100 ribu. Bila sepi, bisa mendapatkan Rp50 ribu. Ia pun mengaku, selama berjualan sudah banyak dibantu langganan. Terakhir diberi sepeda. Karena sepeda lamanya rusak saat berjualan. "Ada ibu-ibu komplek yang sangat baik," ungkapnya.

Meski penghasilannya sebagai pedagang sayur relatif kecil, Malik mengaku bangga. "Asalkan halal, berjualan sayur pun tidak masalah," ujarnya.

Sebab ujarnya, kehidupannya sekarang bertolak belakang dengan masa lalunya yang kelam. Malik pun sampai meneteskan air mata mengingatnya.

“Saya dulu sering mabuk-mabukan, dapat uang dipakai untuk bersenang-senang. Sampai di akhir tahun 2017 mengalami kecelakaan, sampai koma selama 17 hari. Setelah itulah saya bisa berubah,” ujarnya.

Sekarang, Malik mengaku hanya satu keinginannya yang belum tercapai. Membeli sepeda motor. Bukan untuk gaya-gayaan, tapi tetap untuk berjualan. "Dengan sepeda motor, banyak sayur yang bisa di bawa, otomatis untung yang didapat lebih besar," ujarnya seraya mengaku masih menabung, untuk mewujudkan rencananya itu. (bin/ema)


BACA JUGA

Minggu, 15 September 2019 12:45

Mencoba Cantik dalam Kabut Asap

Kabut asap tak hanya menimbulkan permasalahan lingkungan. Bagi kaum hawa,…

Sabtu, 14 September 2019 09:38

Angkat Perjuangan Guru Terpencil Mempelajari IT

Kantor Pusat Radar Banjarmasin, kemarin kedatangan tamu salah seorang finalis…

Kamis, 12 September 2019 11:44

Posko Bantuan Alalak Selatan: Bantuan Datang dari Segala Penjuru

Dua hari setelah kebakaran hebat di Alalak Selatan, bantuan datang…

Senin, 09 September 2019 12:24

Ayo Gowes sampai Ban Bocor!

Kota Banjarmasin sedang jadi perhatian insan olahraga nasional. Sebagai tuan…

Sabtu, 07 September 2019 12:26

Ersya Purnama Sari, Peserta The Voice asal Banjarmasin

Satu lagi perempuan asli Banjarmasin yang membawa nama baik bagi…

Sabtu, 07 September 2019 12:16

Puluhan Tahun Hanya Diberi Janji, Begini Harapan Warga di Perbatasan HST-HSU

Janji tinggal janji. Itulah yang dirasakan Tatah Cagat Balimau, Desa…

Jumat, 06 September 2019 12:22

Penayangan Pedana Film Suami yang Menangis

"Kalau tidak mampu, lebih baik bersabar. Cukup dengan satu istri”.…

Kamis, 05 September 2019 13:19

Tergantung Leding, Tak Takut Lagi Surutnya Sungai Pas Kemarau

Tinggal di kota seribu sungai tak membuat Banjarmasin berlimpah air…

Rabu, 04 September 2019 11:34

Tarif Ojek Online Naik, Sayangnya Insentif Malah Turun

Tarif baru ojek online (ojol) dimulai serentak seluruh Indonesia sejak…

Selasa, 03 September 2019 11:49

Ibnu Sina Tantang Siswa Menulis tentang Banjarmasin

10 detik awal yang dilakukan 79 persen generasi milenial saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*