MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Senin, 26 Agustus 2019 09:02
Truk Plat Merah Hilang Kontrol di Lampu Merah S.Parman: 1 Tewas, 5 Luka Serius. Ternyata Pengemudi Menderita ini...
JADI KORBAN: M Risky Aflan, akhirnya meninggal setelah dirawat satu jam di RS Islam Banjarmasin. | FOTO: MAULANA/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN- M Risky Aflan akhirnya menyambut takdirnya. Nyawa bocah berusia 8 tahun ini tak terselamatkan setelah ditabrak truk yang kehilangan kontrol di Jalan S Parman, Banjarmasin.

Risky hanyalah salah satu korban terparah dari tragedi maut yang terjadi di Perempatan Jorong Kafe atau Belitung, kemarin (25/8) sore sekitar pukul 16.30 Wita. kala itu, sebuah truk sampah plat merah dengan nomor polisi 909 melaju kencang dari arah dalam kota menuju Kayu Tangi.

Truk yang dikemudikan Haris Fadillah warga Jalan Kampung Melayu itu tidak terlihat tanda-tanda akan berhenti meski di depan ada lampu merah. Di persimpangan Belitung-Pasar Lama itu, beberapa pemotor sedang menunggu giliran jalan.

Insiden nahas itu pun terjadi. Truk menabrak pemotor di lampu merah. Pemotor yang kaget tak sempat menyadari. Beberapa motor terseret bus hingga beberapa meter. Peristiwa itu membuat suasana di sekitar perempatan Belitung langsung heboh.

Korban bergelimpangan. Darah berceceran di jalanan. Massa berusaha mengjar truk tersebut yang kemudian terhenti setelah terganjal sebuah motor. Jiyat, salah seorang saksi di lapangan melihat ada yang aneh dari Haris, si supir truk.

"Begitu truk terhenti dia saya tarik keluar. Dia ketawa-ketawa, seperti orang mabuk obat," ucap Jiyat. Meski demikian dia mengaku tidak mencium ada aroma minuman keras dari mulut Haris.

Haris sendiri langsung ditangkap warga. Dia sempat dipukuli dan dibawa ke pos polisi. Sementara itu, enam korban pemotor langsung dilarikan ke rumah sakit. Dari delapan orang yang dilarikan, dua orang segera pulih karena hanya mengalami luka ringan.

Lima orang lain masih dirawat karena mengalami luka yang cukup serius. Risky yang saat ditabrak sedang dibonceng ibunya akhirnya meninggal setelah dirawat selama satu jam di Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Erna, ibunya masih dalam penanganan medis RS Ansari Saleh.

--

Sementara itu, begitu mendengar ada insiden maut yang melibatkan truk milik Pemprov kalsel, Kepala Biro Humas dan Protokol Kurnadi dan Kepala Biro Umum Pemprov Kalsel H Rusli langsung meluncur ke Rumah Sakit Islam Banjarmasin.

"Kami belum mengetahui bagaimana kronologis dan mau kemana arah truk. Tadi baru dapat kabar ada insiden ini. Yang jelas itu truk milik pemrov," terang Kurnadi.

Kurnadi mengatakan mewakili Pemrov, dia sudah mendatangi ayah Risky dan menyatakan permohonan maaf. "Kami turut berduka," ucapnya seraya menambahkan pihak keluarga menyambut baik dan mengikhlaskan. "Karena ini memang musibah," ucapnya.

Segala biaya pengobatan para korban dan perbaikan kendaraan rusak ditanggung Pemprov Kalsel. "Ini masih kami lakukan pendataan, sekali lagi kami turut berduka dan memohan maaf atas insiden ini," tambah Kurnadi. Pemprov juga memberikan santunan untuk keluarga Risky.

Beberapa korban yang diwawancarai Radar Banjarmasin mengatakan kejadiannya begitu cepat. Truk langsung menyambar mereka dan beberapa korban terpental. Ada yang jatuh pingsan. "Tak ingat sama sekali bagaimana kejadiannya, begitu sadar, sudah di rumah sakit," ucap Fadlan, 25, salah seorang korban yang terluka di wajah.

Syahruwardi, 51, korban lainnya yang mengalami luka lecet mengatakan dia tidak habis pikir. "Tak tahu juga kenapa sebabnya saya dan para pengendara yang lain tiba-tiba ditabrak," ucapnya.


Keluarga Sebut Haris Epilepsi

Haris Fadillah, si pengemudi truk maut memang langsung diamankan petugas kepolisian setelah sempat dihakimi massa. Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Banjarmasin, Komisaris Polisi Wibowo mengatakan, pihaknya belum berani menyimpulkan penyebab Haris kehilangan kontrol.

"Nanti kami infokan kabar terbaru," jawab Wibowo.

Meski demikian, saudara kandung Haris Fadillah yang ikut dipanggil dalam pemeriksaan pihak kepolisian mengatakan adiknya sebenarnya punya riwayat epilepsi (ayan).

"Ini sudah kami bawakan surat keterangan riwayat penyakit dari rumah sakit untuk dijadikan bukti," ucapnya yang enggan menyebutkan identitasnya. Dia menceritakana Haris pernah mengalami serangan epilepsi yang sama beberapa waktu lalu di Pagatan, Tanah Bumbu. " Untungnya keadaan mobil diam waktu terkena," ucapnya.

Tak jelas bagaimana Haris masih bisa bekerja sebagai supir. Yang diaketahuinya di hari nahas itu, Haris disuruh mengambil kursi di gedung Sultan Suriansyah, tempat resepsi perkawinan anak Sekdaprov Kalsel. "Mungkin pas mau menuju kesana epilepsinya kambuh," simpulnya. (lan/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 22 Oktober 2019 11:18

Sekongkol Curi Sepeda, Pasutri Dibekuk

BANJARMASIN - Warga Jalan Padat Karya lega. Maling spesialis sepeda…

Selasa, 22 Oktober 2019 11:07

Cari Ikan, Warga HST Dapat Tengkorak

BARABAI - Warga Desa Kayu Rabah di Kecamatan Pandawan Kabupaten…

Senin, 21 Oktober 2019 11:53

2 Pasang Remaja Terciduk 'Ngamar' di Banjarbaru

BANJARBARU - Jajaran Polres Banjarbaru, Sabtu (19/10) malam kembali menggelar…

Senin, 21 Oktober 2019 11:27

Lusa, Musim Razia Lagi, Hingga 14 Hari

BANJARMASIN - Satlantas Polresta Banjarmasin kembali menggelar Operasi Zebra 2019.…

Senin, 21 Oktober 2019 11:06

Sajam dan Miras Diamankan

AMUNTAI - Usai menggelar Apel Siaga Pelantikan Presiden dan Wakil…

Minggu, 20 Oktober 2019 06:56

Ingin Punya Anak, Pria ini Malah Cabuli Anaknya Sendiri

RANTAU - Kejadian memilukan terjadi di Kabupaten Tapin. Seorang pria…

Minggu, 20 Oktober 2019 06:15

Sudah Pernah Direhab, Eh Remaja ini Terciduk Lagi

BANJARBARU - Masalah remaja minum minuman keras (miras) oplosan seperti…

Sabtu, 19 Oktober 2019 14:02
BREAKING NEWS

Begini Ternyata Pecabulan Bocah oleh Pedagang Sayur di Tapin Terungkap

RANTAU - Pengungkapan kasus pencabulan yang dilakukan oleh ayah tiri…

Sabtu, 19 Oktober 2019 14:01

Kasihan..! Bocah yang Dicabuli Pedagang Sayur itu Sudah Melahirkan

RANTAU - Ternyata korban pencabulan yang dilakukan ayah tiri di…

Sabtu, 19 Oktober 2019 13:24

Raja Tega, Pedagang Sayur Cabuli Anaknya Sejak Usia 13 Tahun

RANTAU - Sungguh tega apa yang dilakukan pria berumur 52…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*