MANAGED BY:
SENIN
27 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Senin, 26 Agustus 2019 09:02
Truk Plat Merah Hilang Kontrol di Lampu Merah S.Parman: 1 Tewas, 5 Luka Serius. Ternyata Pengemudi Menderita ini...
JADI KORBAN: M Risky Aflan, akhirnya meninggal setelah dirawat satu jam di RS Islam Banjarmasin. | FOTO: MAULANA/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN- M Risky Aflan akhirnya menyambut takdirnya. Nyawa bocah berusia 8 tahun ini tak terselamatkan setelah ditabrak truk yang kehilangan kontrol di Jalan S Parman, Banjarmasin.

Risky hanyalah salah satu korban terparah dari tragedi maut yang terjadi di Perempatan Jorong Kafe atau Belitung, kemarin (25/8) sore sekitar pukul 16.30 Wita. kala itu, sebuah truk sampah plat merah dengan nomor polisi 909 melaju kencang dari arah dalam kota menuju Kayu Tangi.

Truk yang dikemudikan Haris Fadillah warga Jalan Kampung Melayu itu tidak terlihat tanda-tanda akan berhenti meski di depan ada lampu merah. Di persimpangan Belitung-Pasar Lama itu, beberapa pemotor sedang menunggu giliran jalan.

Insiden nahas itu pun terjadi. Truk menabrak pemotor di lampu merah. Pemotor yang kaget tak sempat menyadari. Beberapa motor terseret bus hingga beberapa meter. Peristiwa itu membuat suasana di sekitar perempatan Belitung langsung heboh.

Korban bergelimpangan. Darah berceceran di jalanan. Massa berusaha mengjar truk tersebut yang kemudian terhenti setelah terganjal sebuah motor. Jiyat, salah seorang saksi di lapangan melihat ada yang aneh dari Haris, si supir truk.

"Begitu truk terhenti dia saya tarik keluar. Dia ketawa-ketawa, seperti orang mabuk obat," ucap Jiyat. Meski demikian dia mengaku tidak mencium ada aroma minuman keras dari mulut Haris.

Haris sendiri langsung ditangkap warga. Dia sempat dipukuli dan dibawa ke pos polisi. Sementara itu, enam korban pemotor langsung dilarikan ke rumah sakit. Dari delapan orang yang dilarikan, dua orang segera pulih karena hanya mengalami luka ringan.

Lima orang lain masih dirawat karena mengalami luka yang cukup serius. Risky yang saat ditabrak sedang dibonceng ibunya akhirnya meninggal setelah dirawat selama satu jam di Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Erna, ibunya masih dalam penanganan medis RS Ansari Saleh.

--

Sementara itu, begitu mendengar ada insiden maut yang melibatkan truk milik Pemprov kalsel, Kepala Biro Humas dan Protokol Kurnadi dan Kepala Biro Umum Pemprov Kalsel H Rusli langsung meluncur ke Rumah Sakit Islam Banjarmasin.

"Kami belum mengetahui bagaimana kronologis dan mau kemana arah truk. Tadi baru dapat kabar ada insiden ini. Yang jelas itu truk milik pemrov," terang Kurnadi.

Kurnadi mengatakan mewakili Pemrov, dia sudah mendatangi ayah Risky dan menyatakan permohonan maaf. "Kami turut berduka," ucapnya seraya menambahkan pihak keluarga menyambut baik dan mengikhlaskan. "Karena ini memang musibah," ucapnya.

Segala biaya pengobatan para korban dan perbaikan kendaraan rusak ditanggung Pemprov Kalsel. "Ini masih kami lakukan pendataan, sekali lagi kami turut berduka dan memohan maaf atas insiden ini," tambah Kurnadi. Pemprov juga memberikan santunan untuk keluarga Risky.

Beberapa korban yang diwawancarai Radar Banjarmasin mengatakan kejadiannya begitu cepat. Truk langsung menyambar mereka dan beberapa korban terpental. Ada yang jatuh pingsan. "Tak ingat sama sekali bagaimana kejadiannya, begitu sadar, sudah di rumah sakit," ucap Fadlan, 25, salah seorang korban yang terluka di wajah.

Syahruwardi, 51, korban lainnya yang mengalami luka lecet mengatakan dia tidak habis pikir. "Tak tahu juga kenapa sebabnya saya dan para pengendara yang lain tiba-tiba ditabrak," ucapnya.


Keluarga Sebut Haris Epilepsi

Haris Fadillah, si pengemudi truk maut memang langsung diamankan petugas kepolisian setelah sempat dihakimi massa. Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Banjarmasin, Komisaris Polisi Wibowo mengatakan, pihaknya belum berani menyimpulkan penyebab Haris kehilangan kontrol.

"Nanti kami infokan kabar terbaru," jawab Wibowo.

Meski demikian, saudara kandung Haris Fadillah yang ikut dipanggil dalam pemeriksaan pihak kepolisian mengatakan adiknya sebenarnya punya riwayat epilepsi (ayan).

"Ini sudah kami bawakan surat keterangan riwayat penyakit dari rumah sakit untuk dijadikan bukti," ucapnya yang enggan menyebutkan identitasnya. Dia menceritakana Haris pernah mengalami serangan epilepsi yang sama beberapa waktu lalu di Pagatan, Tanah Bumbu. " Untungnya keadaan mobil diam waktu terkena," ucapnya.

Tak jelas bagaimana Haris masih bisa bekerja sebagai supir. Yang diaketahuinya di hari nahas itu, Haris disuruh mengambil kursi di gedung Sultan Suriansyah, tempat resepsi perkawinan anak Sekdaprov Kalsel. "Mungkin pas mau menuju kesana epilepsinya kambuh," simpulnya. (lan/ran/ema)


BACA JUGA

Minggu, 26 Januari 2020 08:01

Marak Jual Miras Sistem Pesan-Antar, Barang Disimpan Rapi di Jok Motor

BANJARBARU - Jajaran Polsek Banjarbaru Barat mengobok-obok wilayah hukumnya pada…

Minggu, 26 Januari 2020 07:58

Lagi, Remaja Banjarbaru Kedapatan Pesta Miras

BANJARBARU - Meski terus dilakukan razia. Nyatanya, masih saja ada…

Minggu, 26 Januari 2020 07:48

Rumah Ketua BPK Ikut Terbakar

BANJARMASIN - Warga Gang IAIN dan Gang Bayam di Jalan…

Minggu, 26 Januari 2020 07:47

Pembobol Toko Kresek Dibekuk

BANJARMASIN - Pembobol toko di Pasar Sentra Antasari di Jalan…

Sabtu, 25 Januari 2020 08:51
BREAKING NEWS

Subuh, Eks Pasar Binuang Dilahap Si Jago Merah

RANTAU - Sabtu (25/1) sekitar pukul 05.00 Wita. Warga Kelurahan…

Jumat, 24 Januari 2020 11:01

PSK Hamil Tua Diringkus

BANJARMASIN - Sangat miris pemandangan pada malam hari di Banjarmasin.…

Jumat, 24 Januari 2020 10:35

Begal Kejam Diringkus: Ancam Korban dengan Parang, Motor Dibawa Kabur

RANTAU - Hampir 20 hari melarikan diri, dua orang pelaku…

Jumat, 24 Januari 2020 10:34

Ditabrak CBR 250, Kakek Tewas

MARABAHAN - Tabrak lari berujung hilangnya nyawa seseorang terjadi di…

Kamis, 23 Januari 2020 11:01

Cuma Bermodal Seragam Polisi, Pria ini Kumpulkan Duit, Sudah Lama Bercita-cita Tapi Tak Kesampaian

BANJARBARU - Ada-ada saja yang dilakukan Budhi. Agar bisa mendapatkan…

Kamis, 23 Januari 2020 10:54

Ketuanya Tersandung Kasus, Samahuddin: KPU Harus Tegas, Jangan Coreng Intregritas Lembaga

BANJARBARU - Usai terbitnya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) oleh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers