MANAGED BY:
RABU
27 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 26 Agustus 2019 09:54
Kurangnya Alat, Kalsel Kesusahan Ukur Kualitas Udara
AMBIL SAMPEL UDARA: Dinas LH Banjarbaru saat memasang passive sampler: sebuah alat untuk mengambil sampel udara di kawasan Balai Kota, beberapa waktu yang lalu. | FOTO: DINAS LH BANJARBARU FOR RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Menjadi daerah yang seringkali ditemukan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) saat musim kemarau, Kalsel ternyata masih kekurangan alat pengukur kualitas udara. Padahal, alat itu sangat penting untuk mengetahui sehat atau tidaknya udara saat terpapar kabut asap.

Alat pengukur Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sendiri biasanya dipasang di wilayah yang udaranya seringkali terpapar polusi. Seperti debu, asap dari kebakaran lahan atau knalpot kendaraan.

Pada alat tersebut, terdapat angka-angka yang menunjukkan tentang parameter mutu udara. Guna mengetahui bagaimana kualitas udara di wilayah sekitar, tempat alat dipasang.

Kepala Bidang Surveilans Epidemilogi pada Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru, Hamidi mengatakan, dari 13 kabupaten/kota di Kalsel baru Kota Banjarmasin yang memiliki alat itu.

"Sebenarnya alat itu penting, karena mutu udara bisa langsung dibaca. Karena kalau menguji kualitas udara dengan pengambilan sample, hasilnya menunggu sampai 24 jam," katanya.

Selain itu, dia mengungkapkan, pengujian dengan pengambilan sample juga tidak bisa dilakukan di banyak daerah. Karena, dalam satu lokasi perlu dilakukan pengukuran dua sampai tiga kali. "Kami sendiri setiap tahunnya hanya menguji kualitas udara di satu wilayah. Tapi, dengan tiga kali pengujian," ungkapnya.

Tahun ini sendiri, mereka fokus mengukur kualitas udara di sekitar Puskesmas Martapura Kota. "Kami sudah mengambil sample pada April tadi. Di mana hasilnya baik. Nanti, pada September dan November, sample udara di lokasi yang sama kami ambil lagi untuk mengetahui perubahannya," ujar Hamidi.

Lanjutnya, untuk penentuan lokasi pengujian kualitas udara mereka berpatokan pada seberapa banyak penderita ISPA dan melihat bagaimana terdampaknya lokasi tersebut terhadap asap karhutla. "Untuk tahun lalu, udara di kawasan Puskesmas Guntung Manggis yang kami uji. Hasilnya, cukup baik," ucapnya.

Dia menambahkan, tanpa adanya kabut asap dari karhutla, udara Kalsel selama ini memang sehat. Karena belum terpolusi oleh asap knalpot kendaraan. "Alat transportasi di Kalsel tidak sepadat di Jakarta, jadi udaranya masih aman," tambahnya.

Diungkapkannya, udara Kalsel terakhir kali masuk kategori berbahaya pada 2015 lalu. Di mana, saat itu karhutla memang sangat parah. "Setelah itu, dalam empat tahun terakhir udara kita bagus saja," ungkapnya.

---

Secara terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Banjarbaru Sirajoni, membenarkan mereka belum punya alat pengukur kualitas udara. "Iya, di Kalsel cuma Banjarmasin yang punya. Itupun karena bantuan dari pusat," bebernya.

Dia menuturkan, hingga kini pihaknya belum punya rencana untuk membeli alat tersebut. Karena harganya sangat mahal. "Harganya miliaran, belum lagi biaya perawatannya. Sangat besar," tuturnya.

Meski begitu, mereka rutin mengukur kualitas udara di Banjarbaru setiap enam bulan sekali. Namun, untuk mengetahui hasilnya diperlukan waktu berhari-hati.

Di mana pada semester pertama tahun ini, pihaknya telah melakukan pengujian udara dengan cara mengambil sample menggunakan passive sampler.

Perangkat tersebut dipasang di lima titik berbeda di kawasan Kota Banjarbaru. Setelah sample udara didapatkan, selanjutnya Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) diukur di laboratorium Dinas LH Banjarbaru. Dengan begitu, diketahui seberapa bersih atau tercemarnya kualitas udara di Banjarbaru.

Lima titik itu, yakni Kawasan Lianganggang (Kawasan Padat Transportasi), Bundaran Landasan Ulin, Bundaran Simpang empat Banjarbaru, Kawasan Lik Lianganggang (Kawasan Industri), Lapangan Murjani, serta di perumahan ratu elok (Kawasan permukiman).

Dalam pengukuran itu, Sirajoni menyampaikan jika kualitas udara di Banjarbaru masih masuk kategori normal. "Hasilnya Alhamdulillah masih normal dan masih bagus," katanya.

Dia menjelaskan, saat sample udara dari lima titik itu diukur, indeksnya seluruhnya di bawah level 50. Sehingga, kualitas udara dianggap baik dan tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia ataupun hewan dan tumbuhan dan nilai estetika.

Angka level udara sendiri dari 0 hingga 500. Jika, indeks 0-50 maka udara dianggap baik. Lalu, 51-100 berarti sedang. Kemudian, 101-199 tidak sehat. "Apabila indeksnya 200-299, maka kualitas udara sangat tidak sehat dan 300-500 masuk kategori berbahaya," pungkas Sirajoni. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Rabu, 27 Mei 2020 14:43

Bupati Wahid: Pemda HSU, Polres dan Kodim Amuntai Sudah Bekerja Maksimal Cegah Covid-19

AMUNTAI - Tak ada kata tidak. Semua satu kata satu…

Jumat, 22 Mei 2020 11:32

Kasus Covid-19 Bisa Naik Usai Lebaran, Kemenag Kalsel Imbau Tidak gelar Takbiran

BANJARMASIN - Pawai takbiran malam Lebaran dipastikan akan sepi. Tradisi…

Jumat, 22 Mei 2020 11:26

Profesi Penggali Kubur Semakin Dicari

BANJARBARU - Penggali kubur adalah profesi yang paling dicari akhir-akhir…

Jumat, 22 Mei 2020 11:16

Terindikasi Covid-19, Penumpang Dikarantina

BANJARBARU - Beberapa hari menjelang Lebaran, kondisi Bandara Syamsudin Noor,…

Jumat, 22 Mei 2020 10:56

PSBB Banjarmasin Masuki Jilid 3, Pakar Epidemiologi: Lanjutkan, tapi Harus Lebih Tegas

BANJARMASIN - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II di…

Jumat, 22 Mei 2020 10:44

Kalsel Kewalahan Memusnahkan Arsip

BANJARMASIN - Sudah sebulan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel memulai…

Jumat, 22 Mei 2020 10:34

Kapolda Sowan ke Guru Danau

AMUNTAI - Sudah hampir menjadi agenda rutin bagi pejabat instansi…

Jumat, 22 Mei 2020 10:21

MUI Banjarbaru Bolehkan Salat Id, Dengan Syarat

BANJARBARU - Meski sudah sangat mendekati hari H lebaran Idulfitri.…

Jumat, 22 Mei 2020 09:52
Pemko Banjarbaru

Wali Kota Terima Bantuan dari Notaris

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, Senin (18/5)…

Jumat, 22 Mei 2020 09:45
Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Imbau Masyarakat Salat Idulfitri di Rumah

BATULICIN - Pemkab Tanbu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers