MANAGED BY:
RABU
05 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 29 Agustus 2019 11:50
Ketika Dalang Wayang Kulit Purwa Banjar Gelorakan #SaveMeratus

Jangan Sampai Mata Air Menjelma Air Mata

SEMALAM SUNTUK: Seniman asal Desa Barikin HST, Reza Fahmi, bersama 15 anggota Sanggar Seni Ading Bastari, menampilkan pagelaran Wayang Kulit Purwa Banjar. Cerita yang diangkatnya, yakni terkait aksi penyelamatan Pegunungan Meratus. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO,

Harmoni di Karang Tumaritis mulai terusik. Penguasa Hastinapura, Suyudana, mengutus Begawan Durna untuk mengobrak-abrik kehidupan di sana. Berharap bisa menguasai, hingga mengeruk kekayaan alamnya.

-- Oleh: WAHYU RAMADHAN, Barabai --

Dalam dunia pewayangan, Tumaritis diceritakan sebagai wilayah yang ideal. Di dalamnya, manusia dan makhluk lainnya hidup berdampingan dalam harmoni.

Tidak hanya itu, wilayah yang masuk dalam kekuasaan Madukara atau Negara Pandawa, itu juga terkenal dengan kekayaan alamnya. Ada gunung yang berselimut hutan belantara, hingga perut bumi yang menyimpan batu bara.

Kekayaan alam yang melimpah itulah yang membuat Penguasa Hastinapura, Suyudana, mengutus Begawan Durna. Menaklukkan Tumaritis, kemudian mengeruk kekayaan alamnya. Merusak keharmonisan manusia dana lam.

Kabar tentang keinginan Suyudana, sampai ke telinga Arjuna, sang Raja di Negara Pandawa. Tak tinggal diam, Arjuna, meminta Semar yang juga menjadi penghuni Tumaritis, untuk bertindak. Mempertahankan kawasan sampai titik darah penghabisan.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers