MANAGED BY:
MINGGU
19 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 30 Agustus 2019 10:16
Ketika PDAM Bandarmasih Putar Otak Saat Ingin Berubah Status

Ide Barter Uang Pemprov

DISKUSI: Pimpinan PDAM Bandarmasih ketika melakukan pertemuan dengan anggota DPRD Kota Banjarmasin, beberapa waktu lalu. | FOTO: FAHRIADI NUR/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, PDAM Bandarmasih sedang memutar otak. Mencari solusi agar bisa berubah status dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda). Apa persoalannya?

---

Ketentuan utamanya, PDAM mesti mengembalikan uang penyertaan modal yang diberikan Pemprov Kalsel. Supaya perusahaan air minum ini sepenuhnya bisa mandiri di bawah kendali pemko. Nominalnya tak bisa disebut sedikit. Sebesar Rp65 miliar.

Di sinilah persoalannya. Mereka tak punya anggaran sebesar itu. Apalagi jika harus dibayarkan langsung. Kecuali bertahap.

"Saat pertemuan dengan pemprov, disimpulkan bahwa uang penyertaan modal itu tidak mungkin dihibahkan. Artinya, jika memang begitu, kami butuh waktu untuk mengembalikannya," kata Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Yudha Ahmadi.

Apalagi, PDAM saat ini sedang kesulitan. Keuangan mereka pas-pasan. Apalagi tak ada penyertaan modal dari pemko. Salah satu penyebabnya, karena status perusahaan yang belum berubah. Problem itulah yang coba mereka pecahkan.

Jujur saja. Sejauh ini PDAM belum dapat jalan keluar. Mereka butuh masukan. Yudha berharap akan ada solusi terbaik. "Kalaupun nantinya memang harus dikembalikan, ada keinginan dari pemko untuk mengembalikannya secara bertahap," ucapnya.

PDAM memang sudah saatnya berubah status. Supaya bisa mandiri di bawah kepemilikan pemko. Jadi lebih leluasa dalam melakukan pengembangan dan memaksimalkan pelayanan untuk masyarakat.

"Mudah-mudahan di awal tahun 2020 nanti, segala prosesnya bisa dituntaskan. Sekarang kami masih mencoba merumuskan dan mengomunikasikan dengan pemprov," harapnya.

Meski begitu, Yudha memastikan dengan keterbatasan mereka tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal. "Bagaimanapun pelayanan tetap yang utama," katanya.

Anggota Komisi II DPRD Banjarmasin, Muhammad Isnaini menyebut mereka memahami problem yang dihadapi PDAM. Untuk itu dia mendorong pemko untuk serius memikirkan solusi. Supaya kucuran dana investasi dari pemprov itu bisa dikembalikan.

"Jika pemprov ngotot tidak bisa menghibahkan, pemko wajib memikirkan skema pembayarannya. Kalau tidak bisa mencicil juga, coba cari cara lain. Misal, dibarter dengan investasi pemko yang ada di Bank Kalsel," katanya.

Yang Isnaini maksud adalah uang penyertaan modal dari pemko ke Bank Kalsel. Nominalnya mencapai Rp120 miliar. Menurutnya, itu bisa saja digunakan untuk membebaskan saham pemprov yang melekat di PDAM Bandarmasih.

"Langkah ini mungkin bisa jadi salah satu pilihan. Demi kelancaran proses perubahan status PDAM," sebut politisi Gerindra itu.

Anggota Komisi II lainnya, Muhammad Faisal Hariyadi juga sependapat. Bahwa dana yang diinvestasikan pemko ke Bank Kalsel layak dipikirkan.

"Ini adalah salah satu langkah yang bisa diambil pemko. Jangan sampai dengan keterbatasan PDAM saat ini, justru berdampak buruk pada pelayanan terhadap masyarakat," ucapnya.

Meski begitu, mereka tetap berupaya membantu pemko. Agar pemprov mau menghibahkan dana yang sudah mereka kucurkan ke PDAM. Kalaupun pada akhirnya tak bisa, maka menurut Faisal, langkah paling realistis dengan menarik investasi di Bank Kalsel.

"Kami akan mendorong pemko untuk melakukan itu. Supaya PDAM bisa membayar uang yang ditagih pemprov," tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Pemprov Kalsel berinvestasi sebesar Rp65 miliar ke PDAM. Terbagi menjadi dua. Rp54 miliar berupa dana, dan Rp11 miliar barang. Itulah yang diminta untuk dikembalikan agar pemko bisa memiliki sepenuhnya perusahaan air minum tersebut untuk menjadi Perumda.(nur/dye/ema)


BACA JUGA

Minggu, 19 Januari 2020 00:50

DURIAN OH DURIAN... Macet Total, Jalan Kaki 2 Km, Luka dan Pingsan karena Rebutan Durian

MARTAPURA - Perhelatan festival durian bertajuk "Gerakan Makan Buah Lokal…

Minggu, 19 Januari 2020 00:36

Tanpa Antre di Ruangan Khusus, Penyandang Disabilitas Bisa dapat SIM

BANJARBARU - Sejak beberapa tahun terakhir. Pemohon Surat Izin Mengemudi…

Minggu, 19 Januari 2020 00:33

Karlina: Jangan Ragu Pakai Dana Kelurahan

BANJARMASIN - Bercermin dari pengalaman tahun 2019 kemarin, Camat Banjarmasin…

Minggu, 19 Januari 2020 00:30

Pagu Siring Teluk Kelayan Rp10,4 Miliar, Deadline Pembongkaran: April

BANJARMASIN - Proyek penyiringan kawasan eks Pasar Beras di Teluk…

Minggu, 19 Januari 2020 00:27

Ibnu Sina Kecewa dengan Pemprov, Gara-gara PDAM Cuma Bisa Jadi Perseroda

BANJARMASIN - Impian Pemko Banjarmasin mengubah status PDAM Bandarmasih menjadi…

Minggu, 19 Januari 2020 00:26

Sebelum Pensiun, Tugas ke Papua Dulu

BANJARMASIN - Serka M Edi Wibowo, anggota Babinsa Telaga Biru…

Sabtu, 18 Januari 2020 23:34
Berita Hulu Sungai Utara

Musim Hujan, Bupati HSU H Abdul Wahid Imbau Warganya Waspada Banjir

AMUNTAI - Ketika hadir memimpin apel gabungan Bupati Kabupaten Hulu…

Sabtu, 18 Januari 2020 16:31

Rebutan Durian, Sejumlah Warga Luka dan Pingsan

MARTAPURA - Puluhan ribu warga, Sabtu (18/1) menghadiri acara bertajuk…

Sabtu, 18 Januari 2020 10:02

SIAP-SIAP..!! Tujuh Daerah Siaga Bencana

BANJARBARU - Tak bersahabatnya cuaca, akibat tingginya intensitas hujan dalam…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:59

Kala Warga Dusun Ambatunin Bertekad Menerjang Buta Huruf: Dirikan Sekolah Darurat Beratap Terpal

Turun-temurun menanggung perihnya buta huruf, warga Dusun Ambatunin Desa Uren…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers