MANAGED BY:
SELASA
21 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 01 September 2019 10:45
Kala ULM Bikin Mobil Listrik Penumpang Perdana di Banua
JAJAL MOBIL LISTRIK: Ketua Umum Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Dino Patti Djalal (depan) berkeliling kampus bersama Rektor Universitas Lambung Mangkurat Sutarto Hadi, Sabtu (31/8). Kehadiran mantan juru bicara Presiden Indonesia ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono ini untuk melantik pengurus ADI wilayah Kalsel.

PROKAL.CO, Mobil listrik penumpang akhirnya hadir. Adalah Wasaka Team yang berhasil merealisasikannya. Kemarin di Kampus Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Team ULM Banjarbaru, mobil berwarna kuning ini diluncurkan secara resmi.

-------------------------

Pertama ditilik. Mobil listrik ini mengingatkan dengan mobil golf. Ya, bentuknya sangat mirip. Bagian samping dibuat terbuka tanpa pintu. Lengkap dengan kursi yang bisa menampung sampai enam orang.

Selidik demi selidik, bentuk mobil ini ternyata memang terinspirasi dari mobil golf. Yang membedakan, mobil ini punya bagian atap yang berbeda. Sebab, panel surya (surya cell) bertenaga 200 WP ditanam di atapnya.

"Jadi selain menggunakan baterai, mobil ini juga bisa memanfaatkan cahaya matahari lewat panel surya di atapnya. Jadi sambil parkir atau jalan bisa terus mengisi lewat paparan terik matahari," ujar Reynaldy Perdana, Manajer non Teknis Wasaka Team.

Ya, kemarin mobil ramah lingkungan dan polusi ini resmi diperkenalkan kepada publik. Buah tangan mahasiswa ULM Fakultas Teknik ini juga diresmikan Rektor ULM, Prof Sutarto Hadi.

Berbicara mobil listrik, memang Wasaka Team pernah menelurkannya beberapa tahun lalu. Namun kapasitasnya bukan mobil sebagai penumpang massal. Melainkan mobil listrik yang diikutkan kontes di tingkat internasional.

Sejak proyek itu, pengerjaan mobil listrik penumpang hanya tinggal menunggu waktu. Reynaldy mengatakan untuk membuat satu purwarupa mobil ini dibutuhkan waktu satu bulan 15 hari. Namun untuk riset dan pengembangannya sudah dimulai dari Juni 2019 lalu.

"Kita (Wasaka Team) mulai awal sekali tahun 2015, tapi hanya untuk lomba. Makin ke sini terus melakukan riset, nah di tahun 2019 akhirnya bisa mulai mengerjakannya," bebernya.

Dalam pengembangan, mereka juga mengalami permasalahan klasik; kekurangan dana. Makanya kata Reynaldy, meski sudah mulai dari 2015, hanya di tahun 2019 bisa dieksekusi.

"Kita langsung dapat bantuan dan dukungan dari bapak Rektor di tahun 2019 ini, Alhamdulillah bisa selesai dan dipergunakan. Untuk biaya pembuatan totalnya 110 juta rupiah," infonya.

Meski telah melalui riset dan pengembangan, rupanya ketika proses pengerjaan, beberapa kendala sempat dialami tim. Salah satunya cerita Reynaldy ihwal pembentukan bodi mobil.

"Kalau ditanya paling susah, ya pembentukan bodi. Gimana agar bentuknya tetap estetik, terus aerodinamikanya hingga soal presisinya. Di bodi sih yang agak susah kemarin," kenangnya.

Meski secara pengerjaan desain dan bahan bodi ini dilakoni oleh Wasaka Team. Namun beberapa komponen inti harus didatangkan dari luar. Bahkan ada komponen yang dari luar negeri.

"Untuk baterai kita beli di Amerika, kapasitasnya 8000 watt. Lalu dinamo listriknya juga beli di liuar, namun masih dalam negeri. Kalau sisanya dibikin sendiri di sini," terangnya.

Mobil ini menggunakan terangnya menggunakan transmisi otomatis. Dalam proses mengisi dayanya, diperlukan waktu 5-8 jam. Dengan kapasitas baterai 8000 watt, mobil ini bisa digunakan hingga 60-80 kilometer.

"Kecepatannya maksimal hanya 20 kilometer perjam. Ini kita kira sudah sangat cukup untuk digunakan di lingkungan kampus," tambahnya.

Dalam pemaparan tim, mobil ini diklaim bisa melaju tanpa kebisingan dibanding mobil konvensional selama ini. Wartawan sendiri pun berkesempatan mencoba mengetesnya.

Selama dinaiki, memang tak ada suara deru mesin. Halus sekali. Untuk cara melaju, mobil ini juga cukup stabil. Hanya saja, memang di bagian keempukan suspensi kasar.

Pandangan senada turut diutarakan Sutarto Hadi. Menurutnya bagian suspensi harus lebih dikembangkan. "Iya, suspensi mungkin harus diperhatikan agar lebih nyaman ketika melewati jalanan yang kurang mulus. Namun selebihnya sangat bagus, mesinnya sangat halus dan tanpa bising," ucapnya.

Rektor mengaku sangat bangga atas raihan mahasiswanya ini.
"Kita memang selalu support inovasi yang dilakukan mahasiswa ULM. Apalagi mereka punya keinginan untuk mengembangkan mobil listrik, tentu kita sangat mengapresiasi," ujar Rektor.

Soal adanya keinginan dari Wasaka Team agar mobil listrik ini bisa diproduksi massal secara internal ULM, Sutarto mengatakan tiap-tiap fakultas bisa mempertimbangkan peluang mobil listrik ini.

"Saya kira setiap fakultas bisa menggunakannya sebagai operasionalnya. Yang jelas ada evaluasi ke depan, di bagian mana ada kelemahan, nah ini bagian dari riset dan perkembangan," kata Rektor.

Tak lupa pria yang baru saja meluncurkan buku biografi ini melihat peluang dari mobil listrik ini. Menurutnya, bisa saja mobil tersebut dilirik para investor yang ingin lebih mengembangkannya bahkan memproduksi secara massal.

"Mungkin jika ada yang tertarik bisa kita kerjasamakan dan pasarkan," ucapnya seraya mengatakan mobil ini juga cocok dipakai untuk operasional Pemda (Pemprov) di perkantoran.

Yang jelas, inilah mobil yang akan dipakai Sutarto Hadi berkeliling kampus. "Kemungkinan besar jadi operasional di Rektorat," ucapnya. (rvn/by/ran)


BACA JUGA

Senin, 20 Januari 2020 14:59
Pemkab Hulu Sungai Utara

Ketua Dekranasda Hj Anisah Rasyidah Wahid Ajak Pengrajin Kembangkan Sasirangan Motif Fauna 

AMUNTAI - Motif kain sasirangan khas Banjar dikenal dengan corak…

Senin, 20 Januari 2020 07:54

Gara-gara ini, Kalsel-Teng Gelap-gelapan

BANJARBARU - Hujan deras disertai petir dan angin kencang yang…

Senin, 20 Januari 2020 07:47

Kecamatan Baru, Sigam Tak Punya PPK

BANJARMASIN – KPU Kalsel akhirnya mengambil keputusan terkait permasalahan Panitia…

Senin, 20 Januari 2020 07:43

Dapat Hibah 300 PJU untuk Akses, Jalan ke Bandara Baru Semakin Terang

Kabar baik bagi warga yang mengeluhkan kurangnya penerangan di jalan…

Senin, 20 Januari 2020 07:37

DICARI..! 18 Sopir untuk Kemudikan Bus Trans Banjarmasin

BANJARMASIN - Dinas Perhubungan Banjarmasin membuka lowongan untuk 18 sopir.…

Senin, 20 Januari 2020 07:30

Seleksi CPNS: 200 Komputer Masih Kurang

BANJARMASIN - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel menyiapkan ratusan komputer…

Senin, 20 Januari 2020 06:53
Pemko Banjarbaru

Wawali Hadiri Pembukaan Kejuaraan Voli

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan didampingi…

Senin, 20 Januari 2020 06:46
PARLEMENTARIA

Dewan Harapkan Kontrak Karya Transparan

BANJARBARU - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

Senin, 20 Januari 2020 06:32

Haji Denny Makin Siap Maju Pilgub Kalsel

BANJARMASIN - Relawan Haji Denny Indrayana menggelar konsolidasi relawan 13…

Senin, 20 Januari 2020 06:26
Pemkab Tanah Laut

Bupati Khutbah di Masjid Jami Ar Raudhah

PELAIHARI – Di awal Tahun 2020 pelaksanaan Manunggal Tuntung Pandang…

Dua Rumah Terbakar Habis di Desa Lano

Ketua Dekranasda Hj Anisah Rasyidah Wahid Ajak Pengrajin Kembangkan Sasirangan Motif Fauna 

Sempat Kejar-kejaran Dengan Terduga Pelaku Penyetruman

Sudah 30 Kepala Badut Diamankan, Tapi Masih Ada yang Nekat Beroperasi di A Yani

Balap Liar di Kawasan Murjani, 81 Remaja dan 59 Ranmor Diamankan

Ba'da Jumat, Polsek Banjarmasin Barat Bagikan Sembako dan Serukan Bahaya Hoax

Kopdar Bareng Komunitas Youtuber Borneo: Jadi Wadah Belajar dan Bermain

Gara-gara ini, Kalsel-Teng Gelap-gelapan

Haul Guru Diamankan 23.988 Petugas, Belum Termasuk 24 Ribu Relawan

Kecamatan Baru, Sigam Tak Punya PPK
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers