MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Senin, 02 September 2019 10:19
Tak Libatkan Pemko, Pawai di Cempaka Tak Semeriah Dulu

Didanai Bakal Calon Walikota

PAKAIAN DAYAK: Para peserta pawai 1 Muharam di Jalan HM Mistar Cokro Kusumo, Kelurahan Cempaka, kemarin. Sudah dua tahun ini pawai tahunan ini tidak lagi melibatkan Pemerintah Kota Banjarbaru. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Sama seperti tahun-tahun yang lalu, Ponpes Miftahul Khairiyah Minggu (1/9) kemarin kembali menggelar pawai 1 Muharam di Cempaka. Namun sayangnya, acara kali ini tidak lagi meriah. Jumlah pesertanya jauh berkurang dibandingkan perayaan sebelumnya.

Peserta berkurang, lantaran perayaan pawai tidak lagi melibatkan sekolah se-Kota Banjarbaru. Melainkan hanya lingkup Kelurahan Cempaka, di mana sebagian besar merupakan siswa dan siswi Ponpes Miftahul Khairiyah.

Karena tidak lagi seramai dulu, membuat pawai 1 Muharam di Cempaka tidak banyak didatangi masyarakat. Hanya sedikit warga sekitar yang menyempatkan diri melihat aksi peserta yang membawa berbagai macam atribut unik. Seperti, gerobak berbentuk Rumah Banjar, masjid dan lain-lain.

Selain tak semeriah tahun sebelumnya, pawai juga tidak lagi dihadiri Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani dan pejabat penting lainnya. Hanya, Lurah Cempaka Junaidi yang datang memberikan sambutan.

Ketua Panitia Ibnu Syahjiad mengatakan, pawai 1 Muharam di Cempaka sudah dua tahun terakhir memang tidak diikuti peserta dari luar. Dikarenakan, mereka tidak lagi melibatkan Pemko Banjarbaru yang biasanya melalui Disporabudpar. "Sudah sejak 2017, kami menggelar sendiri di lingkup Ponpes Miftahul Khairiyah," katanya.

Dia mengungkapkan, tidak lagi melibatkan Pemko Banjarbaru merupakan keputusan dari para guru di Miftahul Khairiyah. "Pemko sebenarnya menawari kerja sama lagi. Tapi para guru menolak. Karena susah menggelarnya kalau pesertanya terlalu banyak," ungkapnya.

Lantaran tidak lagi didukung Pemko Banjarbaru, Ibnu menuturkan, mereka harus mengumpulkan dana dari guru, masyarakat dan bantuan dari Anggota DPRD Banjarbaru dapil Cempaka. "Pak Aditya Mufti Ariffin dan Pak AR Iwansyah juga memberikan bantuan berupa dana," tuturnya.

Aditya dan Iwansyah sendiri merupakan pasangan yang menyatakan diri untuk maju dalam Pemilihan Walikota Kota Banjarbaru pada 2020 nanti. Apakah mereka membantu karena ada kaitannya dengan politik?

Saat dikonfirmasi, Aditya menampiknya. Dia mengungkapkan, sebelum menyatakan diri maju pada Pilkada nanti mereka memang sudah berulangkali menyerahkan bantuan ke Miftahul Khairiyah. "Memang beberapa kali saya memberikan bantuan ke madrasah tersebut, jadi bukan cuma dalam acara tahun baru Islam," ucapnya.

Sementara itu, karena tidak lagi terlibat dalam perayaan 1 Muharam di Cempaka, Kepala Disporabudpar Hidayaturrahman menyampaikan bahwa Pemko Banjarbaru bersama Dewan Kesenian Daerah (DKD) akan melaksanakan pawai lingkup kota di Lapangan Murjani. "Sebentar lagi digelar. Tapi tanggalnya saya lupa, kapan," paparnya.

Menurutnya, bagus jika kegiatan pawai 1 Muharam dilaksanakan di lokasi berbeda-beda. Supaya kegiatannya lebih menyebar. "Jadi tidak terpusat di satu titik saja," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*