MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 03 September 2019 11:15
Kadar Asam Sungai di Banjarnmasin Masih Normal
ANAK SUNGAI: Anak-anak di Banjarmasin bermain di Sungai Martapura. Masalah pH dan e-Coli menjadi isu pencemaran utama. Paling dikhawatirkan terkait kadar merkuri. | FOTO: FAHRIADI NUR/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin telah memetakan kondisi sungai di Banjarmasin. Terjadi penurunan kualitas air sungai. Sampel diambil dari Sungai Pekapuran, Pemurus, Pangeran, Kuin, Surgi Mufti, dan Kelayan.

Kepala Bidang Pengawasan DLH Banjarmasin, Wahyu Hardi Canyono menjelaskan, penurunan mutu air sungai itu terjadi lantaran posisinya di ujung hilir. Bahan pencemar dari hulu pun menumpuk di sini. "Tentu saja sangat berpengaruh," ujarnya, belum lama ini.

Namun, dia memastikan kadar keasaman atau pH sungai masih aman. Setidaknya tak melebihi ambang batas maksimal ataupun minimal. "Standar pH ini mulai angka 6 sampai 9. Jika kurang atau lebih, sama-sama tidak bagus," terangnya.

Ada beberapa sungai dengan kadar pH yang masih bagus. Selain Sungai Martapura adalah Sungai Pemurus, Antasan Kecil, Pekapuran dan Kelayan. Sungai Alalak juga masih bagus. "Rata-rata pH sungai di Banjarmasin masih normal. Kalaupun minus dibawah 6, hanya beberapa," bebernya.

Sungai-sungai di Banjarmasin sebenarnya terancam pencemaran. Seperti Biological Oxygen Demand (BOD), Total Suspended Solid (TSS), Chemical Oxygen Demand (COD), mercury dan e-Coli.

"Jika air sungai sudah benar-benar tercemar, maka akan sangat berbahaya dikonsumsi. Bisa memicu berbagai penyakit," tambah Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Machli Riyadi.

Dari berbagai kategori pencemaran, paling berbahaya adalah mercury. Karena bisa merusak kerja syaraf. Dalam kadar tertentu dapat memicu kanker.

Tak kalah membahayakan adalah e-Coli. Bakteri ini berasal dari kotoran manusia. Sebagian warga Banjarmasin memang masih menggunakan jamban apung. "Bakteri ini bisa mengganggu fungsi hati. Bahkan mengakibatkan hepatitis," tukasnya. (nur/fud/ema)


BACA JUGA

Kamis, 24 Oktober 2019 12:00

Eselon Dipangkas, Ribuan PNS Kalsel Terancam

BANJARMASIN - Presiden Joko Widodo menegaskan akan menyederhanakan birokrasi secara…

Kamis, 24 Oktober 2019 11:59

Fakultas Dipangkas, Dekan Terancam

BANJARMASIN - Mantan Menristekdikti, Mohamad Nasir berencana memangkas fakultas. Bahkan,…

Kamis, 24 Oktober 2019 11:54

Lusa, KPU Tetapkan Syarat Dukungan

BANJARMASIN – Jumlah minimum syarat dukungan bakal calon perseorangan akan…

Kamis, 24 Oktober 2019 11:31

Luruskan Pernyataan, Norman: Bartman Tak Dilarang Berpolitik

BANJARMASIN - Dua hari lalu, komunitas fans Barito Putera, Barito…

Kamis, 24 Oktober 2019 11:23

SK Belum Keluar, Organda Resah

BANJARMASIN - Setelah pemilihan ulang untuk mencari Ketua dan Wakil…

Kamis, 24 Oktober 2019 11:20

Fokus DPR, Hasnur Takkan Maju Pilwali

BANJARMASIN - Nama Hasnuryadi Sulaiman sempat muncul dalam kandidat Pilwali…

Kamis, 24 Oktober 2019 10:32
Pemko Banjarbaru

Ririen Tutup Pelatihan Kerajinan Purun

BANJARBARU - Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Hj Ririen Nadjmi…

Kamis, 24 Oktober 2019 10:23
Pemkab Tanah Bumbu

Bentuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

BATULICIN - Desa Kuranji di Kecamatan Kuranji menerima bantuan pembangunan…

Kamis, 24 Oktober 2019 10:19
Pemkab Tanah Bumbu

Angsana Tuan Rumah FASI

BATULICIN - Kecamatan Angsana menjadi tuan rumah pelaksanaan Festival Anak…

Kamis, 24 Oktober 2019 10:18
Pemkab Tanah Bumbu

Bupati Serahkan 500 Mushaf Alquran

BATULICIN - Kabupaten Tanah Bumbu memperingati Hari Santri Nasional tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*