MANAGED BY:
SABTU
14 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 03 September 2019 11:15
Kadar Asam Sungai di Banjarnmasin Masih Normal
ANAK SUNGAI: Anak-anak di Banjarmasin bermain di Sungai Martapura. Masalah pH dan e-Coli menjadi isu pencemaran utama. Paling dikhawatirkan terkait kadar merkuri. | FOTO: FAHRIADI NUR/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin telah memetakan kondisi sungai di Banjarmasin. Terjadi penurunan kualitas air sungai. Sampel diambil dari Sungai Pekapuran, Pemurus, Pangeran, Kuin, Surgi Mufti, dan Kelayan.

Kepala Bidang Pengawasan DLH Banjarmasin, Wahyu Hardi Canyono menjelaskan, penurunan mutu air sungai itu terjadi lantaran posisinya di ujung hilir. Bahan pencemar dari hulu pun menumpuk di sini. "Tentu saja sangat berpengaruh," ujarnya, belum lama ini.

Namun, dia memastikan kadar keasaman atau pH sungai masih aman. Setidaknya tak melebihi ambang batas maksimal ataupun minimal. "Standar pH ini mulai angka 6 sampai 9. Jika kurang atau lebih, sama-sama tidak bagus," terangnya.

Ada beberapa sungai dengan kadar pH yang masih bagus. Selain Sungai Martapura adalah Sungai Pemurus, Antasan Kecil, Pekapuran dan Kelayan. Sungai Alalak juga masih bagus. "Rata-rata pH sungai di Banjarmasin masih normal. Kalaupun minus dibawah 6, hanya beberapa," bebernya.

Sungai-sungai di Banjarmasin sebenarnya terancam pencemaran. Seperti Biological Oxygen Demand (BOD), Total Suspended Solid (TSS), Chemical Oxygen Demand (COD), mercury dan e-Coli.

"Jika air sungai sudah benar-benar tercemar, maka akan sangat berbahaya dikonsumsi. Bisa memicu berbagai penyakit," tambah Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Machli Riyadi.

Dari berbagai kategori pencemaran, paling berbahaya adalah mercury. Karena bisa merusak kerja syaraf. Dalam kadar tertentu dapat memicu kanker.

Tak kalah membahayakan adalah e-Coli. Bakteri ini berasal dari kotoran manusia. Sebagian warga Banjarmasin memang masih menggunakan jamban apung. "Bakteri ini bisa mengganggu fungsi hati. Bahkan mengakibatkan hepatitis," tukasnya. (nur/fud/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 14 Desember 2019 03:23

Pemko Pikirkan Pakaian Honorer, Jenis dan Warnanya Digodok Bagian Organisasi

BANJARMASIN - Terkait pakaian tenaga kerja honor di lingkungan Pemko…

Sabtu, 14 Desember 2019 03:20

Uji Coba BRT Tambahan

BANJARMASIN - Tambahan Bus Rapit Transit (BRT) sudah terealisasi. Lima…

Sabtu, 14 Desember 2019 03:18

CAT Seleksi Panwascam Tala

PELAIHARI - Sebanyak 183 peserta seleksi Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam)…

Sabtu, 14 Desember 2019 03:17

Calon Independen Ramaikan Balangan

PARINGIN – Pilkada 2020 Balangan bukan cuma dimeriahkan bakal calon…

Sabtu, 14 Desember 2019 03:09

Pentas Seni untuk Donasi Kebakaran Sebuku

BANJARBARU - Pemandangan taman air mancur di depan Minggu Raya…

Sabtu, 14 Desember 2019 03:07

Masih Masuk Musim Peralihan

BANJARBARU - Kerap diguyur hujan beberapa waktu terakhir. Banyak warga…

Sabtu, 14 Desember 2019 03:06

Penerangan Bundaran Palam Dikeluhkan

BANJARBARU - Meski tergolong kawasan yang cukup ramai. Namun areal…

Sabtu, 14 Desember 2019 03:00
Parlementaria Balangan

Raperda Inisiatif Penghargaan Bagi Pendiri Balangan Disepakati

PARINGIN - Raperda inisiatif tentang pemberian penghargaan bagi para pendiri…

Sabtu, 14 Desember 2019 02:56

Makin Merajalela, Tambang Liar di Hutan Tabalong

BANJARBARU – Meski sudah pernah dirazia oleh instansi terkait, pertambangan…

Sabtu, 14 Desember 2019 02:51

PT. Barito Putera Plantation Tunggu Mediasi Pemda

MARABAHAN - Terkait pemblokiran jalan lahan sawit PT Barito Putera…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.