MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 04 September 2019 10:43
Banyak Sekolah Kekurangan Guru, Disdik Banjarmasin Minta Dispensasi
CARI SOLUSI: Kepala Dinas Pendidikan Totok Agus Daryanto berangkat ke Jakarta untuk mencari solusi atas kekurangan guru SD dan SMP di Banjarmasin. | FOTO: SYARAFUDDIN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Sejumlah SD dan SMP di Banjarmasin menderita kekurangan guru. Jumlahnya bahkan mencapai 1.300 guru! Tanpa penerimaan CPNS, satu-satunya solusi adalah mengangkat guru honorer.

Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Totok Agus Daryanto berharap bisa mendapatkan izin pemerintah pusat. Dia berangkat ke Jakarta pada Senin (2/9) tadi. Tujuannya, mendatangi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

"Kami meminta dispensasi untuk mengangkat tenaga honorer. Banjarmasin sudah sangat kekurangan guru. Apalagi setiap tahun ada saja yang pensiun. Itulah yang kami perjuangkan di Jakarta saat ini," kata Totok, kemarin (3/9) via pesan WhatsApp.

Apa hasilnya? Totok tak berani menjamin. Sebab, kedua kementerian itu juga tak berani memberi kepastian. "Pejabatnya tidak ada di tempat. Tak ada yang berwenang. Kami diterima di media center. Disarankan menulis surat saja atas kondisi di Banjarmasin," tambahnya.

Mengacu Peraturan Pemerintah No 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sekolah tak dibolehkan mengangkat tenaga honorer.

"Dispensasi itu untuk mengeluarkan SK guru honorer. Setidaknya SK tingkat sekolah. Kalau tidak begitu, siapa lagi yang akan mengajar anak-anak di Banjarmasin?" tukas Totok.

Dalam rapat terakhir bersama KemenPAN-RB beberapa waktu lalu, formasi CPNS hanya ditujukan untuk menggantikan posisi lowong akibat ditinggal pensiunan.

Kabid PTK Disdik Banjarmasin, Hendro menambahkan, jumlah guru yang pensiun pada tahun 2019 saja berjumlah 141 guru.

"Seratus untuk guru SD, sisanya guru SMP. Sedangkan kekurangan guru SD mencapai 1.200 dan 330 guru SMP. Itulah hasil analisis beban kerja terakhir," sebutnya. (hid/fud/ema)


BACA JUGA

Jumat, 20 September 2019 12:16

Selamat Datang Musim Politik

BANJARMASIN – Insan politik banua, bersiaplah. Tinggal hitungan hari, tahapan…

Jumat, 20 September 2019 12:11

Sekolah Diminta Transparan Gunakan Dana BOS

BANJARMASIN - Tahun depan, Pemerintan Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan…

Jumat, 20 September 2019 11:05

Ananda Ada Hati ke PDIP, Lagi Tunggu 'Hilal' Golkar Kalsel

BANJARMASIN - Bursa kandidat pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali…

Jumat, 20 September 2019 10:31

Cuma 4000 Pelanggan Taat bayar Tagihan PDAM

BANJARMASIN - Meriahkan harjad kota ke-493, PDAM Bandarmasih mengundi hadiah…

Jumat, 20 September 2019 10:20

Kabut Asap Terus Terulang, Wakil Rakyat ikut Prihatin

BANJARMASIN - Kabut asap yang belakangan melanda Kalsel sudah sangat…

Jumat, 20 September 2019 10:18

Anggota Dewan Asal Kotabaru Ingin Tuntaskan Jembatan Pulau Laut

BANJARMASIN - Pembangunan jembatan Pulau Laut masih tersendat-sendat. Ini menjadi…

Jumat, 20 September 2019 09:44
Pemprov Kalimantan Selatan

Menteri PAN-RB Apresiasi Implementasi Lapor Paman

BANJARBARU - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB)…

Jumat, 20 September 2019 09:40
Pemko Banjarbaru

Gerai Pelayanan Publik Terpadu Diresmikan

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani Kamis (19/9) tadi…

Jumat, 20 September 2019 09:32
Pemkab Tanah Bumbu

Bangun Komunikasi yang Harmonis

BATULICIN - Ketua TP-PKK Tanbu Hj Sadariah melantik Ketua TP-PKK…

Jumat, 20 September 2019 09:30
Pemkab Tanah Bumbu

Tanbu Pilot Project Kementerian Keuangan

BATULICIN - Pemkab Tanbu menjadi satu dari 16 kabupaten/kota di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*