MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 04 September 2019 11:22
284 Kali Kebakaran dalam Sehari, Jadi yang Terbanyak Selama 2019
MENGGILA: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel yang terpantau dari helikopter, Sabtu (28/8) tadi. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel terus bertambah dan kian parah. Selasa (3/9) kemarin, Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor mencatat sejak pagi hingga sore 284 titik panas atau hotspot muncul di sejumlah wilayah di Kalsel.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor Bayu Kencana Putra mengatakan, jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sejak Januari hingga September 2019. "Biasanya jumlah hotspot tidak sampai 200. Tapi, hari ini (kemarin) lebih dari 200," katanya.

Dia mengungkapkan, 284 hotspot mereka temukan berdasarkan dua kali analisis berdasarkan citra Satelit Terra Aqua; siang dan sore hari. "Siang hotspot terpantau ada 200. Sedangkan sore harinya 84 titik," ungkapnya.

Titik panas sendiri paling banyak ditemukan di wilayah Hulu Sungai Selatan, dengan jumlah 70. Terbanyak kedua, Tapin (61 titik), disusul Banjar (40 titik) dan Batola (27 titik). "Untungnya, pada sore hari jumlah hotspot relatif berkurang," ujar Bayu.

Banyaknya titik api kemarin dibenarkan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kalsel, Sahruddin. "Saking banyaknya titik api, kami harus mengerahkan heli water bombing," bebernya.

Dia menyampaikan, titik semakin banyak ditemukan sejak Senin (2/9) tadi. Saat itu Satgas Karhutla harus berjibaku memadamkan api di kawasan Danau Caramin, Banjarbaru hingga malam hari. "Di Danau Caramin itu, heli water bombing kerja dari siang sampai sore. Lalu malamnya dilanjutkan oleh satgas darat," ucapnya.

Secara terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru Surianoor menuturkan, kebakaran lahan di Danau Caramin benar-benar membuat mereka kelimpungan. "Ada sekitar 4 hektare lahan yang terbakar. Dari siang sampai jam 11 malam baru padam," tuturnya.

Untuk penyebab kebakaran sendiri dia mengaku belum mengetahuinya. Sebab, saat satgas ke sana api sudah besar. "Biasanya memang karena dibakar orang. Tapi, sampai sekarang siapa pembakarnya belum diketahui," ujarnya.

Sementara itu, maraknya titik api yang muncul saban harinya membuat luas lahan yang terbakar terus bertambah. BPBD Kalsel mencatat, sejak Januari sampai 2 September 2019 luasan lahan terbakar sudah mencapai 2.190 hektare.

Kasubid Kesiagaan BPBD Kalsel Muhari mengatakan, berdasarkan catatan mereka, lahan paling luas terbakar berada di Tanah Laut dengan luasan sekitar 467,43 hektare. Disusul Tapin; 389,44 hektare, Banjarbaru; 271,28 hektare dan Banjar; 223,4 hektare.

"Selain di empat daerah itu, karhutla juga sering terjadi di Balangan. Total lahan yang terbakar di sana sudah 198,66 hektare," katanya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*