MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

PROKALTORIAL

Jumat, 06 September 2019 09:44
Iwapi Kalsel Ikuti Rakernas XXIX
RAKERNAS : Ketua DPD Iwapi Kalsel Shinta Laksmi Dewi yang siap bersama 65 delegasi Kalsel mengikuti rakernas XXIX di Surabaya

PROKAL.CO, BANJARMASIN - DPD Iwapi Kalsel pada tanggal 9 September 2019 mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XXIX Iwapi di Surabaya.

Dijelaskan Ketua DPD Iwapi Kalsel Shinta Laksmi Dewi, Iwapi Kalsel mengirimkan delegasi sebanyak 65 orang dari 8 Dewan pengurus cabang se Kalsel.

"Rakernas XXIX berlangsung dari tanggal 9 September sampai 11 September di Grand Mercure Surabaya dan rencananya dibuka Presiden RI Joko Widodo," jelasnya.

Rakernas selain membahas evaluasi program kerja , konsolidasi organisasi dan penguatan rencana  pelaksanaan program kerja 1 tahun ke depan, juga menggelar gelanggang dagang yang diikuti seluruh perwakilan Iwapi dari 33 provinsi. Pembukaan gelanggang dagang akan dilakukan ibu negera Iriana Joko Widodo.

"Ada 1500 peserta rakernas, Kami Iwapi Kalsel membawa produk unggulan seperti  Craft  Tas Purun, Sasiragan, Tenun Pagatan, Makanan Ringan Khas Kalsel dan batu batuan khas  Kalimantan Selatan," tambahnya.

Pada rakernas nanti,  DPD Kalimantan Selatan menyoroti beberapa hal terkait kebijakan pemeritah seperti Kenaikan iuran BPJS sebesar 100%. 

"Sebagai kelompok pelaku usaha IWAPI Kalsel meminta kepada pemerintah untuk mengkaji ulang ttg rencana kenaikan ini yang akan diberlakukan per Januri 2020," tandasnya.

Menurutnya, di tengah kondisi ekonomi yang masih belum berpihak pada pelaku usaha kecil menengah, maka rencana kenaikan iuran  BPJS Kesehatan ini akan sangat memberatkan. Apalagi diberlakukan pada Januari 2020 yg biasanya berbarengan dengan kenaikan UMR.  "Hal ini belum ditambah dengan Kenaikan tarif listrik,  , kenaikan tarif transportasi udara  juga rencana pengenaan PPN terhadap para pengguna marker on line maka akan sangat memberatkan sektor usaha kecil dan menengah," tegasnya.

Iapun berharap pemerintah dapat mengambil langkah2 yang lebih bijaksana untuk tidak terlalu  membebani sektor  UMKM dengan beban  biaya rutin yang besar, yang   kemudian justru berpotensi menghambat berkembangnya sektor UMKM sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.(sya/ema)


BACA JUGA

Jumat, 02 Oktober 2015 08:50

Peserta Duta Lingkungan Melonjak

<p><strong>BANJARMASIN</strong> &ndash; Isu-isu lingkungan ternyata masih cukup…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*